Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Perasaan


__ADS_3

"Kok mas Luis ngak ajak aku ya, aku kan juga mau liburan, dasar Suami ngak peka, setidaknya walaupun tidak saling cinta tapikan seorang istri juga ingin dimanja,..."Kania memanyungkan bibir nya seraya menghentak-hentakkan kaki nya keluar dari kamar itu...


Sementara didalam kamar mandi, Luis mengelus dada nya yang berdebar sangat kencang,, ini untuk yang kesekian kali nya, jantung nya seakan ingin meledak saat melihat tubuh Kania yang semakin hari semakin berisi...


Usai mandi dan memakai pakaian kantor, Luis pun turun kelantai satu, ia langsung menuju ruang makan saat melihat sang istri yang sudah duduk seraya memakan sarapan nya...


"Maaf ya Mas, saya makan duluan, Anak kamu udah laper, kalau nunggu Daddy nya keburu lapar..."Kelakar Kania menyengkir kuda, Luis begitu gemas, ia sangkat ingin mencubit pipi Kania dan mencium bibir Kania berkali-kali, tapi tidak mungkin Luis melakukan hal itu,..


"Tidak masalah, lagian saya tidak ingin anak saya kelaparan, saya tidak masalah...."Ujar Luis masih dengan sikap nya yang dingin, Kania hanya mengangguk kemudian melanjutkan sarapan nya, Saat Luis duduk disamping nya, Kania pun langsung berdiri dan mengambilkan makanan untuk Luis...


"Tidak perlu saya bisa mengambil nya sendiri..."Tolak Luis memegang tangan Kania yang sudah mengambil nasi untuk Luis...


"Mas aku ini istri kamu, ya walaupun pernikahan kita hanya karna anak yang sedang saya kandung tapi saya kan sah istri mas Luis, jadi saya berhak melakukan tugas saya sebagai istri..."Ujar Kania tersenyum tulus, Kania pun mengambil makanan yang diinginkan Luis...


"Kalau begitu lakukan tugasmu sebagai istri dengan benar!!..."Seru Luis membuat Kania bingung, ia seakan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Luis...

__ADS_1


Luis yang melihat Kania bingung pun mendekatkan bibir nya ketelinga Kania dan berbisik..


"Kewajiban seorang istri itu adalah melayani suami nya termasuk melayani diatas ranjang..."Kania seketika mematung mendengar ucapan Luis, beberapa menit kemudian, ia pun segera tersadar dan langsung mengalihkan perhatian nya...


"Ta-tapi kan kita menikah hanya karna anak kita mas, bukan karna cinta, dan aku tidak mau melakukan nya tanpa ada cinta..."Ujar Kania gugup, kini giliran Luis yang terdiam,...


"Bagaimana kalau saya mengatakan saya mencintai kamu, apa kamu akan memberikan nya?..."Tanya Luis menatap dalam bola mata Kania, Luis perlahan mulai menyadari perasaan nya kepada Kania selama ini...


"Mas, saya tau mas Luis tidak pernah mencintai saya, karna dihati mas Luis hanya ada Alika, dan tidak ada yang bisa menggantikan posisi Alika dihati Mas Luis, termasuk saya, jadi jangan pernah membohongi saya...."Ujar Kania seraya melanjutkan sarapan nya,...


Usai sarapan, Luis pun berangkat kekantor, sementara Kania hanya duduk termenung dibalkon, ia masih memikirkan perkataan Luis tadi pagi, entah mengapa ia merasa hanti nya begitu bahagia...


"Apa Mas Luis benar-benar mencintai aku? tapi waktu dikantor itu apa?? akhh.. Sudahlah mas Luis itu hanya menginginkan Bayiku bukan aku, kamu jangan terlalu pede Kania jangan...."Kania seakan menasehati diri nya sendiri, ia bertekat jika tidak akan jatuh cinta pada Luis yang nanti nya berujung sakit hati...


"Daren kamu pernah jatuh cinta kan, rasa nya bagaiaman?..."Tanya Luis memecah keheningan didalam Ruangan antara diri nya dan Daren, Daren yang sedang memeriksa berkas pun langsung mendongakkan kepala nya dan menatap Kuis serius...

__ADS_1


"Coba kamu ulang pertanyaan kamu itu, aku kurang dengar!!..."Seru Daren yang seakan tidak percaya...


"Aku tau kamu mendengar nya dengan jelas..."Ujar Luis menatap jengkel pada Daren, Laki-laki berwajah tampan itu mengangguk kecil kemudian menatap Luis seraya menaikkan kedua alis nya bergantian...


"Tentu saja aku pernah jatuh cinta, sampai sulit bagiku untuk berpisah jauh dari nya walaupun hanya sebentar, kamu tau Luis, berada didekat nya itu aku selalu merasa nyaman dan damai, perilaku burukku mulai berkurang sejak bertemu dengan nya, tiap kami berpisah aku selalu merindukan nya walaupun hanya sebentar saja, senyum nya dan tawa nya adalah bahagiaku, apapun yang ia inginkan selalu aku lakukan walaupun keinginan nya terdengar tidak masuk akal, tapi sayang, dia hanya setahun menemaniku, Tuhan lebih menyayangi nya...."Daren tertunduk, mengingat wanita yang sangat ia cintai meninggalkan nya untuk selama nya, sungguh tidak muda bagi Daren untuk melupakan wanita yang sangat ia cintai, perempuan yang selalu membuat nya tertawa bahagia dengan tingkah lucu nya....


Alea adalah perempuan cantik berambut pendek dan tinggi semampi, ia adalah sahabat dari Daren dan Luis, mereka bersahabat sejak pertama masuk sekolah menengah, awal nya Daren biasa-biasa saja tapi perlahan-lahan ia nyaman bersama Alea, ia pun meminta bantuan pada Luis untuk menyatakan perasaan nya pada Alea, dan Alea menerima Daren, sampai suatu ketika, Alika meninggal karna mengalami penyakit kanker,...


"Memaafkan aku Daren, aku tidak bermaksud untuk mengingatkan mu pada Alea...."Ujar Luis menepuk pundak sahabat nya, Luis tau betul bagaimana besar cinta Daren untuk Alea, sahabat mereka sewaktu SMA dulu....


"Tidak apa-apa, lagian untuk apa kamu mempertanyakan hal itu? apa jangan-jangan kamu mulai jatuh cinta ya pada Kania?..."Luis menghela napas pelan kemudian menyandarkan kepala nya,...


"Entahlah Daren, aku bingung, aku tidak tau, saat bersama Alika dulu, aku biasa-biasa saja, aku tidak pernah segalau ini, Aku nyaman bersama Kania, semua hal yang tidak aku sukai selalu aku lakukan demi melihat nya bahagia, dan saat dia diam, rasa nya aku tidak semangat untuk menjalani hari-hari, setiap dia mengatakan kami menikah hanya karna anak yang ada didalam kandung nya, hatiku terasa sakit, apa lagi disaat dirinya membatas perpisahan setelah ia melahirkan...."Tandas Luis panjang lebar, Daren tersenyum tipis, ia tau jawaban atas kebingungan Luis...


"Kamu telah jatuh cinta Luis, tapi kamu masih berusaha untuk menepis nya, aku yakin jika kalian berpisah kamu akan seperti orang gila yang akan merindukan Kania, lihat saja nanti, dulu kamu hanya tertarik dan tertantang oleh Alika yang tidak tertarik padamu, tapi sekarang kamu benar-benar jatuh cinta..."Ujar Daren dalam hati, ia menepuk pundak Luis membuat laki-laki itu menoleh dengan kasar...

__ADS_1


"Tenang Luis, sebentar lagi kamu akan tau jawaban atas kebingungmu itu..."ucap Daren seraya melanjutkan kegiatan nya pada berkas yang bertumpuk didepan nya...


__ADS_2