
Setelah cukup lama berciuman, Luis pun mendorong pelan tubuh Kania, kedua nya terenggah-engah, dan mengatur napas masing-masing...
Kania menundukkan kepala nya menyembunyikan wajah nya yang memerah bak kepiting rebus, sungguh ia sangat bodoh karna dengan mudah nya ia menerima ciuman Luis dan membalas nya, tapi ia seketika menjadi kesal saat mengingat Ririn...
Baru saja Kania ingin marah, Luis sudah meminta maaf...
"Saya minta maaf dengan kejadian tadi saya Ririn, saya tidak tau apa yang terjadi pada saya sehingga dengan mudah saya membalas ciuman nya, seperti nya Ririn telah melakukan sesuatu...."
"Apa karna ini?...."Ujar Kania mengeluarkan sebuah permen, Luis langsung mengambil nya dan melihat permen itu...
"Pembangkit gairah...."Kania dan Luis saling pandang kemudian Luis membuang permen itu dan keluar dari kamar Kania untuk mencari keberadaan Ririn...
Kania yang takut Luis berbuat macam-macam pun segera menyusul suami nya, ia tidak mau Luis melakukan sesuatu yang akan merugikan Luis sendiri....
"Ririn, Ririn keluar kamu...."Teriak Luis dengan bgitu lantang nya, Bi Ani yang ada didapur pun terkejut mendengar suara Luis yang menggelegar...
Ririn yang ada didalam kamar bersama mama nya seketika berdiri mendengar suara Luis yang begitu nyaring...
"Itu Luis manggil kamu, mungkin saja dia belum puas berciuman dengan kamu, ayo cepat sana temui Luis, ini kesempatan emas agar kamu bisa menikah dengan Luis dan bisa menyingkirkan Kania, jangan lupa makan permen pembangkit gairah itu, agar Luis bisa jatuh ke tangan kamu dengan muda..."Seru Mama Rina yang salah mengartikan panggilan Luis, dengan semangat 45 Ririn pun keluar menemui Luis...
"Iya Mas ada apa?...."tanya Ririn dengan suara manja nya, ia berjalan kearah Luis dengan anggun....
"Kamu masih belum puas un...."
Plak,....
__ADS_1
Ririn terdiam saat tangan kekar Luis mendarat di pipi kanan nya dengan sangat kertas, rasa sakit dan panas menjalar dipipi nya, Luis kembali mengangkat tangan nya ingin menampar Ririn, tapi seketika Kania menahan tangan nya...
"Kasihan dia mas, tanganmu terlalu besar lihat pipi nya sudah memar begitu..."Ujar Kania menurunkan tangan Luis dan membalikkan badan nya berhadapan dengan Ririn...
Plakk... Palkk....
Luis terkejut saat Kania kembali menampar Ririn hingga tersungkur kelantai, Luis merasa sikap nya selama ini perlahan akan menurun pada Kania yang tak punya rasa kasihan pada siapa pun....
"Hey murahan apa kamu dan ibumu tidak puas sudah merebut ayahku, apa sekarang kamu ingin merebut suamiku juga dengan cara kotormu itu? benar kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohon nya, begitupun kamu dan mamamu, kamu memberikan suamiku permen pembangkit gairah, kamu memang benar-benar wanita tidak tau malu..."Maki Kania melempar permen yang ada ditangan nya kedada Ririn...
Mama Rina langsung menghampiri putri nya dan membantu Ririn untuk berdiri...
"Hey Kania, apa maksud kamu, kenapa kamu slalu menyalahkan kami atas meninggal nya mama kamu, kami tidak salah, yang salah itu ayah kamu yang menggoda mama..."Kania menyungging senyuman mengejek dan mendekati mama tiri nya, menggulung rambut Mama Rina dan langsung menarik nya membuat Rina memekik kesakitan...
"Auhh sakit, Kania lepaskan rambutku!!..."Pinta Rina yang sama sekali tidak didengarkan oleh Kania, ia malah semakin menarik nya...
"Kania, lepaskan mamaku, dia kesakitan..."Kania langsung mendorong Rina dan menepuk tangan nya, kemudian Kania berbalik dan menarik Luis kembali ke kamar...
"rambut mama bener-bener sakit, Kania benar-benar keterlaluan...."keluh Mama Rina menyentuh kepala nya dengan pelan...
"Lagian kenapa kamu ceroboh sekali sih, kenapa permen itu sampai ada ditangan Kania?..."Tanya Mama Rina memandang Ririn yang sedang kesakitan karna tamparan Luis ditambah dengan tamparan Kania....
"Aku juga nggak tau ma, mungkin saja permen itu jatuh..."Sahut Ririn yang juga bingung...
Flash back on...
__ADS_1
Ririn yang sedang bersantai diruang keluarga seketika berdiri saat medengar mobil masuk kepakaran rumah nya, ia mendekat kearah jendela dan menyibak sedikit Tirai, terlihat Luis turun dan berjalan ke taman belakang, Ririn langsung mencari mama nya yang sedang bersantai di dalam kamar...
"Ma, Luis datang,..."Rina yang semula duduk seraya membaca buku, langsung berdiri dan memeluk Ririn dengan begitu gembira...
"Akhirnya apa yang kita tunggu datang juga, Mama yakin rencana kita kali ini akan berhasil dan sebentar lagi kita akan tinggal dirumah mewah Luis menjadi ratu yang bisa melakukan apapun yang kita mau, lalu Kania akan kita hempaskan..."Mama Rina pun mengambil permen pembangkit gairah yang memiliki dosis tinggi yang sudah ia beli seminggu yang lalu, Permen yang bisa membuat orang tidak sadar dan bergairah walaupun hanya melalui ciuman dengan waktu singkat...
"Semangat ya sayang, semoga berhasil,.."Teriak Rina saat Ririn sudah keluar dari kamar nya...
Flash back off...
Kania, saya minta maaf, tadi saya benar-benar tidak sadar, saya tau saya salah karna tidak bisa menahan gairah saya..."Pinta Luis menahan Kania yang ingin masuk kedalam kamar mandi....
Kania diam saja kemudian ia melepas tangan Luis yang menggenggam tangan nya kemudian masuk kedalam kamar mandi tanpa menjawab Luis, bukan nya marah, Kania hanya malu karna kejadian tadi...
"Kania, tolonglah Kania, maafkan saya, tolong jangan seperti ini..."Ujar Luis mengetuk pintu kamar mandi, Luis langsung mundur saat Kania membuka pintu...
"Saya ngak marah kok mas, lagian mas kan ngak salah, yang salah itu Ririn..."Luis bernapas lega karna Kania tidak marah pada nya, ia langsung menarik Kania masuk kedalam pelukan nya...
"Terima kasih Kania, aku beruntung memiliki istri sepertimu..." detak jantung Kania seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Luis, rasa nya ya dibawa terbang kelangit ketuju...
"Sama-sama mas,..." sahut Kania tertunduk...
Kania melepaskan diri dari Luis kemudian memandang Luis dari ujung rambut hingga ujung kepala...
"Mas kenapa bisa ada disini, bukan nya tadi mas kekantor, siapa yang memberitahu mas kalau aku ada disini?..." Tanya Kania serius..
__ADS_1
"Tadi Supir menelefon saya dan mengatakan kamu pergi dari mansion, kamu tau sendirikan Nia, banyak musuh saya yang mencoba menjatuhkanku melalui kamu, dan saya tidak ingin hal itu terjadi, saya tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu dan bayi kita..."Sahut Luis seraya mengelus perut Kania dengan lembut, Kania hanya mengangguk mengerti,...