
"Alhamdulillah acaranya selesai juga," ucap Mayang.
"Iya Bu, Alhamdulillah acaranya sudah selesai ya," ucap Alena.
Kedua wanita beda usia itu baru saja masuk ke dalam rumah, sehabis mengantar tamu hingga didepan teras rumah.
Mereka hanya tinggal membereskan bekas acara Aqiqah dan Tasmiyah baby Arkana.
Sedangkan Kevin masih berada diteras rumah sembari menggendong baby Arkana. Bayi laki-laki itu, sedang terlelap di gendongan Kevin.
Kevin yang sama sekali belum pernah menggendong bayi, selama seminggu ini terus belajar menggendong baby Arkana sehingga ia sudah mulai terbiasa menggendongnya.
"Ayo masuk Nak, kasihan Arkana nanti kedinginan kalau diluar," ucap Andrian.
"Iya Pah," sahut Kevin.
Pria itu menurut pada ucapan Andrian, untuk membawa baby Arkana masuk ke dalam rumah.
Oek Oek
Tapi saat berada di dalam rumah, baby Arkana justru menangis.
Oek Oek
Tangis baby Arkana terus menerus membuat Kevin yang sedang menggendongnya kebingungan.
"Cup cup cup, anak papah kenapa nangis?" tanya Kevin.
Oek Oek
Ditanyai oleh papah-nya tentu saja baby Arkana hanya menjawab dengan tangisnya.
Tangisan yang semakin kencang,
Kevin berusaha menenangkan anaknya agar tidak menangis lagi. Menggendong sembari mengayun-ayun tubuh baby Arkana agar bisa membuat bayi itu berhenti menangis.
Bukannya berhenti menangis, baby Arkan justru terus menangis.
Mendengar anaknya yang terus menangis, Alena yang sedang membantu membereskan bekas acara itu segera menghampiri baby Arkana.
"Aduh-duh kenapa anak mamah nangis?" tanya Alena pada baby Arkana sembari mengambil alih bayi itu dari gendongan Kevin.
"Kayaknya dia haus deh Sayang," ucap Kevin.
"Iya mas kayaknya dia memang haus, dari sebelum acara dimulai sampai acara selesai baby Arkana tidur terus." ucap Alena.
"Ya udah, kamu bawa ke kamar sana susuin dulu, biar aku yang bantu bereskan di sini," ucap Kevin.
"Iya Mas," jawab Alena sembari menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Alena membawa baby Arkana ke dalam kamar lalu menyusuinya.
Sedangkan Kevin yang ditinggal Alena masuk ke dalam kamar segera membantu yang lainnya membereskan bekas acara selamatan tersebut.
"Biar aku saja yang cuci piring Bu," ucap Kevin.
"Baiklah, kalau begitu Ibu mau ngerjakan yang lainnya," ucap Mayang.
Wanita paruh baya itu segera meninggalkan Kevin yang berada didepan wastafel untuk mengepel lantai.
"Mama bantu ya Vin," ucap Diana menghampiri Kevin yang sedang menyabuni piring.
"Boleh Mah," jawab Kevin.
"Sini biar Mamah yang nyabunin, kamu yang bilas piringnya," ucap Diana.
Kevin tak menjawab namun dia menyerahkan tempat sabun dan spons kehadapan Diana.
Diana segera menyabuni piring kotoran di sana satu persatu, setiap satu piring telah disabuni Ia berikan pada Kevin untuk dibalasnya.
Kevin yang menerima piring dari Diana itu segera membilasnya lalu menyusunnya di keranjang piring.
Melakukan terus-menerus hingga piring kotor di sana selesai dicuci.
"Akhirnya selesai juga ya nyuci piringnya, Vin." ucap Diana.
"Iya Mah. Mamah istirahat lah di kamar tamu yang udah aku siapkan," ucap Kevin.
Kevin menganggukkan kepalanya untuk menanggapi ucapan Diana.
Lalu setelahnya ibu dan anak itu berpisah karena Kevin masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Diana masuk ke dalam kamar tamu yang sudah disiapkan Kevin.
Bukan hanya mereka berdua saja yang masuk ke dalam kamar, semua anggota keluarga yang lainnya juga sudah kembali ke dalam kamarnya masing-masing, pasalnya malam sudah larut saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Ceklek.
Pintu kamar dibuka oleh Kevin yang masuk ke dalam kamar.
Dilihat oleh pria itu, Alena sedang terlelap dengan sebelah dadanya terbuka karena menyusui anaknya.
Dibenahilah oleh pria itu pakaian Alena yang terbuka. Kevin juga memindahkan baby Arkana agar tidur di keranjangnya.
Pergerakan dari pria itu sama sekali membuat ibu dan anak itu terbangun.
"Kamu pasti capek seharian ngurus Arkana," ucap Kevin.
Pria itu merebahkan tubuhnya di ranjang dan masuk ke dalam selimut. Setelahnya ikut terlelap juga dengan tubuh Alena yang masih berisi.
Baru sekitar sepuluh menit terlelap, Kevin sudah dibangunkan oleh baby Arkana yang menangis.
__ADS_1
Oek Oek
Pria itu mengerjakan matanya terlebih dahulu lalu bangkit dari tempat tidur untuk mengambil baby Arkana yang menangis.
"Cup cup cup, Sayang. Anak papah pasti lagi haus ya," ucap Kevin seraya mengangkat tubuh baby Arkana untuk ia gendong.
Setelah berada di gendongannya, Kevin segera membawa baby Arkana keluar dari kamar untuk menuju dapur.
Setibanya di dapur, sembari menggendong baby Arkana, Kevin mengeluarkan ASI yang sudah dipompa dari dalam freezer.
ASI tersebut didiamkan terlebih dahulu oleh Kevin. Setelah merasa cukup, pria itu kemudian menghangatkannya dan memberikan pada baby Arkana.
Pria itu dengan lihai menyusui baby Arkana tanpa harus membangunkan Alena yang sudah terlelap.
Baby Arkan yang merasa perutnya kenyang, sudah tidak menangis lagi. Bayi laki-laki itu kini sudah terlelap lagi.
Kevin segera membawa kembali baby Arkana ke dalam kamar, lalu meletakkannya kembali di dalam keranjang bayi.
Pria itu merebahkan tubuhnya diatas ranjang untuk terlelap lagi.
Tapi lagi-lagi tidurnya terganggu oleh suara tangis baby Arkana.
Pria itu kembali terbangun lagi untuk melihat baby Arkana yang menangis, padahal Kevin baru saja tidur setengah jam yang lalu.
Dilihat oleh pria itu baby Arkana yang menangis karena bayi itu ternyata pup.
"Oh kamu pup. Sebentar ya Papah gantikan dulu popoknya," ucap Kevin pada baby Arkana.
Pria itu terlebih dahulu mengambil popok yang bersih, kemudian membersihkan bokong baby Arkana dari pup-nya menggunakan tisu basah.
Setelah bokong baby Arkana bersih, Kevin segera memasangkan popok yang bersih pada bayi itu.
Baby Arkana yang sudah digantikan popok oleh Kevin langsung saja terlelap kembali.
Kevin mengeluarkan popok dan kain yang kotor terkena pup baby Arkana dari dalam kamarnya terlebih dahulu, baru setelahnya merebahkan kembali tubuhnya di atas ranjang dan terlelap lagi.
Tapi hingga pagi hari tidurnya Kevin sama sekali tidak tenang. Pria itu bangun untuk menyusui baby Arkana dan mengganti popok bayi tersebut.
Setiap terdengar baby Arkana menangis Kevin dengan sigap mengurusnya sebelum Alena yang terbangun.
Padahal bisa saja Kevin membangunkan Alena agar dia tidak kerepotan mengusur baby Arkana.
Tapi Kevin tidak melakukannya, ia enggan mengganggu tidur nyenyak istrinya itu.
Ia tahu sekali Alena kelelahan karena seharian mengurus baby Arkana.
Jadi malam harinya ia yang akan melakukannya, mengurus baby Arkana tanpa membangunkan Alena.
Bukan hanya malam ini saja pria itu mengurus Arkana, Kevin melakukannya setiap malam dan akan melakukannya untuk malam-malam selanjutnya.
__ADS_1
Pria itu benar-benar menjadi suami idaman.