Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Hari pernikahan


__ADS_3

Pernikahan yang ditunggu-tunggu telah tiba, para pelayan sibuk kesana kemarin menata makanan dan minuman,...


Sebuah aulah sudah didesain secantik dan sebagus mungkin untuk pernikahan dari tangan kanan sang tuan muda, nama Luis wiguna tidak lepas dari semua acara ini, belakangan ini nama Luis wiguna juga sibuk diperbincangkan dari kalangan masyarakat dan kalangan bisnis, karna kelahiran anak kembar nya, banyak hadiah dan ucapan berdatangan, sampai-sampai mansion nya tidak pernah sepi dikunjungi sahabat ataupun rekan bisnis....


Tiara sudah terlihat cantik dibalut gaun pengantin yang langsung dipilihkan oleh Daren, wajah nya pun sudah selesai dirias, tangan atau Mua benar-benar merubah Tiara menjadi seorang bidadari yang jatuh dari kayangan, sampai-sampai saat Kania masuk ia pun sangat terkagum-kagum dengan kecantikan Tiara...


"Tiara, kamu cantik banget, aku sampai ngak bisa ngenalin kamu, kakak yakin pasti Daren akan terpanah melihatmu..."Tiara tersenyum malu-malu, saat mendengar pujian dari wanita yang sudah ia anggap sebagai kakak nya itu...


"Kakak bisa aja, terima kasih ya kak, seandainya dulu kakak tidak datang menyelamatkan aku mungkin hari ini aku tidak bisa berada dititik ini, aku janji akan selalu nurut sama kakak..."terlihat cairan bening menyapu wajah cantik nya,jika mengingat perlakuan keluarga nya ia selalu ingin mengakhiri hidupnya tetapi adanya Kania membuat ia sadar dan terlepas dari ketakutan nya...


Seorang pelayan datang, menghampiri kedua wanita yang sibuk berbincang-bincang dan memberitahukan jika pengantin Pria telah datang bersama rombongan, seketika wajah Tiara terlihat gugup, jantung nya juga berdetak sangat kencang, Kania yang melihat kegugupan Tiara hanya bisa menggenggam dan memberikan semangat pada wanita itu...


"Tenang, semua nya akan baik-baik saja, jangan tegang!..."Tiara mengangguk pelan, tapi sama sekali tidak mengurangi rasa gugup nya...


"Sekarang tenangkan dirimu, tarik nafas yang panjang kemudian keluarkan secara perlahan..."Tiara menurut kemudian melakukan apa yang Rania ucapkan, setelah merasa tenang, Rania pun membantu Tiara untuk bangun dan berjalan menuju Aula....


Daren yang sedari tadi hanya diam menunduk, seketika mengangkat kepala nya saat Mama menyenggol nya dan memberitahukan jika pengantin nya sudah datang, dan betapa terpanah nya Daren saat melihat Tiara berjalan kearah nya ia sampai tidak bisa berkedip saking kagum nya melihat calon istri nya yang begitu cantik dan manis...


"Santai aja bro, sebentar lagi dia akan jadi milik kamu..."celetuk Luis membuat Daren salah tingkah,, jantung kedua nya berdetak dua kali lebih kencang saat mereka duduk berdampingan...


"Bagaimana, kedua mempelai apa sudah siap?...."tanya penghulu kepada kedai pengantin, Daren mengangguk begitupun Tiara...


Penghulu mengulurkan tangan nya meminta Daren untuk membalas nya,,,Seketika ruangan menjadi sunyi, saat penghulu mulai membimbing Daren untuk mengucapkan ikrar suci....

__ADS_1


"Bagaimana para Saksi, Sah?...."


"SAH..."


semua bersorak mengatakan kata SAH, membuat tubuh Tiara bergetar hebat, kini ia telah menyandang status baru, menjadi seorang istri, istri dari laki-laki yang pernah membuat kehidupan nya hancur hingga ia dibuang dari keluarga nya, laki-laki yang membuat ia putus asa dengan keadaan, dan sekarang laki-laki itu sudah menjadi suami nya, laki-laki yang akan menjaga dia dan anak nya....


Tiara mengulurkan tangan nya, yang langsung disambut oleh Daren, kemudian, Tiara mencium punggung sang suami bergantian dengan Daren yang mencium keining Tiara...


Rania menuntun Daren dan Tiara menuju Panggung untuk menyambut para tamu yang ingin memberikan ucapan selamat...


"Selamat ya dek, akhir nya kamu menikah juga, kakak bener-bener senang, semoga kamu bahagia bersama keluarga kecilmu..."


"Makasih kak, kebahagiaan ini semua karna kakak, aku berhutang nyawa pada kakak...."menyeka air mata nya yang ingin tumpah....


"Daren jaga dia baik-baik ya!!..."Seru Rania sebelum ia turun dari panggung....


Setelah acara selesai, Daren membawa Tiara untuk kekamar, ia kasihan melihat istri nya yang terlihat sangat kelelahan...


"Mandilah terlebih dahulu, aku taukamu sangat lelah!!..."Seru Daren saat melihat Tiara duduk disofa...


"Emm, ba-baiklah...."Tiara langsung memutuskan pantat nya dengan sofa yang baru saja menyatu, ia berjalan masuk kedalam kamar mandi, ia ingin segera bebas dari gaun yang berat dari lebar ini, tubuh nya seakan remuk, sebelum ia masuk kedalam kamar mandi, ia terlebih dahulu mengambil baju tidur nya, ia tidak ingin kejadian seperti disinetron ataupun dinovel terjadi pada nya, harus meminta pada suami nya mengambil pakaian karna lupa...


Ada perasaan takut dalam hati Tiara apalagi melihat Tempat tidur yang bertabur bunga mawar diatas nya, ia takut jika Daren meminta hak nya sebagai suami, apa yang harus ia lakukan, apakah ia harus memberikan nya atau tidak, terlebih mereka tidak saling mencintai...

__ADS_1


"Astaga kemana aku malah melamun..."Tiara menggelengkan kepala nya, kemudian ia membuka gaun nya dan mandi....


Usai mandi, Tiara pun keluar dan melihat suami nya yang sedang berbaring di atas kasur, perlahan Tiara mendekat dan dengan ragu menyentuh kaki Daren...


"Mandi dulu kak..."Ujar Tiara dengan suara pelan, Daren yang sebenarnya tidak tidur pun dapat mendengar, ia bangun dan turun dari ranjang kemudian berjalan masuk kedalam kamar mandi tanpa mengatakan apapun, jujur saja Daren juga merasa gugup dan tidak tau apa yang harus ia katakan....


Usai mandi, Daren keluar dan melihat Tiara yang sedang duduk diatas tempat tidur, meluruskan kaki nya yang terasa pegal, Daren mendekat kemudian mengangkat kedua kaki Tiara dan meletakkan nya di paha, hal itu membuat Tiara terkejut dan ingin. menarik kaki nya...


"Tidak usah khawatir, aku tidak akan melakukan apapun, aku akan menunggu kamu sampai siap,..."Mulai memijat kaki Tiara dengan pelan...


"Maaf, aku belum siap...."menundukkan kepala nya merasa bersalah pada sang suami....


"Tidak apa-apa, aku akan menunggu, sekarang kita tidur, besok kita harus menjemput Diko dirumah Luis, sekaligus pamitan, mulai besok kita akan tinggal dirumah pemberian Luis..."Tiara mengangguk pelan kemudian membaringkan tubuh nya....


Sayang, sekali lagi aku ingin mengucapkan terimakasih karna kamu sudah mencintai aku menjaga ku dan menyanyiku, aku sangat bahagia, Rania mengagungkan tangan nya dileher Luis, menjinjit mencoba mencium bibir suami nya yang seksi, Luis yang jahil pun sekali-kali mendongak agar Rania tidak berhasil mencium bibir nya...


"Hahah, kamu sanggat mengemaskan baby, aku tidak butuh terima kasihmu, yang aku butuhkan adalah hadiahku, aku ingin hadiahku malam ini..."menyeringai penuh arti, Rania yang tau maksud sang suami hanya menggeleng pelan, tapi ia pun hanya mengangguk, sudah hampir 40 hari ia belum memberikan jatah pada suami nya...


Luis tersenyum senang, ia pun mulai mendorong tubuh Rania keatas ranjang, kemudian mulai menyerang Kania dengan pemanasan ringan hingga terjadilah sesuatu yang diinginkan kedua nya....


Terimakasih tuhan, telah mengirimkan suami yang sangat baik padaku, walaupun awal nya dulu aku sangat membenci nya, tapi sekarang aku sangat mencintai nya, semoga keluargaku selalu bahagia....


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2