
Kania menutup pintu kamar mandi dengan sangat pelan, kemudian mengelus dada nya yang masih berdebar kencang karna ulah Suami nya yang selalu menggoda nya...
"Mas Luis benar-benar ingin membunuhku,...."Ujar Kania yang kasih mengelus dada nya, ia terlonjat kaget saat pintu diketuk dari luar....
Tok-tok tok....
"Kania, apa yang kamu lakukan didalam kamar mandi, sudah setengah jam kamu ada didalam sana, apa kamu tidak apa-apa?..."Tanya Luis yang terdengar khawatir, Kania gelagapan tidak tau harus menjawab apa...
"Hmm, saya tidak apa-apa mas, tidak usah khawatir...."Sebelum Luis kembali memanggil, Kania dengan buru-buru membasuh wajah nya, kemudian keluar dari kamar mandi...
"Akhh, Astaga mas, bikin kaget aja tau ngak, lagian mas ngapain berdiri didepan pintu?...."Kania terlonjat kaget saat membuka pintu dan melihat Luis berdiri tepat didepan pintu...
"Saya hanya ingin memastikan jika kamu tidak apa-apa, lagian apa yang kamu kerjakan didalam, kenapa lama sekali?...."Tanya Luis mengintip kedalam kamar mandi...
"Tidak ada mas, Saya hanya mencuci wajah saja, Lagian kenapa sih?..."Kania mendorong pelan Luis dan berjalan ke arah ranjang, Kania sangat enggan berada dekat dengan Luis karna itu akan bermasalah untuk jantung nya....
"Tidak apa-apa, saya hanya khawatir saja...."Luis menyusul Kania yang sudah naik keatas ranjang dan memiringkan tubuh nya kearah Kania......
"Apa apa denganmu, seperti nya kamu berusaha menghindari dari saya?...."Kania menggeleng pelan, walaupun memang ia benar ingin menghindar dari Suami menyebalkan nya itu ia takut jika Luis mendengar dekat jantung nya....
"Ngak kok mas, mas tidur gih, besok kan mau kerja...."Kania ikut merebahkan tubuh nya dan membelakangi Luis...
__ADS_1
"Akhh....." Kania terkejut saat tangan Luis menyusup menyentuh perut nya, ia yang ingin bangun langsung ditahan oleh Luis...
"Saya hanya ingin menyentuh perut kamu Nia, tidak usah kaget begitu, Kamu tidak perlu khawatir, saya tidak akan meminta hak jika kamu belum siap, dan saya akan menunggu sampai kamu siap...."Kania seakan meradang, hati nya begitu bahagia, rasa syukur tak pernah tak henti ia ucapkan karna mendapatkan suami seperti Luis...
Kania memberanikan diri untuk membalikkan badan dan menatap wajah Luis yang begitu dekat dengan nya, senyum tipis tapi terlihat sangat manis dimata Luis itu terbit dibibir Kania...
"Mas, Kenapa mas bisa cinta sama saya, saya tidak memiliki apa-apa, dan banyak perempuan yang lebih sempurna dibanding saya, kenapa mas Luis lebih memilih melabuhkan cinta mas Luis untuk saya?...."Luis tersenyum, ia mengelus pipi Kania dengan lembut...
"Saya tidak tau kapan saya mencintai kamu Kania, yang jelas saya tidak ingin kamu jauh dari saya, dan wanita-wanita diluar sana tidak sesempurna kamu Kania, kesederahanaan, kesabaran kamu menghadapi sikap kasar saya kebaikan kamu, dan kelembutan hati kamu membuat saya merasa nyaman dan jatuh cinta pada kamu, mungkin kamu tidak percaya tapi saya janji akan membuktikan jika saya benar-benar tulus mencintai kamu..."Kania langsung memeluk tubuh Luis dengan erat, Kania tidak bisa menggambarkan perasaan bahagia nya saat ini, Luis tentu saja tidak melewatkan kesempatan itu, ia membalas pelukan Kania dengan tak kalah erat nya...
Pagi hari nya, Kania lebih dulu bangun, ka membuka mata nya perlahan, hal yang pertama ia lihat adalah wajah tampan suami nya, perlahan jemari Kania mengelus wajah putih and bersih suami nya....
"Saya berharap tiap hari bangun tidur selalu bisa melihat wajah kamu mas, dan semoga tuhan mengabulkan do'aku,...."Kania yang sudah puas menatap wajah Luis berniat bangkit tapi seketika tangan nya ditarik oleh luis dan alhasil Kania pun terjatuh diatas dada Luis...
"Tidak mas, jangan katakan hal itu, mas harus ada untuk saya dan bayi kita, mas tidak boleh meninggalkan kami..."Kania tak bisa lagi menahan air mata nya, ia langsung memeluk Luis dan menangis didalam pelukan Luis.....
"Saya tidak ingin kehilangan lagi mas, cukup mama yang ninggalin saya, mas jangan pernah meninggalkan saya...."Luis sangat menyesal, ia memeluk Kania dengan erat dan berusaha menenangkan sang istri...
"Tenang Kania, maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk membuat kamu menangis, saya minta maaf,..."Setelah cukup lama menenangkan Kania, akhirnya bumil itu pun sedikit tenang.....
"Saya minta maaf...."Pinta Luis terlihat menyesal, Kania mengangguk pelan, dan bangkit dari tubuh Luis...
__ADS_1
Kania langsung masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Luis yang masih berbaring, sepeninggal Kania, Luis duduk dan menyandarkan punggung nya....
"Entahlah Kania, saya tidak tau, sampai kapan saya bisa melindungi kamu dan anak kita, saya merasa ada sesuatu yang akan terjadi, tapi satu janji saya, saya tidak akan membuat kamu terluka sedikitpun....."Ujar Luis menatap pintu yang masih tertutup rapat...
"Mas, Saya boleh ikut kekantor kan, saya sangat bosan dirumah, jika dikantorkan saya bisa mengobrol sama karyawan?...."Tanya Kania menatap Luis penuh harap....
Luis yang masih merenung langsung mengalihkan pandangan nya, kearah Kania yang baru keluar dari kamar mandi....
"Kania, lebih baik kamu dirumah saja, saya tidak ingin kamu kecapean, ingat kamu sedang hamil besar...."Kania langsung memanyungkan bibir nya saat Luis tidak memperbolehkan nya ikut, Luis yang tidak ingin Kania merasa sedih pun mengalah...
Baiklah, kamu bisa ikut yang penting kamu tidak boleh keluar dari ruangan saya, ini demi keselamatan kamu...."Kania mengangguk semangat, dengan cepat, ia langsung masuk kedalam ruang ganti dan bersiap-siap..
Usai bersiap-siap dan sarapan, Luis pun berangkat bekerja ditemani sang istri, tak henti-hentinya Kania selalu tersenyum karna sebentar lagi ia akan bertemu dengan sahabat nya, sejak ia keluar dari kantor ia belum pernah bertemu dengan sahabat nya....
Tapi baru ditengah perjalanan, Supir langsung menghentikan mobil nya saat beberapa mobil menghalangi mobil nya, Luis berdecak kesal, sekaligus khawatir, ia melihat Kania yang terlihat panik...
"Tuan muda, kita dicegat...."Ujar sopir itu melihat mobil mereka sudah dikelilingi....
"Sial,..."
"Dengar Kania kamu tidak boleh turun, kamu harus ada didalam mobil apapun yang terjadi, jangan pernah keluar, ingat itu baik-baik...."Luis yang ingin keluar langsung ditahan oleh Kania...
__ADS_1
"Tapi mas, saya takut kamu kenapa-kenapa, kita disini saja...."
"Nia, saya harus turun, kamu tidak usah khawatir, saya tidak akan kenapa-napa...."dengan berat hati Kania pun melepaskan tangan Luis yang ia genggam dan Luis pun keluar...