
Selepas kepergian Luis, Kania pun masuk bersama Mama Liana, mama Liana terlihat begitu bahagia karna menantu kesayangan nya akan tinggal bersama nya sampai Luis kembali dari luar negeri,...
"Kamu tidak apa-apakan sayang?..."Tanya mama Liana saat melihat Kania diam saja...
"Tidak apa-apa ma, Ma boleh ngak kalau hari ini Kania kerumah? Kania mau mengunjungi makam mama Kania...."Tanya Kania yang diangguk oleh mertua nya...
"Yang penting mama harus ikut, mama juga mau tau besan mama, ngak apa-apakan?..."
"Ngak apa-apa ma, Kania malah sangat senang kalau mama mau ikut..."Ujar Kania senang,...
"Ya sudah, sekarang kamu istirahat, nanti siang kita baru kerumah kamu!!..."Seru mama Liana yang diangguki oleh Kania...
Kania pun menuju kamar yang pernah ditempati bersama Luis, perlahan Kania menjatuhkan tubuh nya diatas kasur empuk milik nya, kemudian tangan nya meraih ponsel yang ada didalam tas nya, tangan Kania mencari kontak yang bertuliskan Suami sementaraku....
__ADS_1
"Jangan Kania nanti mas Luis kegeeran lagi, lagian diakan baru pergi..."Ujar Kania yang menghentikan niat nya ingin menghubungi Luis, Kania kembali menyimpan ponsel nya dan masuk kedalam kamar mandi...
Sementara Luis yang tengah di perjalanan juga sedang tidak Karuan, yang ada dipikirin nya hanya Kania dan Kania, rasa nya ia sangat ingin kembali dan mengajak istri nya untuk ikut bersama nya, rasa nya sangat tidak nyaman jauh dari Kania....
Daren yang sedang duduk disamping nya hanya tersenyum tipis, kini ia menyadari jika Bos nya benar-benar telah mencintai Istri nya hanya saja Luis belum menyadari hal itu...
"Apa mungkin Kania juga sudah mencintai Luis ya? semoga saja begitu, agar Luis tidak patah hati untuk yang kedua kali nya dengan orang yang berbeda, semoga bersama Kania sikap Luis yang tersembunyi bisa ia perlihatkan, karna jujur saja aku sangat tidak suka ada yang mengosip Luis tentang sifat nya yang sombong, Angkuh, kejam dan brutal...."Ujar Daren dalam hati....
"Kalau kamu gelisah begitu mending telfon aja!!..."Seru Daren melihat Luis yang sedari tadi melihat ponsel nya...
"Seorang bawahan yang teraniaya..."Pekik Daren membuka laptop nya dan mencari tahu masalah yang lebih mendalam tentang anak perusahaan yang ada diChina...
Siang hari nya, seperti yang Kania bilang tadi, ia benar-benar kerumah ayah nya ditemani oleh mama mertua nya, ia sudah sangat merindukan mama nya...
__ADS_1
Sesampai nya disana, Ayah Fahmi beserta mama Rina terkejut, pasal nya Kania tidak memberitahu mereka jika ia akan datang bersama mertua nya, Mama Rina sangat antusias menyambut besan nya, ia bersikap sangat baik dan ramah, bagimana tidak, ia tau jika Mama Liana masih memiliki seorang putra yang sedang tinggal diluar negeri, ia punya rencana akan menjodohkan Ririn dengan anak kedua Liana dengan begitu dia bisa hidup mewah dan tidak perlu menunggu uang suami nya harus cair, tapi tanpa mama Rina ketahui, Mama Liana telah mengetahui semuaasa lalu mama Rina dan bagaimana ia mencoba merebut ayah Fahmi dari Mama kandung Kania...
"Selamat datang Nyonya Liana, senang bisa bertemu anda kembali, Kania kenapa kamu tidak memberitahu jika kamu dan mama mertuamu akan kesini, jadi nya mama bisa memasak makanan yang enak..."Kania memutar bola mata nya melihat tingkah Mama Rina yang begitu menjijikkan dimata Kania...
"Sejak kapan kamu bisa memasak? bukankah selama ini kamu tidak bisa memasak, jangankan memasak menyentuh pisau dapur saja kamu tidak pernah, selama ini kamu hidup karna masakan bi Ani, jika orang akan hidup karna masakanmu semua orang sudah mati sejak lama kamu dan anakmu juga bisa hidup karna menghancurkan keluargaku, karna kamu dan anakmu mamaku pergi meninggalkan aku, dan sayang nya lagi mamaku mendapat laki-laki brengsek, seperti suamimu ini ..."Mama Rina mati kutu, ia hanya bisa memaksakan senyum nya ada sang besan, Sungguh Kania membuat nya sangat malu, Ayah Fahmi yang mendengar ucapan puteri nya hanya diam membisu, memang benar kata Kania dia adalah laki-laki brengsek yang dengan muda tergoda karna nikmat sesaat, sehingga ia kehilangan istri beserta putri nya...
"Ma, Kania mau kekamar dulu, ada barang berharga yang harus Kania ambil...."Kania pun pamit untuk kekamar pada mama mertua nya, Jujur saja Kania sangat gerah berada dekat dengan kedua manusia yang penuh dengan drama dihidup nya, mama Liana mengangguk tersenyum, Kania pun meninggalkan mama mertua nya diruang keluarga, sebelum kekamar Kania terlebih dahulu kedapur menemui bi Ani untuk segerar membuatkan mama mertua nya minuman dan cemilan...
"Maaf ya Jeng, Kania mamang sangat tidak suka dengan saya, dia menganggap jika saya dan anak saya yang menyebabkan mama nya meninggal, saya sebenar nya sangat sedih dengan sikap Kania yang selalu kasar dan kurang ajar pada saya, mungkin dulu mama nya tidak mengajar Kania untuk bersopan santun..."Ujar Rina menunduk sedih, Mama Liana hanya mengangguk malas...
"Tidak papa Jeng, Lagian apa yang dikatakan menantu saya memanglah benar, Untuk saja Suami saya Setia, walaupun sering kali dia keluar kota sendiri dia tidak pernah tergoda dengan wanita murahan diluar sana yang rela melakukan apapun demi harta dan jabatan, seperti Jeng Rina ini yang sudah memaafkan tuan Fahmi karna beliau jauh dari istri nya, kebaikan nya menolong anda dari preman menyebabkan menantu saya Kania harus menjadi korban..."Rina dan Ayah Fahmi sontak saja terkejut, Mama Rina langsung berdiri dan meninggalkan ruang keluarga tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia sangat terhina dengan ucapan Mama Liana...
Ayah Fahmi berdiri didepan Mama Liana kemudian ia menundukkan badan nya menyentuh kaki mama Liana, hal itu tentu saja membuat Mama Liana sangat terkejut...
__ADS_1
"Saya tau saya memang melakukan kesalahan yang sangat sulit untuk dimaafkan, tapi kasih sayang saya terhadap Kania tidak pernah berkurang sedikitpun, bahkan saya rela kehilangan nyawa saya demi Kania, Nyonya, saya tau anda sangat menyayangi anak saya seperti putri nyonya sendiri, tolong jaga dia nyonya, jangan pernah membuat ia menangis, ia sudah cukup menderita selama ini..."Mohon Ayah Fahmi memeluk kaki Mama Liana....
"Jangan seperti ini Tuan Fahmi, ini tidak biak dilihat orang, saya berjanji pada anda akan menjaga dan menyayangi Kania, tapi tolong berdiri,..."Seru mama Liana membantu Ayah Fahmi untuk berdiri, Tanpa mereka sadari, sepasang mata telah memperhatikan mereka dari atas tangga...