Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Pemandangan indah


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu setelah teruangkap nya siapa papa kandung bayi Diko, kini Tiara sedang bersiap-siap untuk menemui ayah dan mama nya, ada rasa takut dalam hati Tiara, mengingat perlakuan ayah nya dulu, Tiara sangat berharap jika ayah nya mengerti dan mau memaafkan nya, bagaimana pun Tiara sangat menyayangi nya ...


Tiara berdiri dan menyibuk sedikit tirai, ia melihat mobil Daren mulai terparkir dihadapan Mansion, Tiara menghela nafas panjang, jika saja ia bisa memilih ia akan berangkat sendiri dari pada bersama Daren, tapi dengan tegas Kania mengatakan jika dia harus berangkat bersama Daren, jika tidak Kania akan marah besar pada nya, dan dengan berat hati Tiara pun berangkat bersama Daren...


"Hy baby mungil kesayangan mama, udah siapkan ketemu Opa dan Oma? sama sayang mama juga, sudah satu tahun Mama ngak tau kabar mereka, mama sangat merindukan mereka..."Mencubit pipi kanan dan kiri bergantian, bayi mungil yang tidak tau apa-apa itu hanya tersenyum seperti sedang mendengarkan lelucon dari mama nya...


"Mama sudah siap dan beby Diko pun sudah siap, sekarang kita temui ayah ya,Ayah?..."seketika Tiara terdiam, memikirkan perkataan nya, ia dengan gampang nya mengeluarkan kata-kata seolah-olah dia dan Daren adalah pasangan suami istri yang saling mencintai...


Toktok tok....


Tiara tersadar dari lamunan nya saat mendengar pi tu diketuk, ia segera merampas tas nya dan menggendong putra mungil nya...


"Non Tiara ditunggu diruang makan...."Tandas seorang pelayan setelah Tiara membuka pintu kamar lebar-lebar...


"Ia saya akan kesana..."Sahut Tiara menuju meja makan, disana sudah ada Kania Luis dan juga Daren...


Daren yang melihat Tiara langsung berdiri dan menghampiri Tiara yang berhenti saat melihat Daren berjalan kearah nya...


"Boleh aku menggendong Diko,??..."Tiara menimbang-nimbang, ia seakan ragu memberikan Diko pada Daren, tapi bayi mungil itu seakan mengerti jika sang Ayah ingin menggendong nya, Bayi Diko seketika menangis, dan Diko langsung diam digendongan Daren...


"Tuhkan dia mau sama Ayah nya buktinya dia langsung diam, iakan baby, kamu mau sama ayah Daren kan?, anak ayah sangat mengemaskan, sudah sana kamu makan biar Diko biar aku yang jaga...."Mengusap bibir Diko dan mencium nya berkali-kali....


"Kamu ngak ikut sarapan sama kita Ren, udah Diko dititipin sama pembantu saja, kamu sarapan sama kita..."Selip Kania yang disetujui oleh Luis...

__ADS_1


"Sory, bukan nya aku ngak mau, aku udah sarapan sebelum kesini, kalian saja yang sarapan...."Sahut Daren seraya melangkah menuju ruang keluarga...


"Ngak apa-apa Tiara, Daren ngak akan membawa Diko pergi, percaya sama kakak..."Ujar Kania saat melihat Tiara ingin menyusul Daren...


Tiara mengangguk kemudian merjalan kearah meja makan, tapi pandangan nya tidak lepas dengan ruang keluarga, hati nya merasa gelisah, ia takut jika Daren membawa anak nya pergi...


"Pelan-pelan Tiara, nanti kamu keselek..."Kelakar Kania, Tiara tidak menghiraukan ucapan Kania, ia makan dengan cepat...


"Kak Nia kak Luis aku berangkat dulu ya..."Tiara langsung berdiri usai minum, ia berlari kecil keruang keluarga tentu saja ingin memastikan jika Daren tidak membawa putra nya pergi...


Terdengar helaan napas lega dari Tiara saat melihat Daren dan Diko masih ada diruang keluarga..


"Udah siap?..."tanya Daren saat melihat Tiara, Tiara mengangguk pelan kemudian Daren berdiri dan memberikan Diko pada Tiara...


"Aku pamit dulu sama Kania dan Luis, jika kamu ingin tunggu diluar silahkan kalau kamu ingin tunggu disini juga ngak papa...."Daren berlalu dari hadapan Tiara menuju ruang makan...


Oekk oeek....


Ditengah jalan, Diko menangis hal itu membuat Daren dan Tiara panik


"Kenapa,, kok nangis terus,?..."Mengelus kepala botak Diko,ada rasa khawatir dalam hati Daren melihat bayi nya menangis...


"Seperti nya dia haus, dia ingin minum asi..."Daren menghela napas kasar, anak nya itu seakan tidak tau tempat, bisa-bisa nya ia ingin minum asi disaat keadaan seperti ini...

__ADS_1


"Ya sudah kenapa ngak kamu kasih, liat tuh dia nangis terus..."Tiara langsung menoleh dengan kasar saat mendengar ucapan Daren, apa laki-laki itu tidak berfikir jika mereka bukanlah suami istri...


"Aku tidak akan mengintip, aku akan fokus menyetir, tidak usah khawatir, anakku lebih lapar dari pada aku, tidak usah khawatir aku janji tidak akan mengintip...."Ujar Daren mengangkat tangan nya membentuk huruf V, Tiara sebenarnya tidak ingin tapi melihat Diko yang terus menangis membuat ia melakukan hal memalukan itu...


"Kata nya mau fokus nyetir, kenapa malah liat kesini?..."Tegur Tiara melihat Daren sedari tadi melihat nya, Daren langsung langsung mengalihkan padangan nya...


"Jangan ngintip..."


"Iya bawel..."Perlahan Tiara membuka sebagian kancing baju nya dan memberikan asi untuk Bayi mungil yang terlihat kelaparan...


"tadi dikasih asi ngak mau, sekarang lagi ribet malah mau asi, anak siapa sih ngeselin banget..."Ujar nya seraya mentoel pipi gembul Diko..


"Anak ayahnya lah, dia kan anak aku, semoga aja suatu saat dia bisa sepertiku, ya sayang kamu harus swpert


ayah jika sudah besar, kamu tidak boleh me...."Seketika Daren memalingkan wajahnya saat tidak sengaja menoleh kearah anak nya dan melihat gunung putih dan besar milik Tiara...


"Gila nih bocah gede juga ya, kirain kecil, ternyata luar biasa, dulu aku pegang ngak ya? sayang nya aku ngak ingat...." Daren menggelengkan kepala nya mengusir pikirin kotor yang bersarang di otak nya...


Tiara yang sibuk melihat keluar jendela tidak menyadari jika baju nya sangat terbuka hingga dua gundukan besar itu bergerak naik turun, Daren yang tidak berhenti melihat nya mulai berkeringat dingin...


"Perasaan tuh gunung himalaya ngak panas, kenapa bikin gue jadi panas begini, Ac juga sudah nyala tapi sama sekali ngak ngaruh, tuhan kuatkan imamku ini, anugrahmu itu sudah membuatku panas dingin...."meneguk ludah berkali-kali, Daren yang ingin menegur Tiara pun segera ia urungkan...


"Kalau sampai aku tegur dia pasti mengamuk, dia kan singa betina yang tidak bisa berdamai dengan singa jantan ini..."Daren terus menggerutu dalam hati, ia sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti ini....

__ADS_1


Sampai pada akhir nya, Tiara kembali menutup baju nya setelah Bayi Diko puas minum asi, Daren menghela napas lega, akhir nya siksaan yang hampir 10 menit ia rasakan akhir nya berakhir juga, walaupun pemandangan indah didepan harus berakhir,....


"Sabar, saat ini kamu hanya bisa melihat nya Daren, suatu saat kamu akan menikmati nya...."Ujar Daren hati, seraya fokus menyetir....


__ADS_2