
Setelah sampai dirumah, Kania langsung menuju kamar nya untuk membersihkan badan nya yang serasa sangat lengket, sementara Luis langsung menuju ruang kerja nya...
"Sekarang kamu pulang, aku ada sedikit masalah disini!!..."Seru Luis dengan suara lemas, laki-laki yang diseberang telfon hanya tergelak...
"Apa Tuan muda kejam ini merindukan ku?..."Bukan nya menanggapi dengan serius, Daren malah bergurau membuat Luis berdecak kesal...
"Sudahlah, aku tau pekerjaan mu disana sudah selesai, sekarang cepat kembali aku punya tugas khusus untukmu!!..."Daren menghela napas panjang, ia baru istirahat selama 2 hari tapi Luis malah ingin menambah beban dihidup nya....
"Jadi anak buah hanya bisa menghela napas saja, baiklah aku akan kembali besok..."Setelah nya sambungan telfon terputus, Luis menghela napas panjang, pikiran nya kini kacau mengingat masalah yang terjadi pada perusahaan nya yang harus membuat nya rugi besar...
"Siapa yang mencoba bermain-main denganku, kenapa aku baru tau sekarang?...."Luis memijit pelipis nya, kemudian membuka laptop dan melihat laporan pengeluaran keuangan yang sangat fantastis....
Setelah lama berkutat dengan laptop nya, Luis berdiri lalu masuk ke dalam kamar, setelah sampai, Luis dapat melihat istri nya yang sedang kesusahan menyisir rambut panjang nya, perlahan Luis pun mendekati Kania dan mengambil sisir ditangan Kania...
"Mas, sisir nya balikin saya belum selesai, usil banget sih...."Protes Kania yang berusaha mengambil sisir yang Luis rebut...
"Tidak bisa, biar saya yang menyisir rambut kamu...."Kania menghela napas kasar, ia hanya bisa pasrah dan membiarkan Luis menyisir rambut nya dengan pelan.....
"Kania apa saya bisa meminta sesuatu pada kamu?...."Usai menyisir rambut Kania, Luis berjongkok didepan Kania dan menggenggam tangan Kania dengan lembut....
"Hmm, Mas Kuis mau minta apa dari saya, mas kaya, punya segala nya,apapun yang mas inginkan bisa mas dapatkan, lalu apa yang mas inginkan dariku?...."Luis tersenyum tipis, ia mencubit hidung Kania dengan gemas, membuat Kania sedikit merona...
"Saya memang kaya raya Kania, saya bisa mendapatkan apa yang saya mau, tapi yang tidak bisa saya dapatkan adalah hati kamu,..."Kania terdiam, bibir nya seakan dipaksa untuk tertutup kuat, jantung nya kini juga serasa sedang lari maraton, sementara otak nya berputar tidak tau apa maksud dari Luis...
__ADS_1
"Saya minta kamu jangan pernah meninggalkan saya, saya ingin hidup bersama kamu dan anak kita nanti, saya tidak menginginkan kata perpisahan diantara kita, jika perpisahan itu terjadi bayi kita yang akan jadi korban nya...."Kania menarik tangan nya yang digenggam oleh Luis, rasa nya Kania sangat gugup dan gemetar ia tidak ingin Luis sampai mengetahui jika diri nya sedang gementar kuat....
"Ada apa, apa kamu tidak mau menuruti permintaanku?..."tanya Luis pelan saat Kania melepas genggaman tangan nya... Kania yang tidak ingin Luis salah pahan menggeleng pelan...
"Bukan, bukan begitu mas, Saya hanya tidak nyangka saja, Saya, saya mau menuruti keinginan mas untuk bersama-sama membesarkan anak kita...."Luis yang semula cemas mengangkat bibir nya membentuk senyuman, Luis langsung memeluk Kania saking senang nya...
"Terima kasih Kania, terimakasih karna kamu sudah mau memenuhi permintaan saya, jujur saja saya sangat bahagia, dan saya minta maaf atas semua sikap kasar saya pada kamu dimasa lalu, saya janji akan menjaga kamu dan tidak akan pernah melukai kamu lagi..."Kania mengangguk haru, ia merasa sangat bahagia....
"Mas apa saya juga bisa meminta sesuatu?..."Tanya Kania usai pelukan mereka lepas, Luis mengangguk dengan semangat...
"Saya mau mas Luis jauhi semua perempuan yang mencoba untuk mendekati mas Luis, karna saya tidak mau nanti nya ada salah paham diantar kita berdua..."Luis tersenyum dan mengangguk, tangan nya kemudian terangkat mengelus perut Kania yang semakin lama semakin membesar...
"Saya janji kamu adalah satu-satunya kita mulai semua nya dari awal..."Mereka pun kembali berpelukan...
"Ya sudah saya mandi dulu ya...."Kania mengangguk, kemudian Luis pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan nya...
"Selagi nunggu mas Luis mandi lebih baik aku masak dulu deh..."Kania berdiri kemudian menuju dapur, ia ingin memasak makanan spesial untuk sang suami.....
"Hai semua, hmm malam ini biar saya yang masak, saya ingin masak makanan spesial untuk mas Luis, Kalian boleh istirahat!!..."Para pelayan saling pandang, bingung harus mengiyakan atau tidak, takut? tentu saja mereka takut Luis marah jika membiarkan Nona muda mereka memasak, apa lagi Kan ia sedang hamil dan gampang kecapean...
"Saya mohon, Mas Luis tidak akan marah, percaya saja pada saya...."Lama para pelayan saling pandang sampai pada akhirnya suara bariton dari arah pintu dapur terdengar menggema....
"Apa kalian tidak mendengar perintah dari istriku, dia ingin memasak makan malam spesial untukku, kalian semua tidak usah membantu nya,..."Para pelayan mengangguk takut, apalagi saat Luis semakin mendekat dan berdiri disamping Kania...
__ADS_1
"Pergi cari pekerjaan lain, biar malam ini Nona muda yang memasak!!...."Titah Luis dengan suara pelan tapi terdengar membentak, Usai membungkukkan badan nya, para pelayan yang berjumlah 6 orang itupun pergi menyisakan sepasang manusia itu didapur....
"Terus mas Luis ngapain masih disini, kenapa ngak ikut pergi, mau sekalian bantuin saya masak?..."Tanya Kania yang tak kunjung pergi dari dapur...
"Boleh juga, kita memasak bersama,..."Kania melongo mendengar jawaban Luis, ini seperti mimpi saja, Kania yang tidak ingin berdebat hanya membiarkan saja, sementara Luis mengambil pisau dapur dan mengedarkan pandangan nya, bingung harus melakukan apa....
"Nia, apa yang harus saya lakukan?..."
"Mas Luis bisa bantu saya memotong sayuran...."Luis mengangguk dengan penuh semangat, rasa nya memasak bersama istri akan sangat menyenangkan....
"Mas tidak seperti itu, potong kecil-kecil, jangan terlalu besar, mas Luis mau sayur nya nyankut ditenggorokan mas?...."Protes Kania, Luis hanya bisa mengangguk saja...
"Mas itu terlalu kecil, potong dengan sedikit besar, sini saya ajarin!!...."Kania yang mulai kesal langsung merampas pisau dari tangan Luis dan memperlihatkan cara memotong yang benar....
"Ternyata sangat sulit menjadi perempuan, harus memasak makanan, membereskan rumah, mencuci pakaian, untung saja saya menjadi laki-laki, saya sangat menyesal telah menyakiti istri yang begitu sempurna didunia ini, bahkan seribu kali kita meminta maaf tidak akan membuat semua nya kembali seperti semula, tapi saja janji tidak akan pernah menyakiti kamu lagi..."Mereka berdua pun memasak makan malam dengan canda tawa....
...
...
..
Selamat tahun baru para pembaca setiaku, semoga keinginan yang tidak terkabul ditahun sebelum nya terkabul ditahun ini....😊😊😊
__ADS_1