Suami Rahasia Bu Alena

Suami Rahasia Bu Alena
SRBA. Bab. 63 Menikmati Aktifitas Baru


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Pengumuman Kelulusan untuk kelas XII di SMA Cempaka sudah dilakukan dua minggu yang lalu.


Nama Kevin Andrian masih terdaftar disekolahan, surat kelulusan pria itu juga ikut keluar bersama dengan surat kelulusan siswa siswi lainnya.


Dalam surat kelulusan milik Kevin, isinya menyatakan bahwa pria itu 'Tidak Lulus'.


Beruntung Kevin sudah dikeluarkan dari sekolahan, bila tidak Alena akan lebih kecewa lagi saat mengetahui Kevin tidak lulus sekolah.


Surat tersebut Andrian terima langsung dari Kepala Sekolah, lalu ia berikan pada putranya.


Mengetahui dirinya tidak lulus, Kevin memutuskan untuk menuruti saran papahnya mengikuti program paket C.


Pria itu sudah mulai mengikuti Paket C sejak seminggu yang lalu.


Program itu akan ia jalani selama dua tahun kedepan sembari bekerja. Kevin memang sudah bekerja bersama dengan papahnya.


Sejak resmi dikeluarkan dari sekolahan, Kevin setiap hari datang kekantor Andrian.


Pria itu sudah Andrian kenalkan pada semua pemegang saham dan juga beberapa klien penting diperusahaannya.


Kevin akam ditempatkan oleh Andrian menjadi salah satu manager dikantornya, yakni manager personalia. Namun sebelum menjabat menjadi manager personalia, Kevin diminta Andrian belajar mulai dari bawah.


Usaha yang ia dirikan bersama dengan anggota geng lion sudah mulai berjalan dengan Bagas sebagai tangan kanannya.


Bagas sudah Kevin percaya untuk mengurus usaha yang ia dirikan bersama teman-temannya itu.


Mulai dari sewa bangunan pembelian alat-alat bengkel semuanya Kevin serahkan pada Bagas.


Kevin tidak ada waktu untuk mengurus usahanya tersebut.


Waktu Kevin sudah disibukkan dengan mengurus Alena, mengurus perusahaan yang akan ia pimpin nantinya.


Sesuai dengan permintaan Andrian bahwa Kevin harus belajar dari bawah, saat ini pria itu sedang diajari oleh Ridwan asisten papahnya seputar administrasi personalia.


"Sekarang, kamu belajar dulu administrasi yang dikerjakan staff personalia," ucap Ridwan yang sedang mengajari Kevin.


"Apa saja yang biasa dikerjakan staff personalia?" tanya Kevin.


"Mengelola database karyawan seperti data identitas karyawan, mengelola administrasi terkait pajak dan payroll, melakukan proses pembayaran gaji bulanan, bla bla bla ...." ucap Ridwan menjelaskan pada Kevin.


Kevin menganggukan kepalanya, ia mendengarkan apa saja yang Ridwan sampaikan padanya.


Namun tidak ada satupun penjelasan yang bisa dimengerti oleh Kevin.

__ADS_1


"Supaya kamu bisa paham, saya akan mengajarkan padamu satu persatu mengenai tugas staff personalia," ucap Ridwan.


Kevin menganggukkan lagi kepalanya ia menurut saja apa yang Ridwan sampaikan padanya.


"Yang pertama mengelola database karyawan seperti data identitas karyawan. Kamu bisa mulai menginput data karyawan baru jika formulir pendaftaran karyawan baru sudah di tanda tangani oleh manajer," ucap Ridwan.


Pria itu menjelaskan dengan jelas pada Kevin yang sedang duduk di depannya mengenai administrasi staff personalia.


Setelah penjelasan itu dirasa cukup, Ridwan meminta Kevin untuk mempraktekkan apa saja yang tadi ia jelaskan.


Dengan dibimbing oleh Ridwan, pria tampan itu mulai mempraktekkan apa saja yang Ridwan jelaskan padanya.


Menjadi calon Manajer Personalia, Kevin harus bisa memahami dasar-dasar administrasi personalia terlebih dahulu.


Disela-sela belajarnya Kevin jadi teringat pada istrinya yang tengah hamil besar. Alena akan melahirkan beberapa minggu lagi.


Kevin berharap di saat anaknya lahir, ia sudah bisa menjadi ayah yang baik. Memiliki pekerjaan, sehingga bisa menafkahi anak dan istrinya dengan jerih payah dirinya sendiri.


Pria itu menatap bingkai foto yang berada dimeja kerjanya. Foto itu berisi dirinya dan Alena dengan perut besar wanita itu membuat dirinya tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum Vin? sudah kamu nginput datanya?" tanya Ridwan.


"Belum," ucap Kevin seraya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa senyum-senyum?" tanya Ridwan.


"Memangnya apa yang kamu ingat dari istrimu?" tanya Ridwan.


"Istriku sebentar lagi akan melahirkan anak pertama kami," jawab Kevin.


"Ah, iya. Istrimu lagi hamil ya. Sudah berapa bulan?" tanya Ridwan.


"Jalan 9 bulan, Wan." jawab Kevin.


Ridwan menganggukkan kepalanya, mengerti dengan jawaban Kevin.


Kevin kemudian menceritakan tentang kisah cintanya. Perjalanan hidupnya hingga ia dinikahkan dengan wanita yang sekarang ini menjadi istrinya.


Ridwan disana mendengarkan dengan baik apa yang Kevin ceritakan padanya, sesekali juga ia menanggapi cerita tersebut.


Setelah puas bercerita pria itu melanjutkan lagi belajarnya.


Pukul lima sore, Kevin pulang dari kantor. Ia pulang sendirian dengan menggunakan mobil sport miliknya.


Sebelum tiba dirumah, Kevin menyempatkan diri datang kebutik, lalu mencari baju hamil untuk istrinya.

__ADS_1


Pria itu melihat baju hamil istrinya sudah semakin sempit yang membuat Alena kesulitan bergerak.


"Cari baju seperti apa, Mas?" tanya pegawai butik.


"Cari baju hamil," jawab Kevin.


"Untuk baju hamilnya disebelah sini Mas," ucap pegawai butik.


Kevin menganggukkan kepalanya, kemudian mengikuti pegawai butik yang mengarahkan dirinya kederetan baju hamil.


"Deretan ini semuanya baju hamil, Mas." ucap pegawai butik.


Kevin kemudian memilih-milih baju hamil yang ada disana. Namun setelah cukup lama memilih, ia tidak menemukan baju yang sesuai dengan seleranya.


"Saya ingin baju hamil yang panjangnya selutut dengan bagian roknya dua layer," ucap Kevin pada pegawai butik.


Sedari tadi Kevin mencari baju hamil yang seperti itu tidak ia temukan sehingga Kevin mengatakan apa yang ia cari pada pegawai butik


"Oh, baju seperti itu ada dibagian sini Mas," ucap pelayan butik kemudian mengarahkan Kevin pada deretan baju hamil yang berada ditempat yang berbeda.


Pria itu menghampiri deretan baju yang ditunjukkan oleh pegawai butik tersebut. Benar saja dideretan baju itu terdapat banyak baju hamil yang sedang Kevin cari.


Kevin kemudian mengambil tiga model baju hamil dengan warna yang berbeda.


Setelahnya Kevin segera pulang kerumah.


Pria tampan itu pulang cukup terlambat sehingga membuat istrinya mengkhawatirkan pria itu. Alena sudah menunggu kedatangan Kevin di teras rumah sejak pukul setengah enam sore.


Namun pria yang ditunggunya tidak kunjung datang juga. Beberapa kali Alena mencoba menghubungi suaminya namun panggilan teleponnya tidak mendapat jawaban.


"Kamu kemana sih Mas, nggak biasanya jam segini belum pulang," gumam Alena.


Hingga pukul setengah tujuh namun Kevin belum datang juga.


Tidak lama kemudian orang yang sedang Alena nantikan kepulangannya tiba dirumah, membuat wanita hamil itu segera menghampiri mobil suaminya yang berhenti didepan teras.


"Kamu kemana aja sih Mas, nggak biasanya kamu pulang terlambat. Aku khawatir padamu," ucap Alena memeluk suaminya yang baru turun dari mobil.


"Aku tadi cari ini dulu buat kamu," ucap Kevin sembari mengangkat paper bag ditangannya.


"Apa itu?" tanya Alena kemudian mengambil paper bag yang ada ditangan Kevin.


"Buka isinya dikamar aja yuk, sekarang sudah mau maghrib nggak baik ibu hamil ada diluar rumah," ucap Kevin.


Alena menganggukkan kepalanya kemudian merangkul lengan suaminya untuk masuk bersama kedalam rumah.

__ADS_1


Kevin dengan hati-hati membawa istrinya masuk kedalam rumah. Perut besar Alena membuat wanita itu berjalan dengan lambat.


Tidak ada rasa lelah bagi Kevin, aktifitas baru ini benar-benar ia nikmati.


__ADS_2