
Satu hari penuh,, Luis berada didalam hutan mencari istri nya,tapi tidak ada tanda-tanda sama sekali, keadaan Luis pun tidak sepenuh nya baik karna sedari kemarin belum ada makanan yang masuk kedalam perut nya, jangankan makanan ia pun sulit untuk melewati tenggorokan nya...
Mama Liana dan papa Johan pun turun datang mencari menantu nya, setelah Tiara menelefon mereka jika Kania diculik, air mata mama Liana tidak berhenti mengalir saat mengetahui jika menantu nya hilang karna dendam dimasa lalu nya, ia sangat menyesal dan menyalahkan diri nya...
"Seharus nya dulu aku menolak berjodoh itu mas, semua ini salah kita, Kania dalam bahaya karna kita, diman menantuku berada ya tuhan, tolong selamatkanlah dia,...."Mama Liana jatuh terduduk, ia sangat mencemaskan keadaan Kania...
"Ma, jangan seperti ini, jika kamu menangis terus kamu akan sakit, ayo berdiri,..."papa Johan membatu istri nya untuk berdiri...
"Kemana kamu sayang, kenapa kamu sulit sekali ditemukan, kamu pergi kemana tolong kembali..."Gumam Luis terus berjalan, ia seperti mayat hidup yang berjalan tanpa arah dan tujuan...
Daren dengan setia mengikuti Luis kemanapun Luis pergi, ia khawatir jika Luis berbuat nekat, tapi seketika langkah nya terhenti saat melihat sesuatu, Daren berjongkok dan mengambil benda itu...
"Bukan nya ini anting milik Kania?..."Luis langsung membalikkan badan nya dan merebut anting yang ada ditangan Daren dan benar saja anting itu adalah anting yang sering Kania pakai...
"Iya, ini benar milik Kania,dia pasti ada disekitar sini, aku yakin, Kania tunggu aku sayang, aku akan segera datang..."Ujar Luis, terlihat senyum samar diwajah nya menemukan anting milik Kania...
Daren pun memerintahkan anak buah nya untuk menyusuri hutan, sungai dan tempat yang dekat dengan hutan...
****
Perlahan Kania membuka mata dan terkejut saat melihat tempat disekeliling nya, ia berusaha untuk bangun dan semakin terkejut saat melihat seorang perempuan tua yang duduk tak jauh dari nya....
__ADS_1
"Si-siapa kamu, kenapa saya bisa berasa disini?...."Tanya Kania dengan tubuh gemetar takut...
"Tidak usah takut nak, Nenek bukan orang jahat, nenek menemukan mu pingsan dibawa pohon sewaktu nenek mencari kayu bakar dihutan dan nenek mwmbawamu kesini karna nenek tidak tau dimana rumahmu...."Ujar nenek itu menjelaskan, Kania melihat sekeliling dinding yang terbuat dari ranjang...
"Kenapa kamu bisa ada dihutan, dimana suamimu?..."Nenek balik bertanya, nenek mempertanyakan suami Kania karna melihat perut Kania yang besar...
"Saya diculik nek tapi saya berhasil kabur, dan pasti suami saya sedang mencari saya..."Kania menunduk, ia tau pasti Luis sangat khawatir pada nya, terlebih ia lari masuk kedalam hutan...
"Sabar ya neng, lebih baik kamu makan dan istirahat yang cukup, kalau keadaan kamu sudah membaik kita kehutan siapa tau suamimu masih mencari..."Nenek itu pun memberikan nampan yang berisi singkong dan daun singkong yang sudah dimasak...
"Maaf ya neng, cuman ini yang nenek punya, nenek ngak punya beras, disini kota sangat jauh nenek juga ngak punya uang untuk kesana..."Kania melihat wanita tua didepan nya dengan air mata yang tertahan dipelupuk mata nya, disaat orang-orang kaya sering membuang-buang makanan ternyata ada orang yang tidak pernah makan dengan layak...
"Maklum lah Neng, disini nenek hanya tinggal sendiri, hanya sayuran yang nenek bisa masak untuk kamu, nenek ngak bisa kasih kamu makan yang enak, jangan ayam, ikan pun sangat jarang Nenek temukan, syukur-syukur kalau nenek bisa makan ikan dalam setahun..."Kania sudah tidak dapat membendung lagi air mata nya, ternyata masih ada orang yang sangat kekurangan...
"Ya tuhan disaat aku membuang-buang makanan ternyata ada orang yang sangat membutuhkan makanan, bahkan beras saja dia tidak punya,..."Kania makan dengan lahap, sekali-kali menghapus air mata nya yang tidak berhenti keluar...
"Nenek tinggal sendiri? emang nya istri dan anak nenek semua nya kemana?..."Tanya Kania saat mengingat ucapan wanita tua itu yang mengatkan jika ia tinggal sendiri...
"Nenek tidak punya anak, suami nenek meninggal saat nenek mengandung dua bulan, tapi nenek juga keguguran, nenek diasingkan kesini karna keluarga suami nenek mengira jika nenek adalah wanita pembawa sial, nenek tinggal disini sudah 30 tahun..."Kania terkejut sampai piring yang ada ditangan nya hampir jatuh ketanah untung saja ia dengan sigap mengambil piring itu...
Setelah makan, Kania keluar dari rumah yang terbuat dari bambu itu, senyum Kania terbit melihat pemandangan yang begitu indah didepan nya, ternyata rumah itu terletak ditengah sawah yang begitu Luis....
__ADS_1
"Astaga, bagaimana bisa ada wanita tinggal sendiri ditempat seperti ini, tidak ada rumah selain rumah ini, bagaimana jika dia sakit atau butuh sesuatu?...."ada begitu banyak pertanyaan dibalik benak Kania, ia sangat kagum sekaligus sedih mengingat penderitaan nenek Sri yang tinggal sendiri...
Kania melihat hutan Luas yang jauh dari tempat nya kini berada, tangan nya mengelus perut buncit nya...
"Semoga Kamu baik-baik saja mas,..."Ujar Kania penuh harap....
***
Hari mulai berganti malam tapi Kania belum ditemukan, Luis tiada henti nya mencari Kania, ucapan mama beserta papa nya tidak pernah ia dengarkan, bahkan ia membentak papa nya maupun mama nya...
"Sudahlah, kalau kalian ingin kembali, kembali saja, aku akan mencari istriku sampai ketemu, dia pasti mencariku..."Bentak Luis,Mama Liana sangat terkejut mendapat bentakan dari anak nya,..
"Luis, ini sudah malam nak, besok kita akan mencair Lania lagi, mama yakin kalian baik-baik saja, dia pasti akan ditemukan, mama tidak ingin kamu sakit,..."ada perasaan sakit didalam hati mama Liana melihat keadaan putra nya,..
"Tidak ma, sudah beberapa kali Luis katakan, Luis tidak akan pulang sebelum menemukan istriku, dia membutuhkanku..."Lagi dia lagi Luis menolak untuk pulang, ia telus berjalan...
"Kamu harus kuat Luis, Kania membutuhkanmu saat ini,...."
perlahan-lahan, jalan Luis semakin melambat, hal itu membuat Daren bingung, sedetik kemudian, Daren terkejut saat melihat Luis pingsan..
"Luis, Luis bangun!!..."Seru Daren seraya menepuk pipi Luis, tapi sama sekali tidak ada respon dari Luis...
__ADS_1
"Luis kenapa Daren,?..."Mama Liana berlari kearah Luis dan Daren..
"Seperti nya dia pingsan, karna kekurangan tenaga, Luis belum makan selama dua hari inini hal itu yang membuat nya pingsan, kita harus membawa nya pulang dan melanjutkan pencarian Kania besok..."Ujar Daren yang disetujui olehMama Liana dan papa Johan...