
Acara Aqiqah dan Tasmiyah dimulai sehabis Shalat Isya.
Semua tamu undangan sudah hadir dirumah itu. Tak lupa juga semua rekan guru Alena datang keacara tersebut termasuk Bu Irma dan Bu Luna.
Sebenarnya mereka enggan untuk datang, tapi bila mereka tidak datang maka akan merasa tidak enak pada Andrian selaku pemilik sekolah di tempat mereka mengajar.
Oleh karena itu, mereka turut hadir diacara Tasmiyah dan Aqiqah cucu Andrian.
Tamu undangan dari Kevin tentu saja ada 30 orang anggota geng lion yang hadir.
Awalnya kedatangan orang-orang itu mengejutkan semua orang yang berada dirumah, karena mengira kehadiran mereka, akan membuat keributan.
Namun setelah Kevin menjelaskan bila mereka semua adalah teman-temannya, anggota geng lion bisa diterima baik dirumah itu.
"Kamu yakin, Nak mereka tidak akan membuat keributan?" tanya Mayang pada Alena yang berada disebelahnya.
"Iya Bu, aku yakin. Mereka semua adalah teman-temannya mas Kevin, mereka tidak akan membuat keributan. Mereka juga sudah tidak pernah membuat onar lagi Bu, mereka sekarang bahkan membuat usaha bersama," jawab Alena.
Mayang menganggukan kepalanya, tanda mengerti dengan ucapan Alena.
Sejujurnya ia terkejut mengetahui menantunya seorang ketua geng motor. Terlebih lagi geng motor lion yang terkenal sering membuat onar.
Tapi akhir-akhir ini ia mendengar selentingan dari tetangga dan dari cerita Alena, wanita paruh baya itu bisa mengerti bila seluruh anggota geng motor itu sedang berusaha berubah.
Menggantikan waktu kebersamaan mereka dengan aktifitas yang lebih bermanfaat.
Tak lupa juga tetangga sekitar kompleks perumahan elit itu turut diundang oleh pemilik rumah, yang membuat acara semakin ramai.
Kini semua orang yang sudah datang kerumah itu segera berkumpul didalam rumah yakni diruang tamu.
Sofa yang ada diruang tamu disingkirkan sementara untuk mereka duduk berkumpul disana.
Ruang tamu yang luas mampu menampung seratus orang yang sudah hadir diacara tersebut.
"Apa masih ada yang ditunggu?" tanya Fathur pada Andian.
Suami dari Diana alias ayah tiri Kevin itu lah yang akan memimpin acara Tasmiyah dan Aqiqah bayi laki-lakinya Alena.
"Sudah lengkap. Kamu bisa memulainya," ucap Andrian.
Fathur menganggukan kepalanya kemudian memulai acara Tasmiyah dan Aqiqah tersebut.
Bayi laki-laki Alena itu diberi nama Arkana Kevin Andrian.
__ADS_1
Sebagai ayah dari bayi laki-laki itu, tentu saja Kevin ingin anaknya memiliki nama dirinya dibelakang nama bayi itu, sehingga ia menyematkan nama Kevin Andrian dibelakang nama Arkana.
Nama Arkana sendiri Kevin juga yang memberi nama. Pria itu mengartikan nama Arkana sebagai 'Anak Kevin dan Alena'.
Terdengar tak masuk akal ya, arti nama Arkana. Tapi itu lah Kevin. Meski tak masuk akal, tapi pria itu tetap memberikan nama Arkana untuk putranya.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam, acara Aqiqah dan Tasmiyah tersebut akhirnya selesai.
"Tadi siapa nama bayinya Bu Alena ya?" tanya Bu Nissa pada Bu Farah.
"Kalau tidak salah namanya Arkana," ucap Bu Farah.
"Benar Bu Nissa, nama anaknya Bu Alena itu Arkana Kevin Andrian," ucap Bu Ningsih.
"Kevin-Kevin. Meski sudah punya anak tapi sikap dominannya tetap ada. Anaknya sendiri aja diberi nama lengkap dia dibelakang namanya," ucap Bu Nissa.
Tidak jauh dari tempat mereka berada, Alena yang sedang duduk memangku baby Arkana bisa mendengar ucapan dari ketiga rekan gurunya, membuat wanita itu tersenyum.
Memang benar apa yang dikatakan Bu Nissa. Meski sudah memiliki anak, tapi sikap dominan Kevin masih tetap ada, membuat Alena tak habis fikir pada pria itu.
Tapi sikap dominan Kevin yang sekarang ini dimanfaatkan pria itu untuk hal positif dan bisa bermanfaat bagi orang lain.
Alena sangat mencintai pria itu, terlebih kini ada anak yang menjadi ikatan diantara mereka yang sudah menjadi orang tua.
Diakhir acara, para tamu undangan memberikan ucapan selamat untuk Alena dan Kevin atas kelahiran baby Arkana.
"Selamat Bro, sekarang lo udah resmi jadi orang tua," ucap Bagas sembari mengulurkan tangan pada Kevin.
Kevin segera menjabat uluran tangan dari Bagas yang memberikan ucapan selamat padanya.
"Thank's Gas," ucap Kevin.
"Selamat Lan," ucap Bagas pada Alena yang menggendong baby Arkana.
"Terimakasih ya sudah datang," ucap Alena tanpa bersalaman pada teman dari suaminya itu.
Alena tidak diperbolehkan oleh Kevin untuk bersalaman dengan pria lain, tapi sikap posesif Kevin itu tidak masalah bagi Alena.
Wanita itu sangat menghormati apa saja yang menjadi keputusan Kevin.
Bukan hanya Bagas saja yang memberikan ucapan selamat pada Alena dan Kevin, melainkan semua anggota geng lion juga.
Masing-masih dari mereka memberikan paper bag pada Kevin dan Alena yang berisi hadiah untuk baby Arkana.
__ADS_1
Biasanya bila anggota geng lion berkumpul, mereka tidak pernah ketinggalan dengan minum-minumannya. Tapi berbeda kali ini, mereka benar-benar sangat menghargai acara untuk baby Arkana.
Hal itu juga akan mereka biasakan untuk kedepannya.
Setelah semua anggota geng lion memberikan selamat, kini giliran rekan guru Alena yang mengucapkan selamat.
"Selamat ya Bu Alena atas kelahiran baby Arkana," ucap Bu Farah.
"Terimakasih Bu Farah sudah menyempatkan untuk datang, padahal anda sendiri sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan anda sendiri," ucap Alena.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Alena bila Bu Farah sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan acara pernikahan wanita itu.
Bu Farah akan menikah dengan Pak Wawan satu minggu lagi, yakni hari minggu berikutnya.
"Tidak apa-apa Bu Alena. Saya kemari sekaligus mau memberikan undangan ini," ucap Bu Farah sembari memberikan undangan pernikahannya pada Alena.
Alena segera menerima undangan yang diberikan Bu Farah padanya.
"Insya Allah saya akan hadir, Bu Farah." ucap Alena.
Bu Farah menganggukan kepalanya kemudian memberikan paper bag berisi hadiah untuk baby Arkana pada Alena.
Tak lupa juga rekan guru lainnya memberikan ucapan selamat pada Alena termasuk Bu Irma dan Bu Luna.
Dengan terpaksa kedua orang itu menjabat tangan Kevin dan Alena. Sejujurnya Bu Irma dan Bu Luna tidak pernah menyukai sepasang suami istri pemilik acara ini.
"Selamat Bu Alena, Kevin, atas kelahiran baby Arkana," ucap Bu Irma.
"Terima kasih Bu Irma," ucap Alena sedangkan Kevin hanya menganggukan kepalanya.
"Selamat Bu Alena, Kevin," ucap Bu Luna.
"Terima kasih Bu Luna," ucap Alena dan lagi-lagi Kevin hanya menganggukkan kepalanya.
Kedua guru itu juga terpaksa tersenyum pada Alena dan Kevin.
Bu Irma tidak menyukai Alena karena menganggap wanita itu sebagai saingan karier gurunya, pasalnya baru bekerja beberapa bulan Alena sudah dipercaya menjadi guru BK.
Bu Luna sendiri, tidak menyukai Kevin dikarenakan anaknya pernah ditolak cintanya oleh Kevin.
Anak Bu Luna adalah teman Kevin sedari pria itu masih bersekolah SMP.
Sebetulnya Kevin dan anak Bu Luna cukup akrab sebelum perceraian kedua orang tuanya yang mengakibatkan pria itu bersikap buruk.
__ADS_1