
Mata Alena terbelalak saat melihat foto dirinya sedang digendong Kevin masuk kedalan kamar hotel berada didalam grup chat Guru SMA Cempaka.
Bukan hanya foto saja melainkan juga ada vidio Kevin menggendong dirinya mulai dari keluar dari mobil hingga masuk kedalam kamar.
Dilihat oleh Alena, foto dan vidio tersebut dikirim oleh Bu Irma dan Bu Luna, membuat wanita hamil itu mengeratkan cengkramannya pada ponsel yang sedang ia genggam.
Ia tak mengerti kenapa kedua rekan kerjanya itu menyebar luaskan foto dan vidio dirinya yang sedang digendong oleh Kevin. Apa maksudnya? Apa tujuan dari kedua orang itu?
Alena benar-benar tak mengerti pada kedua orang itu.
Tidak lama kemudian Kevin keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuhnya yang sudah segar.
Tadi sehabis meletakan tubuh Alena diatas ranjang, Kevin bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, namun disaat ia keluar dari kamar mandi, pria itu mendapati istrinya terlihat sedang marah.
Marah? Marah dengan siapa? Apa penyebabnya?
Dari pada menerka-nerka didalam hati, pria itu memutuskan untuk bertanya pada istrinya itu.
"Ada apa, sayang?" tanya Kevin pada istrinya yang sedang mencengkram erat ponselnya.
Alena yang awalnya menatap pada ponselnya, kemudian beralih menatap pada suaminya.
"Kamu ini ceroboh sekali sih Mas," ucap Alena.
"Maksudnya?" tanya Kevin karena tidak mengerti dengan ucapan Alena.
Alena segera menunjukkan foto dan vidio diponselnya pada Kevin, agar pria itu melihat sendiri apa yang membuat dirinya marah.
Kevin lalu melihat foto dan vidio diponsel Alena, yang membuatnya mengangkat sebelah alis untuk menanggapi foto dan vidio tersebut.
Pria itu juga tidak menunjukan ekspresi marahnya, ia justru terkekeh karena melihat wajah Alena yang kesal.
"Nggak papa sayang, aku juga sudah selesai ujiannya," ucap Kevin santai yang membuat Alena melototkan matanya.
"Kalau kamu nggak lulus gimana?" tanya Alena.
"Aku nggak lulus juga tetap akan jadi CEO," jawab Kevin masih dengan santainya.
Alena yang kesal kemudian mencubit pinggang suaminya, membuat pria itu menjerit kesakitan.
"Aww, sakit sayang!" ucap Kevin.
"Aku khawatir karena ini kamu bisa nggak lulus, tapi kamu justru santai-santai aja," ucap Alena.
"Iya ma'af, benar deh kamu tidak usah khawatir. Aku lulus atau nggak papah tetep akan mewariskan usahanya padaku," ucap Kevin dengan percaya dirinya.
__ADS_1
Alena yang sebal dengan suaminya hanya mencebikan bibirnya saja, kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Setelah kepergian Alena masuk kedalam kamar mandi, wajah Kevin yang awalnya tesenyum berubah menjadi marah.
Ia juga marah karena foto dan vidio tersebut bisa membuat karier Alena tercoreng karena menikahi muridnya sendiri yang masih sekolah.
Pria itu segera meraih kembali ponsel Alena, kemudian membuka foto dan vidio yang tadi ditunjukan Alena padanya.
Kevin bisa melihat, foto dan vidio itu dikirim oleh Bu Irma dan Bu Luna.
"Oohh rupanya kalian mau main-main denganku," gumam Kevin.
Meski marah pada kedua orang itu, tapi Kevin berusaha menutupi agar istrinya tidak mengetahuinya.
Setelahnya pria itu meletakan kembali ponsel istrinya diatas nakas.
Pria itu segera menyusul istrinya yang masuk kedalam kamar mandi. Ia juga ikut mandi bersama dengan Alena.
Padahal pria itu, tadi sudah mandi lebih dulu, tapi saat melihat istrinya mandi dengan tidak mengenakan sehelai benangpun membuat pria itu ingin mandi lagi.
Bukan hanya sekedar mandi, tapi kedua orang itu juga melakukan dibawah guyuran air shower, membuat keduanya sedikit melupakan masalah yang tengah dialaminya.
Setelah selesai dengan kegiatannya, kedua orang itu segera memesan makanan, untuk mereka makan malam.
Meski tidak diherani, ponsel Alena tak kunjung senyap, justru terus-terusan berdering, membuat wanita itu mau tidak mau menjawabnya.
Sebelum menjawab, Alena terlebih dahulu melihat siapa yang menghubunginya, yang tidak lain rekan gurunya, kepala sekolah dan juga Andrian.
Alena memilih menjawab panggilan telepon dari Andrian, sedangkan panggilan telepon dari yang lainnya ia abaikan.
"Hallo Pah," ucap Alena setelah panggilan telepon tersebut terhubung.
"Al, apa kamu sudah baca pesan yang ada di grup chat guru SMA Cempaka?" tanya Andrian.
"Sudah Pah. Ada seseorang yang menyebarkan foto dan vidio aku yang sedang bersama Kevin dihotel ini," jawab Alena.
"Iya Al. Besok kamu diminta datang kesekolahan untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Andrian.
"Baik Pah, besok aku akan datang kesekolahan," ucap Alena.
Panggilan telepon tersebut berakhir dengan Andrian yang lebih dulu mematikan panggilan telepon tersebut.
Dengan wajah murungnya, Alena berjalan menghampiri suaminya yang sedang duduk disofa hendak menikmati makan malam.
"Apa kata papah, Sayang?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Besok aku diminta untuk datang kesekolahan," jawab Alena dengan lirih.
"Apa masih karena masalah foto dan vidio itu?" tanya Kevin.
Alena menganggukan kepalanya dengan wajahnya yang masih murung.
"Bagaimana kalau kamu tidak lulus? Bagaimana kalau karier aku sebagai guru tercoreng karena menikahi murid sendiri," ucap Alena dengan lesu.
"Kamu tidak usah khawatir, semuanya akan baik-baik aja," ucap Kevin sembari mengusap punggung istrinya.
Lagi-lagi Alena hanya menganggukan kepalanya untuk menanggapi ucapan suaminya, tapi dalam hatinya ia masih tidak tenang dengan kekhawatiran tersebut.
Alena hanya duduk diam tidak berminat sama sekali dengan makan malam yang sudah mereka pesan tadi.
Melihat Alena yang hanya diam, membuat Kevin berinisiatif untuk menyuapi wanita itu.
Makan malam dengan pecel lele terasa lebih nikmat dibandingkan dengan masakan lainnya, apa lagi makan itu disuapi oleh suami yang ia cintai.
Alena yang awalnya tidak berselera dengan makan malamnya, kini menghabiskan hampir dua porsi pecel lele tersebut.
"Kenyang?" tanya Kevin.
"He'em," jawab Alena seraya menganggukan kepalanya lalu meminum air mineral.
Setelah makan malam, Alena dan Kevin menikmati keberadaan mereka dihotel ini.
Keberadaan mereka dihotel ini membuat mereka jadi teringat dengan bulan madu yang belum pernah mereka alami selama pernikahan ini.
Awal-awal pernikahan mereka yang tidak baik membuat keduanya tidak menginginkan adanya bulan madu.
Oleh karenanya mereka sangat-sangat menikmati keberadaan mereka dihotel ini.
Meski keduanya tengah memiliki masalah yang serius, tapi hal itu tidak membuat mereka saling berjauhan, justru semakin mengeratkan keharmonisan rumah tangga mereka.
"Sayang," panggil Kevin.
"Iya Mas ," jawab Alena.
"Ma'af ya aku belum pernah ngajak kamu bulan madu," ucap Kevin.
"Nggak papa Mas, yang pentingkan aku sudah hamil sekarang," ucap Alena.
Saat ini mereka sedang berbaring ditempat tidur dengan saling berhadapan dan Kevin memeluk pinggang istrinya.
"Tapi sekarang aku jadi ingin kita bulan madu," ucap Kevin dengan mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1