
"Ini apa isinya?" tanya Alena.
Saat ini sepasang suami istri itu sedang berada di dalam kamar.
"Coba kamu buka sayang," jawab Kevin.
Tanpa menyahuti ucapan suaminya Alena segera membuka paper bag tersebut, lalu mengeluarkan isi di dalamnya.
Dilihat oleh Alena ada tiga baju hamil dengan model dan warna yang berbeda.
"Wahh, bagus banget Mas bajunya," ucap Alena dengan mata berbinar mengangkat salah satu baju hamil yang dibelikan oleh Kevin.
"Dicoba dong," pinta Kevin.
Masih dengan posisi menghadap suaminya, Alena membuka satu persatu kancing baju hamil yang sedang ia kenakan.
Melihat Alena yang membuka kancing di depannya, pikiran Kevin menjadi liar. Ia ingin ikut membuka kancing baju Alena juga.
Susah payah pria itu menelan salivanya, melihat didepan matanya terdapat dua gunung kembar dengan ukuran yang semakin besar dari pertama ia melihatnya.
Alena membuka ke atas baju hamilnya, membuat tubuhnya hanya ditutupi oleh bra dan kain segitiga saja.
"Sayang, kamu jangan menggoda aku," ucap Kevin.
Alena mengernyit karena bingung dengan ucapan suaminya.
"Siapa yang menggoda kamu Mas?" tanya Alena.
"Ya kamu sayang. Ini kamu lagi menggoda aku," ucap Kevin Seraya meremas salah satu gunung kembar milik istrinya.
"Aww. kok diremas sih?" tanya Alena.
"Lagian, dia menggoda sekali." ucap Kevin.
"Ya sudah aku mau nyobain baju dulu," ucap Alena lalu hendak memakai baju hamil yang Kevin belikan.
"Jangan," cegah Kevin.
"Bukannya tadi kamu yang nyuruh aku nyobain baju ya?" tanya Alena.
"Iya tapi jangan sekarang," ucap Kevin yang membuat Alena semakin bingung.
Pria itu kemudian merebahkan tubuh istrinya diatas ranjang lalu mencium bibir wanita itu.
Kini Alena yang dicium itu bisa mengerti dengan Kevin yang mencegah dirinya untuk mencoba baju hamil.
Dalam benaknya ternyata suaminya sedang menginginkan dirinya, maka ia akan melayani suaminya dengan baik.
Meski tubuh sudah tidak ramping lagi, tapi bagi Kevin tubuh Alena itu benar-benar mampu membangkitkan gairah didalam dirinya.
Dengan pelan-pelan Kevin melakukan penyatuan pada istrinya, membuat kedua orang itu menikmati indahnya surga dunia.
__ADS_1
Setelah cukup lama keduanya melakukan penyatuan, Alena dibantu oleh Kevin membersihkan diri, lalu mencoba baju hamil yang baru saja dibelikan oleh suaminya.
Pas. Satu kata untuk baju hamil itu, yakni 'pas'. Baju itu sangat pas ditubuh Alena, dengan model dan motif yang manis membuat wanita hamil itu terlihat semakin cantik.
"Cantiknya," ucap Kevin memeluk istrinya dari belakang.
"Jadi, kamu tadi terlambat pulang kerumaj itu karena mencari baju ini," ucap Alena.
"Iya sayang, aku tadi lama nyari baju ini," ucap Kevin.
"Makasih ya mas, aku suka banget," ucap Alena yang diangguki oleh Kevin.
"Oiya, bagaimana dengan kamu dikantor?" tanya Alena.
"Ya begitu," jawab Kevin.
"Begitu? Begitu bagaimana?" tanya Alena.
"Aku masih belajar," jawab Kevin.
"Semangat ya mas, kamu pasti bisa jadi pemimpin. Aku bangga padamu," ucap Alena yang dibalas senyuman dari Kevin.
Jelas saja Alena bangga pada suaminya. Pria itu sudah tidak seperti dulu lagi. Kevin benar-benar berusaha menjadi suami yang bertanggung jawab.
Hari-hari berlalu sepasang suami istri itu selalu disibukan oleh persiapan kelahiran anak pertama mereka.
Jenis kelamin laki-laki, membuat sepasang suami istri itu mempersiapkan kamar untuk anak laki-laki.
Alena akan mengurus anaknya sendiri, Iya tidak ingin menggunakan baby sitter. Tapi entah nanti setelah dirinya kembali mengajar, mungkin ia akan menggunakan jasa baby sitter juga.
Kata dokter Anne, perkiraan Alena akan melahirkan dalam minggu ini juga.
Wanita itu setiap harinya sudah ditemani oleh Mayang dan Elena. Ibu dan saudara kembarnya itu senantiasa berada di dekatnya.
Mereka tinggal dirumah itu, karena Andrian sudah pindah kerumah barunya bersama kakek Eren sehingga Mayang dan Elena leluasa untuk datang kerumah ini.
Melahirkan untuk pertama kalinya membuat Alena merasa tegang, tapi entah seperti apa nanti rasanya Alena ingin dilancarkan proses persalinannya.
"Mas," panggil Alena dari dalam kamarnya tapi tidak ada yang bisa mendengar suaranya.
Suaminnya, ibu dan saudaranya sedang berada dikamar bayi disebelah kamarnya.
"Mass!" Panggil Alena lagi memanggil suaminya dengan berteriak menahan rasa sakit di perutnya.
Perut Alena sudah terasa sakit sejak tadi pagi ia bangun tidur. Namun Alena masih bisa menahannya.
Wanita itu sama sekali tidak mengatakan rasa sakit diperutnya kepada Kevin maupun ibu dan saudaranya.
Mendapati dirinya dipanggil oleh Alena, Kevin yang sedang berada di kamar sebelah segera berlari ke dalam kamarnya untuk melihat keadaan istrinya.
Setibanya di kamar, pria itu mendapati istrinya tengah menahan rasa sakit diperutnya.
__ADS_1
"Sayang," pnggil Kevin.
"Perutku sakit, Mas, sepertinya aku mau melahirkan," ucap Alena.
Beruntung hari ini libur, jadi Kevin tidak berangkat kerja, sehingga pria itu bisa dengan sigap menolong istrinya.
Kevin kemudian menuntun istrinya keluar dari dalam kamar. Rupanya di depan pintu ada Mayang dan Elena sedang menunggu untuk masuk ke dalam kamar.
Tapi belum sempat mereka masuk, pintu kamar itu dibuka oleh Kevin yang menuntun Alena berjalan keluar.
"Apa kamu sudah mau melahirkan, Nak?" tanya Mayang pada Alena.
"Iya Bu," ucap Alena.
"Ibu akan ikut kalian," ucap Mayang.
Alena menganggukkan kepalanya kemudian kembali berjalan bersama Kevin yang menuntunnya.
"Ayo Ibu bantu jalan, Nak" ucap Mayang menuntun Alena di sebelah kiri.
Di belakang Alena ada Elena yang mengikuti dari belakang.
Wanita itu berjalan sembari menenteng tas berisi perlengkapan bayi saudara kembarnya.
Alena segera dibawa masuk ke dalam mobil oleh Kevin.
"Biar aku saja yang nyetir Vin, kamu dibelakang saja temani Alena," ucap Elena.
"Kalau begitu kamu nyupirnya hati-hati," ucap Kevin.
Elena menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudi.
Setelah memastikan Semuanya masuk ke dalam mobil, Elena langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit di mana Alena akan melahirkan.
"Mass sakiitt," ucap Alena.
Wanita itu mencengkram kuat tangan suaminya. Rasa sakit diperutnya semakin lama semakin sakit. Semakin lama, semakin menuntut juga.
"Kamu pasti kuat sayang," ucap Kevin.
"Apa masih jauh rumah sakitnya El?" tanya Mayang tidak kalah panik dengan Kevin dan Alena.
"Sebentar lagi kita sampai, Bu," ucap Elena.
Benar apa yang dikatakan Elena, tidak lama kemudian mereka tiba dirumah sakit.
Alena segera dibawa masuk oleh Kevin menuju ruang bersalin. Sebelumnya pria itu sudah menghubungi dokter Anne terlebih dahulu untuk memberitahukan bila istrinya hendak melahirkan.
Dengan didampingi oleh Mayang dan Kevin, Alena diperiksa oleh dokter Anne.
Ternyata wanita itu sudah siap untuk melahirkan, karena pembukaan pada jalan lahir sudah lengkap.
__ADS_1