Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 22 Demi Cincin


__ADS_3

"Ngapain lo ngikutin gue?," tanya Kevin.


"Kembalikan cincin aku, Vin" pinta Alena, kemudian mendorong pintu yang ia tahan tadi dan masuk kedalam kamar Kevin.


Kevin tidak mengindahkan permintaan Alena, ia membiarkan Alena masuk kedalam kamarnya.


Pria itu merebahkan tubuhnya diatas ranjang, kemudian memejamkan matanya.


"Vin, kembalikan cincinku," pinta Alena sembari mendekati Kevin yang berbaring diranjang, namun pria itu tetap tidak mengindahkan permintaan Alena.


"Keviinn!!" panggil Alena dengan meninggikan suaranya.


Sekuat tenaga Alena menarik tangan Kevin yang sedang berbaring, membuat pria itu terganggu.


"Apaan si lo, ganggu aja," ucap Kevin.


Kevin kini mendudukan tubuhnya diatas ranjang.


Ia balas menatap Alena dengan tajam.


Kevin kemudian merogoh saku celananya, mengeluarkan cincin dari dalam saku tersebut.


Setelah berhasil mengeluarkan cincin, Kevin segera menunjukannya pada Alena.


"Ini yang lo mau?," tanya Kevin sembari menunjukan cincin pada Alena.


Alena yang melihat cincinnya ada ditangan Kevin buru-buru merebutnya.


Namun kalah cepat, Kevin justru berdiri membuat Alena kesulitan untuk merebutnya.


"Kembalikan padaku, Vin" pinta Alena lagi.


Wanita itu menjinjitkan kakinya agar sampai pada Kevin yang berdiri diranjang.


Karena masih tidak bisa meraih cincin itu, Alena akhirnya ikut naik keatas ranjang.


Wanita itu meloncatkan tubuhnya berusaha meraih cincin ditangan Kevin yang diluruskan keatas.


"Lo nggak bakal dapetin cincin ini lagi," ucap Kevin menyeringai.


Bukk


Bukk


Alena terus melompat, tapi masih tidak berhasil mendapatkan cincinnya.


"Ayo loncat lagi," titah Kevin pada Alena membuat wanita itu semakin kesal pada Kevin.


Hah hah hah


Nafas Alena tersengal, ia kelelahan karena terus melompat.


"Cape?" tanya Kevin tersenyum miring.


"Vin, ayolah kembalikan cincin itu padaku," pinta Alena.


Kevin terdiam, mempertimbangkan permintaan Alena hingga akhirnya ia punya ide.


"Oke, gue bakal balikin cincin lo, tapi dengan syarat," ucap Kevin.


Mendengar itu membuat Alena tersenyum, akhirnya Kevin mengalah juga pikirnya.


Namun senyumnya seketika menghilang saat ia mendengar syarat dari Kevin.


"Layanin gue setiap kali gue minta," ucap Kevin.

__ADS_1


Alena terdiam, ia tidak mampu menjawabnya.


"Gimana?" tanya Kevin namun Alena masih belum menjawabnya.


"Karena lo diem aja, itu artinya lo nggak setuju" ucap Kevin.


Kevin memasukan lagi cincin itu kedalam saku celananya, kemudian mendorong Alena agar menyingkir dari ranjangnya.


Alena yang mendapat tubuhnya didorong oleh Kevin hanya bisa pasrah.


Ia melangkahkan kakinya, dengan pelan menuju pintu kamar Kevin.


Setibanya dipintu, ia segera membukanya dan keluar dari kamar Kevin.


Satu langkah.


Dua langkah.


Alena segera menghentikan langkah kakinya.


Ia membalikan tubuhnya, lalu melangkah kembali menuju kamar Kevin.


"Aku setuju Vin" ucap Alena setelah ia tiba didalam kamar itu.


Kevin yang sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang, cukup terkejut dengan kedatangan Alena.


Ia pikir Alena tidak akan setuju dengan syarat yang ia berikan, tapi ternyata salah.


Alena rupanya berubah pikiran, demi cincin pemberian dari Satria, Alena menyetujui syarat dari Kevin.


"Oke, kalau begitu layanani gue sekarang!," ucap Kevin dengan tegas.


"Tapi nggak sekarang juga Vin," ucap Alena.


Alena terdiam lagi memikirkan pilihan yang diberikan Kevin padanya.


Dengan ragu-ragu, akhirnya Alena mendekati Kevin yang sudah berbaring diatas ranjang.


"Aku harus apa?," tanya Alena.


Kevin mengangkat sebelah alisnya, merasa heran karena pertanyaan Alena.


Kevin akhirnya menarik tangan Alena yang sudah berdiri ditepi ranjang.


"Akkhh!!"


Brukk.


Teriak Alena terkejut karena Kevin menarik tangannya membuat wanita itu jatuh diatas tubuh Kevin.


Deg. Deg. Deg.


Jantung kedua orang itu berdegup kencang.


Alena yang berada diatas tubuh Kevin buru-buru bangkit, namun ditahan oleh pria dibawahnya.


"Buka baju lo," titah Kevin pada Alena yang berada diatas tubuhnya.


Hahh??


Alena yang mendapat permintaan dari Kevin, ternganga.


Buka baju?


Entah apa yang harus ia lakukan, tapi Alena menuruti permintaan Kevin.

__ADS_1


Wanita itu membuka satu-persatu kancing piama tidurnya hingga semuanya berhasil ia buka.


"Sekarang cium gue," pinta Kevin.


Dengan ragu-ragu, Alena mendekatkan wajahnya ke wajah Kevin kemudian menempelkan bibirnya pada bibir suaminya.


Bibir Alena hanya menempel, meski pernah berciuman dengan Kevin tapi ia tidak tahu cara untuk memulainya.


Kevin yang menunggu Alena memulai, sudah tidak sabar.


Ia membalik tubuh Alena hingga wanita itu berada dibawahnya.


"Kelamaan lo," ucap Kevin.


Pria itu lebih dulu mencium bibir Alena, mellumatnya perlahan hingga akhirnya mereka melakukan lagi apa yang mereka lakukan kemarin malam.


Berbeda dengan kemarin malam, Alena menolak disentuh oleh Kevin.


Malam ini, semua sentuhan yang diberikan Kevin, diterima baik oleh Alena. Ia tidak menolak sama sekali.


Bukan karena sadar ia adalah istrinya Kevin, melainkan demi cincin pemberian Satria.


Ia akan melakukan apapun demi cincin itu bisa kembali padanya.


Oleh karena itu sepanjang permainan, Alena menurut apa yang diperintahkan Kevin padanya.


Meski kemarin sore ia pingsan, tapi tubuh Alena sudah tidak lemas lagi, ia bisa melayani suaminya dengan baik.


"Mana cincinnyah?," tanya Alena dengan suara yang masih terengah sembari menatap Kevin yang berbaring disebelahnya.


Saat ini waktu sudah menjelang pagi, kedua orang itu baru saja selesai dengan permainannya.


"Cari dicelana gue," titah Kevin, setelahnya pria itu memejamkan matanya berusaha agar terlelap.


Sedangkan Alena, ia bergegas turun dari ranjang.


Dengan tubuh yang masih polos, ia mengambil celana Kevin, merogoh saku kirinya dan kedua saku belakang namun kosong.


Alena merogoh lagi saku dibagian kanan celana itu, dan akhirnya apa yang ia cari ia dapatkan membuat Alena seketika tersenyum.


"Akhirnya cincin darimu kembali mas," gumam Alena.


Wanita itu segera mengenakan cincin tersebut dijari manisnya. Kemudian mengenakan pakaiannya, lalu keluar dari kamar Kevin.


Setibanya dikamarnya, Alena segera kekamar mandi dan mandi disana.


Ia mandi tidak seperti kemarin yang lama mengguyur tubuhnya dibawa guyuran air shower.


Sekarang ini ia mandi hanya sebentar, karena hari sudah pagi dan ia harus mengajar.


Dikamar sebelah, Kevin yang tadi memejamkan matanya tidak bisa terlelap.


Ia masih terus teringat dengan apa yang baru saja ia lakukan bersama istrinya. Memadu kasih diatas ranjangnya.


"Gue akan manfaatin lo Alena," gumam Kevin menyeringai.


Pria itu kemudian bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


Ia juga akan berangkat kesekolahan. Meski disekolah ia hanya tidur dan tidak melakukan apa-apa, tapi ia tetap akan berangkat sekolah.


Padahal sebelumnya Kevin malas sekali berangkat sekolah, tapi entah kenapa pagi ini ia sangat bersemangat.


Setelah selesai bersiap, Kevin segera keluar dari kamarnya dengan menggendong tas kosong.


Rupanya dari kamar sebelah Alena juga membuka pintu dan segera keluar dari kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2