
Kania membulatkan mata nya melihat Mansion Luis yang begitu megah dan Luas, ini adalah pertama kali nya Kania melihat Mansion sebesar ini...
"Ini Mansion apa istana mas besar banget?..."Tanya Kania yang masih terpukau melihat Mansion suami nya...
"Mansion kampungan..."Kania seketika melihat Luis dengan tajam, ingin sekali Kania mengcekik leher Luis saat itu juga, tapi sayang lagi dan lagi ia tidak punya keberanian yang tinggi...
Saat Kania dan Luis turun, Semua pelayan dan penjaga menunduk hormat dan mengucapkan kalimat selamat datang dengan serempak, Kania benar-benar terharu melihat nya...
"Selamat datang Tuan muda, Nona muda, akhir nya yang kita tunggu-tunggu datang juga..."Ujar Daren setelah membungkukkan badan nya...
"Luis aku ingin menyampaikan hal penting padamu, bisa kah kita bicara sebentar?..."Tanya Daren yang memberikan kode pada Luis, Luis yang mengerti pun mengangguk...
"Pelayan antara Nona muda kekamar!!..."Seru Luis dingin, Seorang pelayan pun membawa koper Kania dan mengantar Kania kekamar utama, sementara Luis menuju ruang kerja nya diikuti oleh Daren...
"Luis, aku menemukan petunjuk dari orang yang telah membunuh Oma dan Opa dari suruhan kepercayaanku..."Ujar Daren setelah mereka sudah duduk disofa,...
"Katakan cepat, aku ingin mengetahui siapa yang telah berani bermain api denganku!!...'Seru Luis dengan sorot mata tajam menanti jawaban dari Daren...
"Menurut orang suruhanku mereka bertiga berasa dari Mafia D'Blak..."Kening Luis berkerut mendengar Nama Mafia itu, Mafia yang sama sekali tidak pernah diketahui siapa pemimpin nya...
"Apa Urusan nya D'Blak dengan Oma dan Opa, ada dendam apa mereka pada kedua orang tua Papaku?...."Daren menaikkan bahu nya pertanda tidak tau, memang D'Blak adalah kelompok Mafia terbesar kedua didunia, tidak ada yang tau siapa pemimpin kelompok itu bahkan orang kepercayaan D'Blak pun tidak tau siapa sebentar nya ketua mereka,....
"Seperti nya kita harus menyelidiki ini sendiri, mengandalakan orang suruhan tidak akan membuahkan hasil..."Ujar Luis dengan tangan terkepal...
Tak lama kemudian Daren pun pergi dan pulang keapartemen nya, sementara Luis masuk kedalam kamar utama....
__ADS_1
Saat Luis masuk, ia melihat Kania sedang berada dibalkon, perlahan Luis mendekat dan mendengar Kania yang seperti sedang terisak....
"Mama, aku sekarang sudah menikah, aku tidak tau Ma, pernikahanku dengan nya akan berakhir baik atau buruk, kami tidak saling mencintai, tidak ada cinta diantara kami, hanya ada bayi dalam perutku yang mengikat kami dalam sebuah ikatan pernikahan, Ma semoga keputusanku ini tidak salah, dan semoga mama bisa menerima menantu mama dengan baik,..."Ujar Kania menghapus air mata nya, Luis terdiam, Ia yang tadi nya ingin menghampiri Kania seketika ia urunkan,....
Luis memilih untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket, Usai mandi dan berpakaian, Luis keluar dari kamar mandi dan mendapati Kania yang sudah duduk dimeja Rias, menyisir rambut panjang nya...
Lagi dan lagi Luis selalu terpesona melihat Kania dengan rambut panjang nya,...
"Mas Luis kenapa melihatku seperti itu?..."Tanya Kania melihat Luis dipantulan cermin,...
"Tidak apa-apa,..."Jawab Luis gugup, ia milih untuk keluar kamar dan menuju ruang kerja nya, berada didekat Kania selalu membuat jantung nya berdetak kecang....
Dasar Tuan muda aneh..."Kania menggelengkan kepala nya dan kembali menyisir rambut nya yang sangat panjang...
Malam hari nya, Kania dan Luis sudah berada dimeja makan, sedari tadi Kania hanya mengaduk-ngaduk makanan nya tanpa memakan nya hal itu tak lepas dari pandangan Luis...
"Ada apa, saya perhatikan sedari tadi kamu hanya mengaduk-aduk makanan nya??..."Kania menarik napas panjang dan membuang nya perlahan, kemudian menatap dalam bola mata Luis...
"Mas jika anak ini lahir apa kamu akan menceraikan aku dan mengambil bayiku?..."
Uhukk uhukk....
Luis terbatuk-batuk saat mendengar pertanyaan Kania, Kania langsung mengambilkan air minum untuk suami nya,...
"Terimakasih..."Ujar Luis meraih gelas yang disodorkan Kania lalu meneguk nya hingga habis...
__ADS_1
"Maaf Mas, mungkin pertanyaanku ini membuatmu tidak nyaman, aku hanya bingung saja, kita terikat dalam pernikahan suci karna anak ini, dan sama sekali tidak ada cinta didalam nya,..."Luis terdiam, ia sama sekali tidak memikirkan habisi sebelum nya, ia menikahi Kania hanya karna tidak ingin anak nya menderita suatu saat nanti...
"Sampai kapan kita akan dalam rumah tangga yang tidak memiliki cinta mas? aku takut anak kita nanti nya bernasib sama seperti aku..."
Brakkk.....
Kania sangat terkejut saat Luis. mengebrak meja dengan keras, ia melihat Luis yang sedang menahan emosi nya...
"Kita akan bercerai setelah anak itu lahir, dan saya tidak akan menghalangi kamu untuk menemui nya, dia akan bersama mu satu bulan begitupun dengan saya..."Ujar Luis setelah nya pergi meninggalkan ruang makan...
Kania menarik napas panjang dan membuang nya perlahan, Kania pun ikut bangkit dan memutuskan untuk kekamar nya, Kania memutuskan untuk kebalkon untuk melihat bintang-bintang diatas langit....
"Ada apa denganku, kenapa hatiku seperti terluka saat mas Luis mengatakan tentang perceraian?..."Gumam Kania memegang dada nya, Kania menggelngkan kepala nya kemudian duduk disofa, pandangan nya tertuju pada bintang yang paling terang diantara ribuan bintang berkilauan diatas langit...
Sementara diruaangan nya, Luis tampak sedang meredam kemarahan nya mendengar pertanyaan Kania, entah kepada Luis pun tidak tau,...
"Ada apa denganmu Luis, tidak usah memikirkan wanita itu, kamu itu tidak mencintai nya, kamu menikahi nya karna anakmu bukan? jadi tidak salah kamu mengatakan hal barusan, cepat atau lambat kalian pasti akan berpisah...
Luis meraih ponsel nya dan menghubungi Bu Tika kepala pelayan disana untuk menyiapkan kamar untuk nya, ia tidak ingin satu kamar dengan Kania malam ini, ia takut tidak bisa mengontrol emosi nya dan menyakiti Kania, Usai menelepon Bu Tika, Luis mencoba untuk fokus pada pekerjaan nya....
Jam menunjukkan pukul 2 malam, Luis baru menyelesaikan pekerjaan nya, ia melihat jam dinding mewah yang terpasang dinding...
"Lebih baik aku mengambil baju kerja yang akan aku pakai besok, aku tidak ingin bertemu dengan Kania dulu..."Ujar Luis pergi kekamar utama nya, ia masuk dan langsung menuju pakaian ganti untuk mengambil pakaian kantor nya, saat Luis keluar dari ruang ganti, ia melihat kearah ranjang dan tidak mendapati Kania disana...
"Kemana Kania?...."Tanya nya melihat kekamar mandi, Luis yang ingin memastikan Kania ada didalam kamar mandi pun segera mengetuk pintu, tapi baru saja tangan nya mengetuk pintu itu langsung terbuka, Luis Masuk dan mencari Kania tapi yang dicari pun tidak ada disana,..
__ADS_1
"Kemana kamu Kania?..."Tanya nya seraya keluar dari kamar mandi, Luis melihat kearah pintu balkon yang sedang terbuka, dengan langkah yang lebar ia pun melangkah kebalkon dan dan mata nya membulat sempurna...
"Kania..."