Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Luis cemburu


__ADS_3

Setelah dari rumah Ayah Fahami, Luis pun mengajak Kania untuk ikut dengan nya kekantor, ia juga sedikit kasihan karna Kania jarang keluar rumah dan menghabiskan waktu diluar...


"Apa kamu sudah sarapan?..."tanya Luis di tengah-tengah mengemudi nya, Kania menggeleng pelan, memang ia belum sarapan tadi pagi karna Jesika keburu datang dan menghancurkan selera makan nya..


"Ya sudah kalau gitu kita makan dulu ya, kasihan dede bayi nya, dia pasti juga lapar..."Kania mengangguk saja karna diri nya memang sangat lapar, Luis memberhentikan mobil nya didepan restoran yang cukup terkenal...


Luis langsung turun dan berlari ke pintu samping, membuka pintu untuk Kania...


"Terima kasih mas..."Ucap Kania tersenyum lembut,...


"Sama-sama sayang..."Sahut Luis yang membuat Kania terkejut dengan kata sayang dari Luis...


"Ayo!!,..."Ajak Luis mengenggam tangan Kania dengan lembut...


"Kamu duduk dulu disini, saya mau ketoilet dulu, jangan pergi kemana-mana..."Luis berlalu ketoilet, meninggalkan Kania yang sedang melihat menu,...


"Halo, Kalian cari Ririn dan Rina beri mereka pelajaran agar mereka tidak macam-macam denganku, jika perlu patahkan kaki dan tangan nya agar mereka menyesal!..."Seru Luis dengan tegas, ia langsung memutuskan sambungan telfon kemudian ia kembali kemeja dimana Kania berada...


"Sudah pesan?..."Tanya Luis seraya duduk di kursi, Kania menggeleng pelan dengan ekspresi yang sulit diartikan...


"Tidak ada makanan yang menarik disini,kita pindah saja ya, didekat kantor ada yang menjual martabak dan sate ayam saya sangat ingin memakan nya..."Pinta Kania memelas, Luis mbulatkan mata nya,...


"Tidak tidak, saya tidak setuju, itu dipinggir jalan Kania, makanan nya tidak bersih, banyak lalat yang menempelak di makanan itu, sangat tidak baik untuk kamu dan bayi kita, kalau kamu tidak mau disini kita bisa pindah kerestoran lain..."Tolak Luis tegas, Luis tau betul bagaimana keadaan warung itu, tempat yang jauh dari kata bersih...


"Tapi saya mau makan disana mas, ini permintaan ibu hamil, lagian tempat nya bersih kok, makanan nya juga sangat enak, mau ya mas saya mohon!!..."Pinta Kania memelas, ia memasang wajah seimut mungkin agar Luis menyetujui...


"Tapi tempat sangat..."

__ADS_1


"Kumohon mas..."Luis menghela napas panjang, kemudian ia mengangguk pasrah, Kania begitu bahagia, dengan semangat nya ia langsung berdiri...


"Ayo mas cepat, udah laper banget ini!!..."Seru Kania yang sudah tidak sabar, saking semangat nya ia tak menyadari jika ada seseorang yang sedang berjalan kearah nya..


Bugkk...


Akhhh...


Kania menutup mata nya pasrah jika diri nya akan terjatuh, tapi tangan seseorang langsung menahan tubuh nya, perlahan Kania membuka mata nya dan melihat siapa yang menolong nya...


"Hey, berani sekali kamu memeluk istri saya..."Luis langsung menarik Kania dalam pelukan nya dan memandang laki-laki yang telah memeluk istri nya...


"Maaf Tuan, saya hanya berusaha menolong istri anda..."Ujar laki-laki berparas tampan itu dengan sopan...


"Kamu, kamu waktu itu yang ada direstoran kan, yang hampir ketabrak mobil itu..."Tanya Kania mencoba mengingat...


"Nama saya Luis dan ini istri tercinta saya, terima kasih karna sudah menolong istri saya, dan lain kali jalan nya hati-hati biar tidak menabrak..."Luis menekan setiap ucapan nya kemudian menarik Kania untuk pergi dari sana...


"Kamu kenapa sih mas, ketus banget sama Dion, diakan udah menyelamatkan saya mas, ngak sepantas nya kamu bersikap seperti itu..."Pekik Kania usai Luis membukakan pintu mobil untuk nya...


Luis kemudian menyusul Kania yang sudah ada didalam mobil...


"Saya tidak perduli dia sudah menyelamatkan kamu atau tidak yang jelas saya tidak suka kamu mengobrol dengan nya apa lagi terlihat sok akrab..."Tandas Luis tegas, kemudian ia menyalakan mobil nya dan mulai menjalankan nya meninggalkan tempat yang membuat hati nya tidak senang...


"Kamu kenapa sih, kayak cemburu saja, lagian kan saya sama dia ngak ada apa-apa..."


"Iya, saya memang cemburu, saya cemburu kamu dekat dengan pria lain, saya cemburu karna kamu istri saya..."Kania terdiam, seperti kehabisan kata-kata untuk melawan Luis, lagipun jantung nya sekarang sedang berdetak sangat kencang seperti habis lari maraton mengetahui Luis cemburu...

__ADS_1


Setelah sampai diwarung yang Kania maksud, dengan semangat 45 wanita hamil itu bersiap untuk turun tapi seketika Luis melarang nya untuk turun...


"Tunggu, jangan turun, biar saya yang turun memesan..."


"Mas..."Luis yang sudah turun seketika kembali...


"Saya mau nya makan disini mas.." pinta Kania memelas,..


"Kania, jangan aneh-aneh, disini sangat tidak baik untuk kesehatan kamu, tempat ini tidak bersih, lebih baik saya pesankan, biar kamu makan dikantor..."Kania menggeleng keras, ia menunjukkan puppy eyes nya agar Luis mau membiarkan nya makan ditempat itu...


Huhh.... Luis menghela napas panjang, kemudian ia beralih kepintu samping dan membuka nya, Kania pun langsung turun...


"Astaga tempat ini benar-benar kotor..."Keluh Luis melihat sekitar yang terbanyak pembuatan sampah....


Bahkan Luis seakan enggan untuk masuk kedalam warung tapi tangan nya langsung ditarik oleh Kania..


"Apa kamu yakin akan makan ditempat seperti ini Nia?..."Tanya Luis sekali lagi, Kania mengangguk pasti dan duduk disalah satu kursi dan mulai memanggil Pelayan untuk memesan...


"Mas kamu mau makan apa, makanan disini enak-enak semua loh..."Luis menggeleng pelan, ia menyentuh perut nya dan mengatakan dia sangat kenyang...


"Tidak usah, kamu saja yang pesan, saya masih kenyang..."tolak Luis halus, Kania mengangguk saja kemudian memesan makanan yang ia inginkan...


Kania mengambil ponsel nya saat benda pipih itu bergetar didalam aku celana nya, ia sedikit bingung melihat papa nya yang menelefon, dengan malas Kania mengangkat nya....


"Ada apa?..."Tanya nya dengan nada malas...


"Kania, mama dan adikmu kecelakaan tabrak lari, sekarang keadaan mereka sangat parah, Ririn buta, kedua kaki nya patah, kalau mama kamu, tangan, kaki dan leher nya yang patah, sekarang keadaan mereka kritis..."Cicit Ayah Fahmi dengan suara lemah, Kania benar-benar terkejut, baru tadi pagi ia bertengkar hebat dengan mereka dan sekarang mereka berdua dalam keadaan kritis..."

__ADS_1


"Aku turut berduka cita Tuan, semoga cepat sembuh...."Walaupun Kania sangat membenci kedua ular berbisa itu Kania juga sedikit kasihan, Kania kemudian memutuskan sambungan telepon nya...


__ADS_2