Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Luis Sakit


__ADS_3

Sore hari nya, Kania yang mendengar mobil Luis datang, segera membuka pintu untuk sang tuan muda, Kania tersenyum ceria melihat Luis turun dari mobil, entah kenapa Kania sangat senang melihat Luis pulang...


Tapi Kania bingung melihat wajah pucat Kania...


"Mas Kamu tidak apa-apa?..."Luis menggeleng seraya berjalan keruang keluarga dan menjatuhkan tubuh nya disana, hal itu semakin membuat nya bingung....


"Pasti dia capek,aku buatin kopi ahh..."Kania pun berlalu menuju dapur untuk membuatkan Luis kopi dan beberapa cemilan, saat Kania kembali keruang keluarga Luis sudah tidak ada..


"Bi Tuan Muda kemana?..."pelayan baru paya yang membungkukkan badan nya melihat Kania....


"Tuan muda Luis kekamar nya Nona muda..."Kania pun mengangguk dan berjalan menaiki tangga satu persatu menuju kamar Luis,...


Tok tok tok....


Kania bingung karna berkali-kali ia megetuk pintu sama sekali tak ada jawaban dari dalam, Kania yang penasaran pun perlahan membuka pintu, ia mengedarkan pandangan nyakeseluruh sudut kamar dan melihat Luis sedang tidur diatas jangan empuk nya...


"Pantas saja tidak menjawab, orang nya sedang tidur, pasti kecapean aku taro disini saja deh...."Perlahan Kania masuk dan menyimpan kopi dan cemilan diatas meja kemudian ia pun keluar....


Jam menunjukkan pukul 7 malam, papa Johan dan Mama Liana sudah berada dimeja makan,tak lama kemudian Kania pun datang...


"Sayang apa Luis masih diatas?..."Kania yang baru duduk pun langsung ditanya oleh Mama Liana, tidak biasa nya Luis melewatkan jam makan malam seperti ini...


"Iya ma, Mas Luis masih tidur kayak nya kecapeaan ma, pulang dari kantor dia langsung tidur aku cek sebelum turun dia juga masih tidur, tadi nya Kania mau bangunin tapi Kania takut Mas Luis marah..."Kania memang sempat mengecek kamar Luis saat ingin turun dan Luis masih tidur dengan pakaian kerja nya....

__ADS_1


"Tidak biasa nya Luis tidur sore, Pasti terjadi sesuatu pada nya, Kania Papa kalian makan dulu ya aku mau keatas dulu mau ngecek keadaan Luis mama takut dia kenapa-napa karna dia sangat jarang tidur sore..."Mama Liana pun bangkit dari duduk nya dan berjalan cepat menuju tangga, Kania yang cemas pun ikut berdiri dan pamit pada Papa Johan untuk menyusul Mama Liana...


Mama Liana membuka pintu dan langsung masuk kedalam kamar disusul oleh Kania...


Perlahan mama Liana menyentuh kening Luis dan terkejut mendapati kening Luis yang begitu panas...


"Astaga Luis demam, pasti dia habis hujan-hujanan maka nya seperti ini, Kania kamu tunggu disini dulu ya Mama mau telfon dokter anye dulu..."Kania mengangguk, Mama Liana pun pergi keluar kamar, Kania perlahan duduk ditepi ranjang dan melihat wajah pucat Luis, perlahan tangan nya terangkat menyentuh kening Luis dan benar saja kening Luis sangat panas, Kania teringat perkataan mama Liana barusan tentang hujan-hujanan....


"Apa Mas Luis sakit karna menolongku kemarin malam? kasian sekali, maafkan aku mas Luis kamu sakit gara-gara nolongin aku..."Kania sangat merasa bersedih karna Luis sakit karna menolong nya, tak lama kemudian Mama Liana pun datang...


"Ma, aku mau kedapur dulu ya, mau bikin bubur untuk mas Luis...."Ujar Kania berdiri...


"Tidak usaha sayang, nanti biar mama yang suruh pembantu untuk memasak bubur untuk Luis..."Mama Liana melarang Kania untuk membuat bubur...


Tak lama kemudian Dokter yang dipanggil oleh mama Liana pun datang, Dokter yang bernama Anye itupun mulai memeriksa keadaan Luis..


"Tuan muda Luis tidak apa-apa Nyonya besar, dia hanya demam biasa, mungkin karna ia hujan-hujanan, ini resep obat silakan ditebus...."Setelah memeriksa keadaan Luis Dokter itu pun pergi setelah membungkukkan badan nya...


"Kania apa kamu sudah makan?..."tanya Mama Liana saat melihat Kania masuk kedalam kamar Luis membawa nampan yang berisi bubur buatan nya, Kania menggeleng dan meletakkan nampan itu diatas nakas....


"Nanti saja ma setelah mas Luis selesai makan..."Jawab Kania tersenyum pada mama Liana...


"Jangan dong sayang, kamu tunggu sebentar ya mama mau menyuruh pelayan untuk membawakan kamu makanan kesini, kamu ngak boleh terlambat makan itu tidak baik untuk kesehatan bayi kamu...'Kania berkali-kali bersyukur mama Liana begitu perhatian pada nya dan juga bayi nya, Mama Liana pun berlalu dari kamar Luis....

__ADS_1


Kania duduk diatas ranjang, ia menepuk pelan pipi Luis, Kania sebenar nya sangat takut, Ia takut jika Luis marah, perlahan Luis membuka mata nya dan melihat Kania duduk didepan nya....


"Makan dulu Mas..."Ujar Kania mengambil bubur nya, Luis menggeleng dan kembali memejamkan mata nya..


"Jangan seperti ini dong mas, saya sudah capek-capek membuat nya untuk mas Luis masa mas Luis tidak mau menghargai usaha saya..."Kania menunduk sedih Luis yang malas melihat Kania bersedih pun mengangguk....


"Baiklah,berikan bubur itu!!..."Seru Luis dengan suara pelan setelah bersandar disandarkan ranjang...


"Biar aku suapi..."Luis menghela napas pelan, Kania benar-benar membuat nya kesal....


"Sedikit saja, aku tidak suka makan bubur, bubur itu tidak enak sama sekali..."Kania menghela napas pelan, ia mulai mengambil bubur dan dan memasukkan kemulut Luis yang tengah mengomel...


Luis terdiam, merasakan bubur itu berbeda dari bubur biasa nya yang ia makan saat sedang sakit, bubur kali ini berbeda rasa nya sangat enak, tapi Luis memasang wajah yang biasa saja seperti tidak enak sama sekali dia tidak mau Kania besar kepala...


"Bagaimana Mas Luis Suka??..."Tanya Kania melihat Luis terdiam...


"Biasa aja, sama seperti bubur lain nya..."Jawab nya berbohong, Kania mengangguk saja walaupun ia tau jika bubur buatan nya ini enak tapi mungkin Luis tidak suka, pikir Kania...


"Habis Mas..."Ujar Kania melihat mangkuk nya sudah kosong, Kania tersenyum tipis, ia sekarang tau jika Luis berbohong kalau ia tidak menyukai bubur buatan nya, bukti nya bubur itu sudah habis tak tersisa...


"Maaf mas, karna mas nolongin Saya mas Luis jadi sakit seperti ini..."Ujar Kania menyerahkan gelas yang berisi air, Luis langsung meneguk nya sampai tersisa setengah...


"Sudah saya katakan Kania, apapun akan saya lakukan agar Anak saya baik-baik saja,..."Ujar Luis tajam dan membaringakn badan nya dengan pelan kemudian mencoba untuk tidur...

__ADS_1


__ADS_2