
Kania terus berlari kecil menuruni anak tangga, ia sangat takut, kemudian Kania berhenti dan memegang perut nya yang sedikit sakit...
"Maafkan Mommy ya sayang, mommy bukan nya takut tapi hanya tidak ingin didalam kamar bersama ayahmu..."Ujar Kania mengelus perut nya yang sedikit terasa sakit karna berlari menghindari Luis yang seperti orang gila...
"Apa, Mas Luis benar-benar kerasukan atau hanya mengerjaiku? jika mas Luis benar mengerjaiku, aku akan membalas nya dengan sangat kejam,......"Ujar Kania mengeratkan gigi-gigi nya, Kania berjalan kesofa dan menjatuhkan tubuh nya disana, seraya menonton tv kesayang nya...
Sementara diatas Kamar, Luis masih saja tertawa, ia benar-benar puas mengerjai Kania, Luis keluar kamar dan menyusul Kania,...
Kania yang melihat Luis menuruni anak tangga seketika berdiri dan berpindah sofa, Kania masih sedikit takut, Luis hang melihat nya hanya tersenyum tipis...
"Kamu kenapa? seperti habis liat setan...."Tanya Luis pura-pura tidak tau, Kania hanya tersenyum paksa dan menggelengkan kepala nya...
"Tidak apa-apa, saya hanya, hanya ingin minum, ia saya mau minum..."Kania pun bergegas ke dapur untuk menghindari Luis...
"Ihh, mas Luis ganggu banget sih, orang lagi asik nonton Drama korea kesukaan aku, dia malah datang, ngak tau apa kalau aku masih sedikit takut..."Pekik Kania kesal, ia mengambil air minum dan meneguk nya hingga habis...
"Nona muda..."
"Akhh, astaga, kamu membuatku kaget saja..."Kania terlonjat kaget, ia mengelus dada nya pelan, pelayan yang membuat nya terkejut seketika meminta maaf...
"Maafkan saya Nona muda, saya tidak ada niat untuk membuat Nona muda terkejut..."Ujar pelayan itu menyesal...
__ADS_1
"Tidak apa-apa,..."
"Nona muda kenapa? seperti ketakutan begitu?..."Kania mengerutkan kening nya, kemudian menyengir kuda..
"Bi, emang bener ya kalau dikamar utama ada penunggu nya?..."Tanya Kania pelan, ia takut Luis datang dan menertawakan nya...
kening pelayan itu berkerut dalam, mendengar pertanyaan Kania, ia melihat Kania dari ujung kaki sampai ujung kepala..
"Maaf Nona muda, setau saya dimansion ini tidak ada penunggu apapun apa lagi dikamar utama, jika ada yang mengatakan hal itu dia pasti hanya mengerjai Nona muda saja,..."Kania membulatkan mata nya, ia benar-benar tidak percaya jika Luis mengerjai nya habis-habisan...
"Emang nya siapa yang mengatakan seperti itu nona muda?..."
"Emm, ngak ada, cuman nanya aja, saya kedepan dulu ya, kalau makan malam nya sudah siap tinggal cari saja diruang keluarga, saya dan tuan muda ada disana..."Pelayan itu mengangguk sopan, kemudian Kania pun kembali keruang keluarga dimana Luis berada...
"Awas aja kamu mas, aku akan membalas mu lebih parah dari ini, tunggu saja pembalasan dari wanita hamil..."Ujar Kania dalam hati seraya menjatuhkan bobot tubuh nya kesofa dengan pelan...
"Ada apa kenapa wajahmu masang begitu?..."Tanya Luis melihat wajah masang istri nya...
"Tidak apa-apa mas..."Jawab Kania cuek, Luis hanya mengangguk, tak lama kemudian pelayan pun datang dan memberitahu jika makan malam sudah siap,...
Kedua insan beda kelamin itu pun segera beranjak dari sofa dan berjalan ke ruang makan, seperti biasa nya, Kania melanin Luis seperti istri pada umum nya, ia mengambil makanan dan lauk untuk Luis setelah nya baru ia mengambil makanan untuk nya, mereka makan dalam diam, hanya bunyi sendok dan garpu yang saling beradu diatas piring,...
__ADS_1
Usai makan, Kania memilih untuk ke kamar lebih dulu, sementara Luis pergi ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan nya sebelum besok berangkat kechina...
Perlahan Kania menjatuhkan tubuh nya diatas ranjang empuk nya, Kania melihat kearah pintu berharap Luis masuk dan berubah pikiran untuk mengajak nya ikut keluar negeri, terlebih lagi ia sudah terbiasa dengan kehadiran Luis, bagaimana dia bisa menjalani hari-hari nya tanpa Luis?.....
"Kenapa ya aku merasa cemas, Aku takut mas Luis akan macam-macam diluar sana, bagaimana kalau ada wanita cantik yang menggoda nya?..."Kania menggelengkan kepala nya dengan keras...
"Kenapa aku berfikir seperti itu, dan kenapa aku harus takut, toh kami tidak ada hubungan apa-apa, sudahlah Kania tidur ini sudah malam,..."Kania mencoba memejamkan mata nya tapi tak kunjung terpejam, sampai jam menunjukkan pukul 11 malam ia masih terjaga, Luis pun belum kembali dari ruang kerja nya,....
Karna tidak bisa tidur, Kania pun memilih untuk main hp, ia memainkan permainan yang biasa ia mainkan, berharap rasa kantuk segera menyerang dan dia bisa tertidur...
"Ini sangat percuma, aku tak kunjung mengantuk, ada apa denganku kenapa aku tidak bisa tidur?..."Kania menyimpan ponsel nya, bermain ponsel sama sekali tak membuat nya mengantuk, Kania mengalihkan pandangan nya saat mendengar pintu terbuka, dan ia melihat Luis yang baru masuk...
"Kenapa belum tidur, inikan sudah larut malam?..."Luis yang baru masuk terkejut saat melihat Kania masih terjaga, ia menghampiri bumil itu dan mengelus kepala Kania dengan lembut...
"Saya sudah berusaha untuk tidur mas tapi tidak bisa, saya juga tidak tau kenapa saya tidak bisa tidur..."Keluh Kania, Luis pun ikut baik keatas ranjang dan membaringkan tubuh nya disamping Kania, tangan nya menelusuk kedalam baju Kania, dan menyentuh perut Kania yang semakin lama semakin membesar hal itu membuat Kania sangat terkejut...
"Tidurlah, saya ada disini..."Seru Luis tersenyum manis kearah sang istri, Kania pun mengangguk dan membaringkan tubuh nya dengan posisi terlentang, Kania sama sekali tak menolak, mungkin anak nya ingin dekat dengan sang Ayah yang sebentar lagi akan keluar negeri...
Dan benar saja, tak lama kemudian, Kania pun tertidur, sampai-sampai terdengar dengkuran halus, Luis tersenyum, ia menupu kepala nya dan melihat wajah tenang Kania saat tidur, rasa nyaman kembali menyeruak dalam hati Luis melihat wajah polos sang istri yang tengah tertidur pulas...
"Saya belum bisa memastikan ini perasaan cinta atau bukan, tapi tiap kali saya berdekatan dengan kamu saya selalu merasa nyaman dan tidak ingin jauh-jauh dari kamu Kania..."Gumam Luis mengelus lembut pipi mulus Kania...
__ADS_1
Luis memeluk tubuh Kania dengan sangat erat, kemudian mencoba untuk tidur, tak lama kemudian ia pun tertidur menyusul Kania yang sudah masuk ke alam mimpi...
Tanpa mereka sadari, benih-benih cinta sudah tertanam dihati mereka masing-masing, tinggal menunggu waktu untuk menyadari nya, kata cinta yang tak mungkin akan terjadi nyata nya perlahan mulai terlihat,....