Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Drama koper dipagi hari


__ADS_3

"Koper aku kemana?..."Kania seketika panik, ia mencari koper nya kemana-mana tapi tidak menemukan koper nya, ia melihat Luis yang masih pura-pura tidur...


"Aku yakin ini semua ulah Mas Luis, dia menyembunyikan koperku karna ingin balas dendam...."Kania berjalan keranjang, baru saja ia ingin memukul Luis dengan bantal, Luis sudah membuka mata nya dan menatap tajam kearah Kania...


Kania meneguk ludah nya kasar, ia membalikkan badan nya dan memperbaiki handuk yang melilit dibadan nya yang sedikit longgar, kemudian ia membalikkan badan nya menghadap Luis...


"Ada apa denganmu, kenapa wajahmu masang begitu?..."Tanya Luis yang seolah tidak tau apa-apa...


"jangan pura-pura tidak tau Mas, saya yakin mas yang menyembunyikan koperku kan untuk membalas perlakukan tadi malam yang memberikan obat tidur kekopi mas Luis..."Ujar Kania dengan nafas menggebu-gebu....


"Maksud kamu apa Kania, saya menyembunyikan koper kamu? apa kamu tidak melihat jika saya baru bangun, dan apa yang kamu katakan,kamu memberi kopi saya obat tidur? siapa yang menyuruhmu melakukan nya hah?..."Kania terdiam, ia bingung apa yang harus ia katakan, Kania memegang handuk nya yang hampir saja melorot...


"Mas aku tau tadi kamu hanya pura-pura tidur, dan sekarang beritahu saya diman koperku?..."Tanya Kania yang begitu yakin jika Luis lah yang menyembunyikan koper nya...


"Wah- wah, berani sekali kamu menuduh saya, apa kamu punya bukti kalau saya yang menyembunyikan koper kamu, ngak punya kan,?..."Luis berjalan kekamar mandi dengan senyuman mengembangkan, tapi ia berhenti saat Kania sudah lebih dulu berdiri didepan pintu menghalangi nya untuk masuk...


Saya tidak akan membiarkan mas masuk kalau tidak memberitahu dimana mas menyimpan koper saya..."Kekeh kania menghalangi Luis untuk masuk kedalam kamar mandi, bukan nya menyerah, Luis malah tersenyum licik, seraya menaikkan alis nya bergantian, Ia memandang Kania dari ujung kepala sampai ujung rambut...


"Apa kamu ingin memberikan hak saya sebagai suami disini atau didalam kamar mandi, atau mungkin diatas ranjang?..."Kania membulatkan mata nya mendengar ucapan Luis, ia nyali nya seketika menciut, dengan perlahan Kania menyingkir dari pintu dan Luis pun masuk membawa pakaian nya, ia tidak bodoh seperti Kania yang selalu lupa membawa pakaian ganti masuk kedalam kamar mandi...


"Koperku dimana sih, tidak mungkin aku seperti ini sepanjang hari, mana aku laper lagi, Menyesal aku ngerjain Mas Luis tadi malam..."Kania kembali keatas ranjang dan duduk disana, ia memandang horor kepintu kamar mandi..

__ADS_1


Setelah menunggu hampir 30 menit, akhir nya Luis keluar dengan memakai baju santai, ia melihat Kania yang sendang memandang nya penuh permohonan....


"Aku akan memberikan kopermu tapi dengan satu syarat..."Tandas Luis yang langsung membuat Kania berdiri dan berjalan cepat kearah nya...


"Cepat katakan mas apa syarat nya,, aku sungguh lelah hanya memakai handuk seperti ini!..."Luis tersenyum licik, ia berjalan mengambil pulpen diatas nakas dan kembali menghampiri Kania, Luis lalu mencoret wajah Kania hingga seperti kucing...


"Minta maaf padaku dan memohon untuk mengembalikan kopermu!..."titah Luis yang langsung disetujui oleh Kania...


"Saya jago nya berakting Tuan muda menyebalkan..."Ujar Kania dalam hati, baru saja Kania mengambil ancang-ancang, Luis susah mengarahkan sebuah ponsel kepada nya guna untuk merekam nya...


"Cepat lakukan!!..."Seru Luis menaikkan alis nya, Kania benar-benar kesal,ingin sekali ia mentampol wajah didepan nya sekali saja tapi ia tidak berani sedikitpun....


"Mas, saya minta maaf ya karna sudah mengerjai kamu tadi malam dengan memasukkan obat tidur didalam kopi kamu, saya benar-benar minta maaf saya janji tidak akan mengulangi nya lagi kalau saya ulangi nanti saya berjanji lagi..."Luis menahan tawa nya melihat wajah lucu Kania, ia seakan terhibur....


"Memohonlah dengan benar jika kamu ingin koper butut itu!!..."Seru Luis yang seakan belum puas melihat wajah mengenaskan istri nya...


Kania terus meminta maaf dan memohon pada Luis, setelah melihat wajah tersiksa istri nya, ia pun meminta pelayan untuk membawa koper Kania masuk, Kania tersenyum bahagia, ia langsung mengambil koper nya, dan mengambil pakaian setelah nya ia berlalu kekamar mandi...


Usai memakai baju, Kania keluar dan melihat makanan yang sudah tersusun rapi diatas meja, Kania berjalan kesofa dengan penuh semangat, ia langsung duduk dan mengambil makanan untuk nya...


"Mas Hari ini kita kerumah mama kan?..."tanya Kania disela-sela makan nya...

__ADS_1


"Tidak, selama satu minggu ini kita akan tinggal dimansion,..."jawab Luis membuat Kania mengernyitkan dahi nya...


"Tapi kan mama bilang kita akan tinggal bersama mereka sampai saya melahirkan mas.."Ujar Kania,...


"Iya tapi untuk satu minggu ini, kita akan tinggal dimansion,..."Kania menghela napas panjang, percuma ia berdebat dengan suami menyebalkan nya, itu sama sekali tidak akan membuahkan hasil, jika suami nya sudah berkata A pasti A dan tidak akan berubah ke B ataupun C....


"Terserah anda yang mulia raja..."Gumam Kania kesal seraya meyendok makanan nya dengan kasar...


Usai sarapan, Kania dan Luis pun pulang kemansion seperti yang dikatakan Luis tadi, sepanjang perjalanan Kania hanya diam memikirkan cara agar dirinya bisa terhindar dari Luis...


"Kapan jadwal pemeriksaan kandungan kamu kedokteran?..."Kania yang semula diam langsung menoleh...


"Besok mas, tadi nya sih mau sama mama tapi kita kan pulang kemansion ya otomatis aku sendiri pergi periksa..."Jawab Kania seadanya dan kembali diam...


"Mas, kita boleh ngak kerumah tuan Fahmi sebentar saja, aku ingin mengambil semua barang-barang yang mama Kasih kesaya, masih ada beberapa yang tertinggal..."tanya Kania memohon, Luis pun mengangguk dan terus melajukan mobil nya...


Setelah sampai, Kania langsung turun dan masuk kerumah Ayah Fahmi diikuti oleh Luis...


Ayah Fahmi yang melihat putri dan menantu nya datang seketika berdiri dari duduk nya dan menghampiri Kania..


"Kania, Nak Luis, kenapa ngak bilang kalau kalian mau kesini? seandainya kalian bilang ayah akan menyuruh Bi Ani untuk memasak untuk Kalian...."Kania memutar bola mata nya malas, ia tidak menghiraukan ayah nya dan berlalu begitu saja naik kelantai 2 untuk mengambil semua barang-barang pemberian mama nya...

__ADS_1


"Nak Luis silahkan duduk dulu, saya akan meminta bi Ani membuatkan kopi dan cemilan untuk nak Luis..."Seru ayah Fahmi sopan,....


"Tidak perlu, saya dan istri saya hanya sebentar, Istri saya hanya mengambil barang-barang peninggalan mama nya......"Ujar Luis dingin, Ayah Fahmi menunduk dalam, sangat ternyata sangat sulit untuk mendapatkan maaf dari Kania setelah apa yang terjadi beberapa tahun silam....


__ADS_2