
Dua bulan selepas meninggalkan nya suami Sria, Ia semakin disiksa, terkadang ia tidak tidur karna dihukum ini itu,...
pagi hari nya, Sria bangun saat mendengar jam nya berbunyi, Sria masuk kedalam kamar mandi dengan memegang dinding, sekali-kali Sria memegang kepala nya yang terasa sakit...
Sria yang tidak memperhatikan lantai yang basah tidak sengaja menginjak nya dan ia terpeleset dan jatuh terduduk, Sria langsung memegang perut nya yang terasa sakit, tak lama kemudian, darah mengalir dikaki Sria...
"Mama, tolong Sria ma..."Teriak Sria berharap mama nya mendengar, tak lama kemudian Kedua mertua nya datang...
"Pa, tolong cucu kita pa hanya dia yang kita miliki, bawa wanita ini kerumah sakit, mama tidak mau cucuku kenapa-napa...."dan pada akhir nya Sria pun dibawa kerumah sakit,
"Dokter bagaimana keadaan cucu saya, apa cucu saya baik-baik saja, dia bisa diselamatkan kan dok?..."perlahan Dokter itu menggeleng membuat wanita tua itu mengerang marah,...
"Pa ayo kita pulang, ngak ada juga guna nya kita tinggal disini, biarkan wanita pembawa sial itu disini sendiri..."dan pada akhir nya Sria ditinggalkan sendirian dirumah sakit...
Dua hari di rumah sakit, Sria akhir nya diizinkan untuk pulang, Sria memandang rumah didepan nya yang bagai neraka bagi nya, tidak ada kebahagiaan yang ia rasakan setelah suami nya meninggal...
Baru saja Sria masuk, ia sudah melihat mama mertua nya berdiri diruang tamu
"Pergi kamu dari sini, gara-gara kamu putar satu-satu ku meninggal, dan sekarang kamu menggugurkan kandunganmu, dia itu cucuku dia anak dari putraku, kamu ini memang wanita pembawa sial, pergi dari sini wanita murahan!..."melempar tas kedepan menantu nya...
"Ma, aku ngak sengaja ma, bukan aku yang membuat kandungan ku keguguran, aku terjatuh ditoilet, ibu mana yang menginginkan diri nya keguguran, aku menginginkan anakku lebih dari nyawaku sendiri...."mencoba meraih tangan mertua nya tapi langsung ditepis, wanita mana yang tega mengugurkan kandung yang selama ini ia nantikan,...
"Sudah, pergi dari sini, selama ini saya mengizinkan kamu tinggal disini karna anak saya dan cucu saya dan kedua nya sudah tidak ada, jadi lebih baik kamu pergi dari sini..."Sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan menantu nya...
__ADS_1
"Pengawal, bawa wanita ini ketempat yang jauh, sampai tidak ada orang yang bisa menemukan nya,..."Seru Mama mertua Sria yang langsung diangguki pengawal, Sria pun dibawa ketempat yang sangat jauh dari kota, tempat yang tidak bisa dijangkau oleh masyarakat...
"Maafkan kami Nyonya, kami hanya menjalankan tugas dari nyonya besar saja..."Sria pun ditinggalkan ditempat yang sangat sepi, bahkan satu manusia pun tidak ia lihat ditempat seperti itu,...
Dan mulai saat itu, seorang wanita yang bernama Sria pun menjadi penghuni gubuk tua yang jauh dari kota, sehari-hari nya ia hanya mencari kayu bakar dihutan untuk ia jadikan bahan bakar untuk memasak makanan,....
Flash back off....
bibi Sria tersenyum kecut, mengingat kehidupan nya yang sangat menderita ditempat sunyi dan menakutkan seperti itu, tidak ada kompor,, lampu atau sejenis nya, Mama Liana tak kuasa menahan tangis mendengar cerita bibi nya, ia tidak menyangka jika kehidupan bibi nya akan semenderita itu,...
Perhatian mereka teralihkan pada suara tangisan bayi yang menggelar disebuah kamar, Mama Liana langsung berdiri dan berlari masuk kedalam kamar Tiara...
"Astaga, Diko..."Teriak Mama Liana saat membuka pintu, ternyata bayi Diko terjatuh dari ranjang, Mama Liana langsung mengambil Diko dan menggendong nya, tak lama kemudian Tiara pun datang dari arah kamar mandi...
"Lebih baik kamu masuk kekamar mandi dan selesaikan mandimu, biar Diko sama mama..."Seru Mama Liana saat melihat Tiara hanya menggunakan handuk yang dililit didada nya, rambut Tiara pun masih terdapat busa sampo...
"Tapi Diko ngak apa-apakan ma?..."Mama Liana menggeleng pelan, Tiara pun segera masuk kedalam kamar mandi untuk menyelesaikan mandi nya...
"Diko kenapa ma?..."Tanya papa Johan saat melihat istri nya keluar dari kamar tiara seraya menggendong bayi Diko yang tengah menangis....
"Diko jatuh dari atas ranjang pa, mama nya tiada lagi mandi..."Sahut mama Liana sambil menenangkan bayi mungil yang ada dalam gendongan nya, bukan nya berhenti, Diko semakin keras menangis...
"Sayang jangan nangis dong mama sedang mandi, tunggu sebentar ya bayi tampan..."Daren yang sedari tadi diam melihat mama Liana mondar mandir menggendong Diko pun berdiri...
__ADS_1
"Ma boleh saya menggendong nya..."Mama Liana melihat kearah Daren ada rasa tidak yakin ketika Daren mengulurkan tangan nya, tapi tetap mama Liana berikan, karna sejujurnya ia juga capek...
"Ututuh kamu jatuh dari ranjang ya, kasian, jangan nangis ya, anak laki-laki harus kuat, harus berani, kamu kan anak jagoan..."Mama Liana melongo melihat Bayi Diko langsung diam saat Daren menggendong nya, setengah jam ia menggendong dan berusaha menenangkan Diko tapi tidak berhasil, sementara Daren hanya butuh beberapa menit saja bayi mungil itu sudah diam dan tenang...
"Bagus kamu anak siapa sih penurut banget..."Mencium bibir bayi Diko dengan pelan,...
"Kembalikan anakku padaku!..."Semua orang menoleh, dengan wajah yang terlihat marah Tiara berjalan kearah Daren, ia langsung mengambil Diko dari gendongan Daren, semua itu membuat orang-orang merasa bingung dengan sikap Tiara....
"Jangan pernah menyentuh bayiku, karna aku tidak akan membiarkan nya, dia itu putraku dan kamu tidak ada hak sama sekali atas diri nya, apa kamu mengerti..."Teriak Tiara menunjuk-nunjuk wajah Daren....
Daren menggaru kepala nya,, sungguh wanita didepan nya sangat aneh, hanya karna dia menggendong bayi anak nya ia bisa semarah itu, dan hak apa, Daren tidak pernah mengatakan dia punya hak atas anak itu, siapa anak itu bagi Daren, tidak ada hubungan antara dia dan anak itu mengapa perempuan itu sangat marah, banyak pertanyaan yang ada dibenak Daren tenang Tiara...
Ia melihat kebencian yang begitu dalam dari tatapan tajam Tiara dan Daren tidak tau apa penyebab nya, pertama kali ia bertemu dengan Tiara, ia terlihat sangat takut dan marah pada nya...
Dari arah tangga Kania dan Luis melihat semua nya, saat Tiara keluar dari kamar nya dan langsung berlari mengambil anak nya...
"Kak, laki-laki ini mau mengambil Diko dari aku, aku sangat takut, dia ini sangat jahat, aku tidak akan memberikan Diko pada nya, karna Diko anakku...."Tiara berlari kearah Kania saat Kania turun dari tangga...
"Tidak ada yang ingin mengambil anakmu, aku hanya membantu menenangkan nya, apa kamu ini gila?..."Daren yang tidak terima dengan tuduhan Tiara pun ikut bicara...
"Kamu bohong, aku tau kamu ingin mengambil bayiku, apa kamu tidak puas menghancurkan kehidupanku hah...."
Menghamburkan? Kania dan Luis saling pandang, seakan memikirkan hal yang sama, kemudian melihat Tiara dan Daren bergantian....
__ADS_1