
Seminggu berlalu.
Alena sudah pulang dari rumah sakit satu hari setelah melahirkan.
Kedatangannya dan baby boy ke rumah, tentu saja disambut dengan baik oleh seluruh keluarga besar Alena dan Kevin.
Tidak ada acara penyambutan resmi dari keluarga besarnya. Mereka hanya berkumpul bersama dan makan bersama.
Tapi berbeda dengan hari ini. Hari ini keluarga besar Alena dan Kevin berkumpul kembali untuk acara Tasmiyah dan Aqiqah bayi laki-laki yang sudah lahir seminggu yang lalu.
Kevin dan Alena akan mengundang orang-orang yang ingin mereka undang. Alena sendiri mengundang seluruh rekan gurunya, untuk turut hadir di acara bahagia ini.
Sedangkan Kevin sendiri, ia mengundang seluruh anggota geng lion yang berjumlah 30 orang karena ditambah dari anggota genng sebelah.
Nama geng Lion sudah tidak lagi ditakuti oleh masyarakat sekitar. Akhir-akhir ini mereka justru disegani oleh orang-orang yang dulu menganggap mereka hanya suka berbuat onar.
Keahlian dalam bidang memodifikasi kendaraan dan otomotif membuat nama geng lion menjadi terkenal dibidang itu.
Mayang sendiri tentu saja pernah mendengar nama geng lion, tapi ia tidak tahu menantunya lah yang menjadi ketua geng motor itu.
Kevin mengundang anggota geng Lion karena ia sudah siap bila mertuanya tahu dirinya lah ketua dari geng motor tersebut.
Untuk acara Aqiqah dan Tasmiyah ini, Alena tidak menggunakan jasa catering untuk konsumsinya.
Tapi keluarganya lah yang akan memasaknya.
Ia bahkan meliburkan para pelayan.
Ia benar-benar ingin keluarganya yang rewang diacara syukuran untuk kelahiran putranya.
Kebetulan juga hari ini adalah akhir pekan, jadi semua keluarga Alena dan Kevin libur bekerja.
"Aduh mataku pedih," ucap Larissa kakak ipar Alena yang sedang mengupas bawang.
"Semangat ngupas bawangnya mbak, tuh masih banyak," ucap Elena saudara kembar Alena yang sedang membuang tangkai cabai.
"Iya nih bawangnya masih banyak," ucap Larissa sembari menatap pada 5 kg bawang di hadapannya.
Tidak lama kemudian datang Diana untuk membantu Larissa mengupas bawang.
Wanita paruh baya itu baru saja selesai menggoreng kerupuk.
Sedangkan Mayang sedang mengurus dua ekor kambing yang dibantu Reyhan untuk memotong-motong daging kambing tersebut.
Kevin bertugas untuk belanja ke sana kemari bila ada bumbu atau bahan masakan yang belum dibeli.
Andrian sendiri bertugas memarut kelapa menggunakan mesin parut.
Fathur dan Kakek Eren bertugas untuk mengasuh kedua anak kembar Reyhan dan Larissa yang sudah berusia 6 tahun.
Sembari menggendong Baby Boy yang sedang menyusu, Alena menghampiri orang-orang yang tengah berada di dapur.
__ADS_1
Wanita itu hanya menutupi bagian susunya yang terlihat menggunakan kain gendongan.
Dia ingin melihat sendiri bagaimana kebersamaan keluarganya untuk mempersiapkan syukuran nanti malam.
"Daging kambingnya mau dimasak apa Bu?" tanya Alena yang menghampiri ibu dan kakaknya yang sedang memotong daging kambing.
"Mau ibu masak gulai kambing saja, Al." ucap Mayang.
Alena menganggukan kepalanya, lalu melangkahkan kakinya hendak pergi dari sana untuk melihat yang lainnya, namun teringat dengan kakek Eren yang darah tinggi.
Wanita itu menghentikan langkah kakinya lalu berbalik mendekati ibunya.
"Kakek Eren darah tinggi tidak bisa makan daging kambing Bu," ucap Alena.
"Iya Al, ibu ingat. Ibu akan membuat kari ayam juga, jadi kakek Eren bisa memakannya," ucap Mayang.
"Ahh, iya. Aku pikir ibu lupa," ucap Alena.
Mayang tersenyum pada putrinya yang sudah menjadi ibu sekarang ini. Ia bangga pada Alena yang sangat menyayangi keluarga dari Kevin.
"Ya sudah aku mau lihat yang lainnya Bu," ucap Alena.
"Iya Nak," ucap Mayang.
"Jangan ngusuin anak terus Al, kasian Kevin nanti nggak kebagian," goda Reyhan.
Alena melototkan mata pada kakaknya yang berada didekat ibunya. Ingin rasanya Alena mencubit kakaknya itu, tapi ia urungkan. Alena punya cara lain untuk membalas candaan kakaknya itu.
Kini giliran Reyhan yang melototkan matanya, pria itu segera berlari pada adiknya dan membekap mulut Alena yang berteriak.
"Mba Ris- mmpp" ucap Alena tertahan karena mulutnya dibekap oleh Reyhan.
Tangan kotor bekas memegang daging tidak ia perdulikan, yang jelas ia ingin Alena agar tidak bersuara lagi.
"Mmppp," ucap Alena masih tertahan.
"Kamu nih Al, bisa-bisanya ngomong seperti itu. Lihat tuh semua orang jadi menatapku," bisik Reyhan.
Alena mengedarkan pandangannya, benar saja semua orang yang ada didapur melihat kearah mereka.
Bahkan Fathur dan Kakek Eren yang sedang duduk disofa menatap kearah mereka.
"Aww!" teriak Reyhan kesakitan karena telapak tangannya digigit oleh Alena.
Ia kibas-kibaskan tangannya yang digigit Alena itu untuk mengurangi rasa sakit.
"Siapa suruh mas Reyhan godain aku duluan," ucap Alena kemudain melengos dari hadapan kakaknya.
Setelah kepergian Alena, telinga Reyhan dijewer oleh Mayang membuat pria itu mengaduh kesakitan.
"Aduh Bu, ampun, sakit ini." ucap Reyhan.
__ADS_1
Mayang segera melepaskan tangannya dari telinga putranya.
"Jangan godain adikmu terus Rey. Kalau kamu mau minta disusui sana sama Larissa," ucap Mayang.
Reyhan menyengir pada ibunya kemudian melirik pada istrinya yang sedang duduk dilantai sembari mengupas bawang.
Wanita itu menatap tajam pada suaminya, dalam benaknya malu-maluin aja.
"Hehehe Ma'af," ucap Reyhan.
Setelahnya kedua orang itu melanjutkan memotong daging kambing.
Alena yang tadi menjauh dari dapur kini tengah berada diteras rumah dengan masih masih menggendong anaknya.
Tidak lama kemudian Kevin datang dengan menggunakan mobil Andrian.
Pria itu baru saja belanja dari super market.
"Kok diluar sayang," tanya Kevin yang baru saja turun dari mobil.
"Lagi sebel sama mas Reyhan," ucap Alena sembari mengerucutkan bibirnya.
"Sebal kenapa?" tanya Kevin menaikan sebelah alisnya.
"Mas Reyhan godain aku terus, katanya aku kalau nyusuin terus anakku nanti kamu nggak kebagian," jawab Alena sembari mengerucutkan bibirnya.
Tidak seperti Alena yang kesal, Kevin justru tersenyum mendengar ucapan Alena.
"Sudah, sudah jangan ngambek. Ayo kita masuk," ucap Kevin merangkul istrinya.
Alena menganggukan kepalanya kemudian ikut bersama dengan Kevin masuk kedalam rumah.
Mereka berpisah diruang keluarga, karena Alena masuk kedalam ruangan itu sedangkan Kevin melanjutkan menuju dapur.
Pria itu meletakan belanjaan yang baru saja dibelinya.
"Ini Bu belanjaannya." ucap Kevin.
"Makasih Nak," ucap Mayang.
"Ada yang bisa aku bantu lagi, Bu?" tanya Kevin.
"Emm, ini kamu cucikan aja daging yang sudah dipotong," jawab Mayang yang berfikir lebih dulu.
Kevin kemudian mengambil potongan daging itu kemudian meletakan didalam baskom.
Setelahnya ia akan membawa daging itu ke washtafel untuk ia cuci. Tapi sebelumnya ia membisikan sesuatu ditelinga kakak iparnya.
"Makasih udah bikin Alena kesal," bisik Kevin kemudian berlalu menuju washtafel.
Reyhan mengerutkan keningnya, ia bingung kenapa adik iparnya berterimakasih padanya karena membuat Alena kesal.
__ADS_1
Hingga akhirnya ia mengerti, dan tersenyum sendiri. Pasti sehabis ini Alena akan menyusui adik iparnya itu