Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Dilarang bertemu


__ADS_3

Kania membuka pintu perlahan dan melihat polisi berkumis tebal, Polisi itu ingin bertanya tapi setelah melihat laki-laki disamping Kania ia seketika ketakutan dan tubuh nya bergetar saking takut nya....


"Ada apa pak?.." tanya Kania melihat polisi diam saja...


"Ti-tidak apa-apa Nona muda wiguna, sa-saya hanya ingin memastikan jika anda dan tuan muda baik-baik saja, kalau begitu saya permisi dulu, selamat malam semoga hari-hari Tuan muda dan Nona muda menyenangkan...."Ujar Pak polisi itu terbata-bata, setelah membungkukkan badan nya, polisi itu pun pergi...


Kania kembali melihat kearah Luis dan memandang tajam pria tampan itu... "Siapa perempuan yang tuan maksud telah memperkosa seorang pria tunjukkan padaku!!..."Seru Kania meletakkan tangan nya dipanggang, Luis tersenyum dan mengarahkan pandangan Kania kekaca spion...


"S-saya...."Kania menunjuk diri nya sendiri, dengan santai Luis mengangguk, baru saja Kania ingin protes Luis sudah menujukkan ponsel nya...


"Saya punya bukti rekaman nya Nona..."Kania mengepalkan tangan nya saat Luis mengingatkan pada kejadian malam itu, sungguh Kania sangat malu jika mengingat malam itu...


"Saat itu saya tidak sadar, dan kamu juga kan menikmati lagian kamu mengambil keuntungan, kamu pura-pura tidak mau padahal mau..."Kilah Kania tak ingin terus dipojokkan....


"Terserah padamu Nona muda wiguna, yang jelas kamu telah memperkosa pria suci sepertiku..."Kania benar-benar dibuat kesal dengan ucapan Luis, Ia memiringkan badan nya dan melihat kearah pintu, Luis tersenyum tipis melihat wajah cemberut Kania entah kenapa Luis suka sekali membuat Kania kesal....


Setelah sampai dirumah, Kania langsung saja turun, ia sangat malas melihat wajah Luis yang begitu menjengkelkan...


"Kania sayang, Sini duduk mama mau bicara sama kamu dan Luis?..."Panggil mama Liana yang sedang duduk dirunggu kerlaurga bersama papa Johan, tak lama kemudian Luis pun datang dan duduk disamping Kania....


"Ada apa ma?..."Tanya Luis singkat....


"Luis dikeluarga mama dan papa kan dulu saat satu minggu menuju pernikahan kami dipingit atau tidak diperbolehkan bertemu dan saling berkomunikasi, tapi pernikahan kalian kan tinggal tiga hari, jadi Mama dan papa sudah memutuskan kalian Akan dipingit selama 3 hari dan selama 3 hari itu kalian tidak boleh bertemu dan berkomunikasi..."Ujar Mama Liana membuat Kening Luis berkerut, ia melihat Kania yang begitu senang mendengar ucapan mama nya...


"Aku setuju ma, sangat-sangat setuju, lagian aku juga ingin merasakan yang nama nya dipingit...."Ujar Kania setuju, ia bersorak dalam hati karna tidak akan bertemu maupun berkomunikasi dengan pria menyebalkan disamping nya...


sementara Luis terlihat sangat tidak senang, ia juga tidak tau kenapa, tapi demi menjaga ego nya Luis mengatakan setuju..

__ADS_1


"Aku juga sangat setuju ma..." Mama Liana dan papa Johan saling pandang dan mereka tersenyum tipis sangat tipis sehingga Kania maupun Luis tidak menyadari nya...


"Baiklah Luis setelah makan malam, kamu akan kembali Kemansion dan tidak boleh kesini sebelum kalian resmi menjadi sepasang suami istri..."Luis terkejut mendnegar ucapan mama nya, ia melihat kearah Kania yang sedang tersenyum manis kearah nya....


"Mama mengusir Luis begitu?..."Tanya Luis tidak percaya...


"Mama tidak mengusir kamu Luis, kalau kamu tinggal disini kamu dan Kania akan bertemu,..."


"Baiklah terserah apa mau kalian..."tandas Luis dingin...


"Lagian untuk apa aku harus bersedih hanya karna tidak melihat Kania, itu bukan masalah besar bagiku..."Ujar Luis dalam hati,...


Dan benar saja, usai makan malam bersama, Luis benar-benar diusir pergi dari rumah papa Johan, dengan malas Luis naik keatas mobil dan meninggalkan rumah papa mama nya...


"Akhir nya, selama tiga hati ini aku tidak akan melihat wajah menyebalkan Mas Luis, itu arti nya aku bisa sedikit bersantai tanpa harus melihat wajah nya..."Ujar Kania tersenyum puas melihat mobil Luis perlahan melaju meninggalkan rumah mama Liana...


Dorr... Dor...


Chitttt....


Luis langsung menghentikan mobil nya saat ada yang menembak mobil nya, untung saja mobil nya anti peluru dan ledakan jika tidak peluru itu sudah menembus kaca mobil nya, Luis mengeluarkan pistol nya dan turun dari mobil, ia melihat sekeliling dan tidak melihat siapa pun...


"Siapa kamu, keluar sekarang juga, jangan menjadi pengecut yang berani nya bersembunyi!!!..."Seru Luis bersandar dikaca mobil nya seraya memutar pistol nya dengan jari telunjuk nya...


"Dasar pengecut..."Ujar Luis membuka pintu mobil berniat ingin masuk tapi lagi-lagi ada yang berusaha menembak nya tapi untung nya Luis bisa menghindar dan menembak segara arah...


Akkk....

__ADS_1


Luis tersenyum tipis saat mendengar seseorang berteriak kesakitan, Luis berjalan kebalik pohon dan melihat seorang laki-laki yang tergeletak bersimpuh darah..


"Ternyata hanya tikus kecil..."Luis mengarahkan pistol nya dan menembak seluruh tubuh laki-laki itu hingga menangis, Luis yang sudah merasa puas kembali kemobil dan melajukan mobil nya menuju Mansion...


Tringgg tringg...


Luis berdecak kesal saat mendengar ponsel nya berdering ia melihat ponsel nya dan melihat nama Daren disana...


"Ada apa, tidak usah basa-basi..."Tanya nya saat sambungan telepon terhubung...


"Tidak usah galak-galak begitu Tuan muda, aku hanya ingin memberitahu mu jika besok aku pulang ketanah air pekerjaanak disini sudah selesai, lagian 8 bulan sudah cukup untukku berada disini bukan..."Ujar Daren., Daren adalah asisten pribadi Luis yang sesungguh nya, sementara Marko hanya lah Asisten pribadi pengganti selama Daren mengurus perusahaan yang ada di Amerika....


"Kamu pikir aku tidak tau..."Ujar Luis singkat dan langsung memutuskan sambungan telepon nya...


"Dasar tuan muda gila..."Maki Daren melihat layar ponsel nya...


Setelah sampai dimansion, Luis langsung masuk kekamar nya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dari darah yang mengenai nya...


Beginilah Luis saat pulang kerumah, pelayan dan pengawal selalu melihat darah jas bos nya, setiap hari pelayan akan mencuci baju yang terkena darah membakar nya, terkadang mereka bingung mengapa Tuan muda nya selalu berlumur darah setiap pulang Kemansion...


Luis yang teringat cerita Kania tentang Tiara segera mengambil ponsel nya dan menghubungi Marko...


"Cari tahu tentang Tedi kusumo dan hancurkan perusahaan nya sehancur-hancur nya, aku tunggu informasi nya 30 menit lagi..."Belum sempat Marko menjawab Luis sudah mematikan ponsel nya begitu saja...


Marko menghela napas pelan...


"Tuan Daren cepat lah kembali jika tidak Tuan muda Luis akan membuatku mati berdiri..."Ujar Marko masih melihat layar ponsel nya...

__ADS_1


__ADS_2