Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Kedatangan Dion


__ADS_3

"Ya Tuhan lindungilah suamiku, jangan biarkan dia kenapa-napa, kumohon..."Kania tidak.ada henti-henti nya mmberdoa untuk keselamatan Luis,...


Pertarungan Luis melawan para musuh semakin memanas sementara sopir yang mendampingi Luis tadi sudah tepar, Luis pun semakin kewalahan karna banyak nya musuh yang semakin lama semakin banyak berdatanagan, Luis juga sudah beberapa kali terjatuh, wajah tampan nya kini terlihat membiru karna terkena tinjuan keras...


"Mas Luis, Aku tidak bisa berdiam diri saja, kalau aku tidak bisa melawan mereka setidak nya aku bisa melindungi mas Luis...."Kania sudah tak bisa berdiam diri saat melihat Luis terkapar, ia langsung membuka pintu mobil dan berlari memeluk Tubuh Luis...


"Kenapa kamu keluar dari mobil? cepat kembali masuk kedalam mobil, saya tidak ingin kamu kenapa-napa...."Pinta Luis menahan rasa sakit nya, ia tidak ingin Kania kenapa-napa, melihat musuh sudah mengelilingi mereka...


"Tidak, Aku tidak Kan meninggalkan kamu mas, aku akan disini bersamamu..."Tolak Kania berderai air mata, hatinya sangat sakit melihat keadaan Luis sekarang....


"Saya bilang masuk, masuk Kania, saya tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir, cepat kamu kembali kedalam mobil,..."Kania menggeleng keras, bagaimana mungkin ia tega meninggalkan Suami nya dalam keadaan seperti itu...


"Kania cepat pergi dari sini...."Betak Luis, Kania terloncat kaget, tapi tak kunjung melepas pelukan nya dari Luis...


"Lebih baik kita bunuh mereka berdua saja, apa sudah nya...."Satu laki-laki mengangkat kaki nya berniat untuk menginjak punggung Kania dengan keras....


Tapi Luis langsung menahan kaki laki-laki itu,...


"Jika kalian sampai menyakiti Istriku kalian semua aku bunuh...."Ujar Luis dengan pandangan yang begitu tajam...


"Hahahah apa yang bisa kamu lakukan?, lebih baik pikirkan nyawamu dan juga nyawa istrimu yang sebentar lagi akan lenyap, Kalian semua akan lenyap ditangan kami..."Luis begitu marah, Ia berusaha bangkit, dan langsung memukul laki-laki yang dengan berani berkata tidak baik pada istrinya...


Luis mengamuk, ia seakan dirasuki iblis, beberapa musuh telah terkapar karna nya...


"Hey berhenti!! jika tidak istrimu akan tiada sekarang juga..."Luis yang masih mengamuk seketika berhenti dan membalikkan badan nya...


"Kania, cepat lepaskan istriku, jangan pernah berani menyakiti nya, jika tidak kalian semua aku habisi..."Teriak Luis berusaha mendekat...

__ADS_1


"Jangan mendekat, jika kamu tidak, ingin Istrimu mati..."Luis seketika berhenti melangkah, beberapa Pria pun mendekat dan memegang lengan Luis dan satu orang maju,...


"Jangan, jangan sakiti suamiku, hentikan, jangan sakiti suamiku..."Teriak Kania berusaha memberontak, ia sangat sakit melihat Luis dipukuli dengan membabi buta...


"Diam...."


Bugkk,,,, Bugkk.....


Kania langsung menoleh, saat seorang pria langsung menghantam laki-laki yang memegang nya...


"Dion..."


Dion melibas musuh dengan sangat mudah, sampai tersisa dua laki-laki yang sedang memegang Luis...


"Dasar pengecut, ayo lawan saya, jangan berani keroyokan..."Dua laki-laki itu melepas Luis dan melawan Dion, hanya beberapa menit kedua orang itu pun tepar...


"Sebaiknya kita bawa kerumah sakit,..."Saran Dion yang langsung disetujui Kania...


"Mas kamu harus bertahan, kamu sudah janji untuk selalu melindungiku, sebentar lagi kamu akan jadi ayah, tolong jangan tinggalkan kami, kami sangat membutuhkanmu..."Ujar Kania mengelus darah disudut bibir Luis...


Sesampai nya dirumah sakit, Luis langsung dibawa keruang UGD, Kania yang panik lupa untuk menghubungi kedua mertua nya...


"Dokter, tolong selamatkan Suamiku, dia sangat berarti untuk saya dan anak saya? tolong selamatkan dia..."Pinta Kania pada Dokter yang ingin masuk keruang UGD....


"Kami akan berusaha menyelamatkan Tuan Muda, Nona muda perbanyak berdoa untuk kesembuhan Tuan muda..."Setelah nya Dokter pun masuk untuk memeriksa keadaan Luis...


"Tenang Kania, saya yakin Tuan Luis pasti Selamat, percayakan semua pada Dokter..."Ujar Dion mengelus lengan Kania....

__ADS_1


"Makasih tuan Dion, jika Tuan tidak datang entah apa yang terjadi pada kami, kami berhutang nyawa pada tuan..."ujar Kania....


Dion mengangguk pelan, kemudian melihat jam tangan yang bertengger indah dipergelangan tangan nya...


"Kania saya harus pergi, ada pertemuan penting dikantor, sampaikan salam saya pada Luis semoga dia cepat sembuh...."Ujar Dion setelah nya pergi meninggalkan Kania yang sedang menunggu Dokter....


"Dokter, bagaimana keadaan Suami saya, apa yang terjadi pada nya, dia baik-baik sajakan, dia tidak terlukakan dokter..."Kania memberondong Dokter dengan pertanyaan usai Dokter itu keluar...


"Tenang Nona muda, Tuan muda Luis tidak apa-apa, tidak ada Luka serius, Nona muda bisa menemui nya sekarang, beliau sudah siuman..."Tanpa mengucapkan apapun, Kania langsung masuk, ia sudah tidak sabar ingin melihat kondisi Suami nya....


Luis menoleh saat pintu terbuka lebar, senyum tipis terlihat dari sudut bibir nya saat melihat Istri nya masuk, Perlahan Kania mendekat, air mata yang semula berhenti mengalir kini kembali tumpah, Kania langsung memeluk tubuh suami nya dan menangis keras didada bidang Luis..


"Saya tidak apa-apa Kania, tidak usah menangis, tidak baik untuk kesehatan bayimu..."Ujar Luis berusaha menenangkan istri nya....


"Baik bagaimana mas, kalau mas baik-baik saja tidak mungkin mas berapa didalam ruangan ini,...."Kania nsnhung dan menatap suami nya jengah, bukan nya tenang Kania malah menjadi kesal..


Luis terkekeh, Kania sangat mengemaskan dimata nya....


"Baiklah, tidak usah menangis seperti itu nanti cantiknya berkurang...."Kania menghapus air mata nya dan mencoba untuk tersenyum...


"Mas, mas jangan pernah tinggalin saya sama dede bayinya ya, Saya ngak bisa tanpa mas, entah bagaimana hidup saya tanpa mas Luis...."Luis mengelus lembut pipi Kania, dan sedikit mencubit nya, membuat Kania merengek kesakitan...


"Saya ngak bisa berjanji untuk tidak meninggalkan kamu Kania, saya hanya bisa berjanji untuk membahagiakan kamu, menjaga kamu dan mencintai kamu selama nya..."Kania sangat terharu, sampai air mata kesedihan berganti dengan air mata bahagia....


"Terimakasih mas,.."Kania kembali memeluk tubuh suami nya, rasa nya Kania selalu ingin berada didalam pelukan Luis, ia merasa nyaman....


"Oiya mas, Tuan Dion nitip salam sama kamu, dia ngak bisa lama-lama kata nya ada pertemuan penting...."

__ADS_1


"Iya, saya harus berterima kasih pada Tuan Dion, kalau dia tidak datang entah apa yang terjadi padamu, jika saya sudah keluar dari rumah sakit, kita undang Tuan Dion untuk makan malam dimansion, sebagai ucapan terima kasih karna susah menyelamatkan kita..."Kania mengangguk saja, seraya mengeratkan pelukan nya pada Suami yang sangat ia cintai....


__ADS_2