Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Rencana


__ADS_3

Mama Liana mengusap air mata Kania dengan lembut, kemudian mengapit wajah Kania dengan kedua tangan nya...


"Sayang itu artinya kamu sudah mencintai Luis, kamu tenang saja mama akan bertanya siapa perempuan yang bersama Luis, mama tidak akan pernah membiarkan Luis meninggalkanmu mama berjanji akan hal itu..."Kania terdiam, memikirkannya ucapan mama nya, mungkin memang benar jika dia sudah mencintai Luis, dan apapun akan ia lakukan agar Luis tetap bersama nya, ia tidak mau jika anak nya lahir tanpa sosok seorang ayah...


"Terima kasih ma, mama bener-bener baik sama Kania, mama udah mau sayang sama Kania,..."Kedua wanita itu kembali berpelukan...


setelah memastikan Kania sudah makan dan tidur, Mama Liana pun keluar menemui Suami nya dan Tiara...


"Tante bagaimana keadaan kak Nia, dia tidak apa-apakan?..."Cerca Tiara menghampiri mama Liana...


Kamu tidak perlu khawatir Tiara, Kania baik-baik saja sekarang dia istirahat, lebih baik kamu pulang, kasihan Diko ditinggal bersama pelayan..."Walaupun Tiara masih ingin berada disana tapi ia harus terpaksa kembali karna Bayi Diko ia tinggal bersama pelayan, dan bayi mungil nya itu perlu asi...


"Baiklah tante, Tiara pulang dulu, tolong kabari Tiara jika terjadi sesuatu..."Tiara pun berpamitan pada mama Liana dan papa Johan...


"Siapa laki-laki itu ma, kenapa dia menginginkan Kania?..."Tanya papa Johan yang hanya mendapat gelengan kepala dari istri nya, tidak ada yang tau siapa pria itu, mama Liana juga baru pertama kali melihat nya...

__ADS_1


"Mama juga ngak tau pa, tapi seperti nya dia hanya orang suruhan, yang mama bingungkan kenapa dia bisa masuk kerumah padahal keamanan sudah cukup ketat, apa mungkin ada musuh dalam selimut?...."Papa Johan terdiam, ia sedikit membenarkan ucapan istri nya, sangat tidak masuk akan laki-laki itu bisa masuk tanpa ada nya bantuan karna keamanan susah diperketat apa lagi Luis menambah beberapa pengawal yang dipilih langsung oleh orang kepercayaan Luis yaitu Marko...


"Apa kamu sudah menghubungi Luis? Dia berhak tau keadaan istri nya..."Mama Liana menepuk jidat nya, karna panik ia sampai melupakan untuk menghubungi putra nya, dengan tergesa-gesa mama Liana menghubungi putra nya...


"Luis segera pulang, Kania hampir saja diculik dan sekarang dia sedang sakit, Mama tidak mau tau kamu harus pulang dan mama tidak ingin mendengar alasan dari kamu..."Mengingat ucapan menantu nya mama Liana langsung memutuskan sambungan telfon nya...


Kening papa johan berkerut melihat tingkah istri nya, tak biasa nya istri nya itu bersikap seperti itu pada Luis...


"Mama kenapa, kasar banget sama anak sendiri..."Mama Liana menghela napas panjang, ia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, bingung? tentu saja, ia tidak mungkin menceritakan kelakuan Luis pada suami nya, jika sampai laki-laki kulkas itu tau Luis akan habis ditangan papa nya...


Perlahan tangan kekar itu terangkat dan mengelus bahu Mama Liana...


"Mama ngak bohong kan? mama ngak menutupi sesatukan dari papa?...."Mama Liana menghela napas pelan, sungguh suami nya ini sangat sulit untuk dibohongi, dari gerak bola mata seseorang saja di sudah bisa tau jika orang itu sedang berbohong...


Mama Liana pun menceritakan apa yang Kania ceritakan pada nya,...

__ADS_1


"Jadi begitu pa, mama ngak ngerti sama anak sulung papa itu, bisa-bisa nya dia bertingkah seperti itu..."Papa Johan hanya diam mencoba mencerna cerita istri nya, kemudian bibir nya terangkat membentuk senyum tipis, papa Johan bukanlah orang bodoh yang tidak tau maksud dari putra nya...


"Semoga Luis berhasil dengan rencana nya...."Bukan nya marah Papa Johan malah mendukung putra nya, hal itu membuat mama Lianaku kebingungan...


"Maksud papa apa? apa yang sedang Luis rencanakan?..."Mama Liana yang tergolong insan kepo pun terus menyerbu suami nya dengan pertanyaan....


"Tidak apa-apa, papa hanya menduga tapi mungkin itu tidak benar, ya sudah papa mau kekantor,..."Papa Johan langsung mencium kening istri nya dan berlalu dengan cepat ia tidak ingin istri nya semakin kepo apa lagi itu hanya dugaan nya saja, bisa iya dan bisa juga tidak..


"Dasar Kulkas berjalan..."Teriak mama Liana kesal, Papa Johan yang belum terlalu jauh masih bisa mendengar makian istri nya yang tiada henti, ia hanya tersenyum mendengar istri nya yang terus menggerutu...


Kisah pernikahan mereka juga dulu nya tidak baik-baik saja, karna mereka bersatu karna dijodohkan, butuh waktu yang lama untuk menumbuhkan rasa cinta diantara mereka, banyak lika liku yang mereka berdua lalui, didalam pernikahan, apa lagi saat Papa Johan memiliki kekasih lain, tidak semua pernikahan akan berjalan dengan mulus, terkadang kita harus melalui kerikil kecil untuk bisa menuju singgasana bahagia, begitupun yang dialami oleh Kania dan Luis saat ini, butuh kesabaran dan ketabahan dari kedua nya, jika tidak maka yang ada hanya ada kata perpisahan....


Selepas kepergian Mama Liana, Kania terbangun, sebenarnya dia hanya pura-pura tidur agar mama Liana tidak terlalu khawatir, Kania turun dari ranjang dan berjalan ke arah jendela, menyibak tirai dan menarik kursi, Kania duduk dan menyandarkan punggung nya, tatapan nya lurus kedepan, pikiran nya melayang memikirkan nasib ruang tangga nya yang entah akan bertahan ataupun sebalik nya, bagaimana nasib nya setelah Luis mencampakkan nya begitu saja, bagaimana anak nya yang tidak tau apa-apa, baru memikirkan nya saja hati Kania sudah gelisah apa lagi itu sampai terjadi,...


Tanpa Kania sadari, air mata nya keluar begitu saja, tentu tidak mudah bagi Kania untuk menjalani hidup nya, dari umur nya yang masih 5 tahun ia sudah harus kehilangan mama nya karna sebuah tragedi kecelakaan, hidup dalam keluarga yang tidak bahagia, ayah nya yang ia benci ibu dan adik tiri nya yang selalu mencari masalah dengan nya, dan sekarang, ia menikah dengan Laki-laki yang kini telah menempati relung hati nya tapi telah bermain api bersama wanita lain, ingin menyalahkan pun rasa nya sangat tidak mungkin apa lagi mengingat perjanjian awal mereka, yang tidak mengusik satu sama lain, pernikahan yang terjadi hanyalah atas nama anak yang dikandung nya, andai saja Kania tau akan seperti ini dia tidak akan mau menerima perjanjian konyol ini, karna semua perjanjian itu hanya membuat hati nya merasa sakit dan takut, tapi tidak ada yang tau rencana yang maha kuasa, ia dengan mudah nya membolak balik hati manusia kapan saja yang ia mau....

__ADS_1


"Andai saja mama ada disini mungkin hidupku tidak akan seperti ini, hidupku tidak akan hancur...."Gumam nya dengan air mata yang selalu saja keluar....


__ADS_2