Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Pengakuan Luis


__ADS_3

"Kak Nia, Kak Nia..."Kania terlonjat kaget saat Tiara menepuk punggung nya, ia seakan tidak sadar sama sekali...


Kania menggelengkan kepala nya melihat tingkah wanita yang sudah ia anggap seperti adik kandung nya sendiri, yang seperti orang kebingungan...


"Kak Nia kenapa, kok kayak bingung gitu?..."Kania menggelengkan kepala nya, ia tak berniat menceritakan kehidupan rumah tangga nya pada orang lain,...


"Tidak apa-apa,..."Sahut Kania tersenyum ceria, inilah cara Kania menyembunyikan masalah nya, ia akan memendam nya sendiri...


"Kakak belum menjawab pertanyaan ku, apa kakak tidak merasa kehilangan atas kepergian Kak Luis, rasa nya kakak begitu sangat biasa-biasa saja...."Tanya Tiara mengulang pertanyaan nya...


"Kakak tidak tau, kakak bingung,..."Tiara terdiam, sedikit terkejut dengan jawaban Kania,...


"Kak Nia dan Kak Luis menikah karna cinta kan kenapa pertanyaan gampang seperti itu tidak bisa kakak jawab bahkan kakak mengatakan sangat bingung?..."Kania menggaru tengkuk nya yang tidak gatal, ia bingung harus menjawab apa, tidak mungkin ia mengatakan jika pernikahan mereka hanya karna Kania hamil duluan....


"Tentu saja kami menikah karna cinta, hanya saja, Mas luis selama ini selalu pergi keluar kota, dan kakak sering sendiri, awal nya kakak sangat merasa kehilangan, tapi mungkin karna kakak sudah terbiasa ditinggal oleh nya kakak terlihat biasa-biasa saja..." Sahut Kania berbohong, Tiara yang tidak tau yang sebenarnya percaya saja, Kania menghela nafas Lega, untung saja Tiara percaya batin nya...


Setelah lama mengobrol santai, Kania pun kembali kekamar nya, hal yang pertama ia lakukan adalah mengambil ponsel nya...


"Dan sekarang benar, aku merasa sepi tanpa mas Luis...."Kania membaringkan tubuh nya dan tidur terlentang, perlahan tangan nya bergerak menyentuh perut nya yang mulai terlihat menonjol karna bayi yang ada didalam perut nya, Kania kembali mengingat pertemuan nya dengan Luis yang sangat tidak mengesangkan, apa lagi saat mengingat saat diri nya memaksa Luis untuk memperkosa nya, Kania benar-benar bingung dengan takdir yang tuhan gariskan untuk nya...

__ADS_1


Sementara diseberang sana, seorang laki-laki sedang berpesta ria dengan beberapa botol minuman, ya dia adalah Luis, ia merasa sangat kecewa atas jawaban Kania, hati nya seakan terluka sangat dalam...


"Dasar bodoh kamu Luis, kenapa kamu mengharapkan wanita itu merindukanmu, dia tidak akan pernah merindukan mu tidak akan pernah, karna tiada ada cinta sedikitpun dihati nya untuk mu, dirimulah yang bodoh karna membiarkan dia masuk kedalam hatimu begitu saja..."Luis terus saja bergumam dan sekali-kali tertawa, ia meraih ponsel nya dan mencari nomer Kania...


Halo apa, apa kamu senang telah membuatku seperti ini, kamu membuat aku gila...."Kania yang baru saja menjawab telfon nya terkejut mendengar pertanyaan Luis, ia sama sekali tidak mengerti ucapan Luis...


"Apa maksudmu mas Saya tidak mengerti dan ada apa denganmu apa kamu sedang mabuk?..."Tanya Kania yang benar-benar tidak tau apa maksud pertanyaan dari Luis....


"Kamu memang tudah mengerti maksudku, dan kamu tidak akan pernah mengerti perasaanku, aku yang salah karna berharap lebih padamu, aku tidak bisa menjaga hatiku sampai-sampai kamu masuk dan membuatku gila seperti ini, dan aku terlalu bodoh karna berharap kamu juga mencintaiku, tapi tenang saja aku tidak akan lagi mencintaimu, tidak akan lagi...."


Tut, sambungan telfon pun terputus, Luis melempar ponsel nya dengan sangat keras kelantai...


Sementara Kania hanya diam memandang ponsel nya, terkejut? tentu saja Kania terkejut dengan pengakuan Luis pada nya, ia tidak menyangka jika laki-laki yang menikahi nya ternyata telah menyimpan perasaan pada nya...


"Akhh, terima kasih tuhan kamu engkau telah berhasil menghancurkan kehidupanku..."Kania merasa lemas, berkali-kali melirik ponsel nya berharap Luis kembali menelefon...


Sudah satu jam lama nya Kania menunggu tapi sampai sekarang Luis tak lagi menelfon, tanpa berfikir Kania langsung menelfon Luis, ia sangat khawatir apa lagi Luis terdengar sedang mabuk....


"Mas Luis kenapa ngak angkat telfon aku sih, apa yng sedang dia lakukan?...."Kania merasa cemas memikirkan Luis, pikiran-pikiran tidak baik mulai menyerang pikiran nya apa lagi Luis tak kunjung menjawab telfon nya....

__ADS_1


"Bagaimana kalau mas Luis ngak sadar dan mencari wanita untuk, apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin hal itu terjadi..."Kania terlihat sangat cemas, terlihat dari tangan nya yang saling meremas, dan bibir nya yang sedari tadi selalu bergumam....


"Daren, aku harus telfon Daren..."Dengan cepat Kania menelfon Daren...


"Halo, Daren, saya ingin minta tolong sama kamu..."Ujar Kania setelah sambungan terhubung...


"Apa apa Kania, kamu ingin minta tolong apa? katakan saja..."


"Tolong kamu kekamar Mas Luis, dia seperti nya sedang mabuk, saya takut dia kenapa-napa, apa lagi dia sekarang lagi mabuk, bagaimana kalau ada wanita yang memanfaatkan ketidak sadaran nya...."Luis terkejut mendengar ucapan Kania, ia langsung menyimpan laptop nya dan berlari kekamar Luis...


Saat Daren membuka pintu, ia sudah bisa melihat Luis yang tergelak tak sadarkan diri sudah tergeletak dilantai dengan botol minum yang berserakan kemana-mana, bahkan bau alkohol juga tercium dengan sangat jelas diruangan megah itu ...


"Luis, apa yang kamu lakukan, kenapa kamu seperti ini?..."Daren membantu Luis dan membaringkan nya diatas ranjang, sementara Kania hanya diam mendengarkan...


"Bikin susah orang saja, Lagian kenapa harus mabuk-mabukan segala sih..."Setelah menyelimuti dan membereskan botol minuman Luis Daren pun keluar dan kembali kekamar nya...


"Bukan nya menyelesaikan masalah malah menambah masalah saja dasar Luis, kalau udah jatuh cinta kayak orang gila..."Pekik Daren kesal, tanpa ia ketahui sambungan telfon nya masih terhubung dengan Kania...


"Syukurlah Mas Luis baik-baik saja, jadi aku ngak terlalu cemas memikirkan nya, seperti nya Daren juga sangat sibuk, lebih baik aku matiin saja telfon nya..."Kania pun memutuskan sambungan telepon nya tanpa pamit pada Daren yang sudah sibuk dengan Laptop nya...

__ADS_1


Kania menghela napas lega, kecemasan nya seketika menghilang, Kania memutuskan untuk membersihkan diri nya sebelum makan malam, perut nya juga tidak boleh kosong, karna ada bayi kecil yang membutuhkan makan dari nya...


"Maafkan aku mas Luis, bukan nya aku tidak ingin mencintaimu, hanya saja aku belum mencintai kamu,....."


__ADS_2