Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Terpana


__ADS_3

Setelah mengantar Tiara pulang, Daren pun pulang, Tiara langsung masuk kedalam kamar nya, menaruh Diko diatas ranjang dan ia pun masuk kedalam kamar mandi, menumpahkan air mata nya yang masih tersisa,....


"Ayah, Mama maafin Tiara, maafin aku..."memukul dada nya yang terasa sesak,....


Satu minggu telah berlalu,....


Malam hari nya, Daren pun datang menjemput Tiara, ada rasa gugup yang bersembunyi dibalik hati Daren, apa lagi saat ayah nya menelpon dan terdengar sangat marah mengetahui kelakuan bejat nya,....


Flash back on....


"Dasar pria brengsek, apa kamu tau bagaimana ayah memperlakukan perempuan, ayah sangat menghomati mamamu, dan seenaknya kamu menodai anak orang dan kamu lari dari tanggung jawab,...."Kuping Daren hampir pecah mendengar omelan ayah nya....


"Tapi ayah saat itu...."


"Ayah tidak ingin mendengar pembelaan mu, ayah minta kamu pertemukan ayah dengan nya, ayah merasa gagal mendidikmu..."Daren mengusap wajah nya dengan kasar, ia melihat layar ponsel nya usai laki-laki paru baya diseberang telfon memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak...


"Sungguh luar biasa ayah, kamu menyuruhku mempertemukan kalian seolah Tiara itu gampang untuk di atur, tapi bagaimana cara nya agar Tiara mau ikut denganku, apa yang harus aku lakukan,...."meninggalkan pekerjaan nya sejenak dan memikirkan cara yang harus ia lakukan agar Tiara mau ikut dengan nya tanpa harus berdebat, sampai akhir nya bibir nya terangkat menciptakan sebuah senyuman tipis...


kemudian ia mengutak atik layar ponsel nya dan mendekatkan bendah pipih itu ketelinga nya....


"Halo Kania, apa kabar, apa kamu sudah makan, bagaimana keadaan rumah baik-baik saja kan?...."Tanya Daren mulai basa-basi...


"Katakan saja apa yang kak Daren inginkan, apa kakak ingin aku membujuk Tiara agar ikut denganmu malam ini?...."Daren melongo, ia mengedarkan pandang nya melihat sekeliling, dan kemudian melihat layar ponsel nya...

__ADS_1


"Apa kamu ada didekatku? bagaimana kamu bisa tau,?..."tentu saja Daren bingung, pasal nya, ia belum memberitahu Kania, tapi wanita itu sudah mengetahui maksud nya menelpon....


"Aku sedang bersama ayah kak Daren, kami tak sengaja bertemu dirumah sakit, kak Daren tenang saja, aku dan mama akan membujuk Tiara agar dia mau ikut dengan kak Daren..."Daren menghela napas lega,.....


"Baiklah, aku serahkan semua nya padamu, terimakasih..."Setelah nya sambung telfon terputus, Daren menyimpan ponsel nya dan kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda....


Setelah sampai kemansion, Kania langsung menuju kamar Tiara, Kania tersenyum hangat melihat bayi Diko tersenyum ke arah nya...


"Kakak sudah pulang...."Tanya Tiara melihat wanita yang sudah ia anggap kakak kandung nya itu masuk membawa paper bag....


"Kalau kakak belum pulang tidak mungkin kan kakak ada disini? pertanyaan kamu itu sungguh konyol..."duduk ditepi ranjang, dan menaruh paper bag ditengah ranjang....


"Hehehe, iya sih ya..."Tiara hanya cengengesan, kemudian tangan nya terangkat menarik paper bag yang ada disamping nya...


"Baju ini berbeda, baju ini akan kalian pakai untuk bertemu calon mertuamu nanti malam, dan kamu tidak boleh menolak, ini semua demi kebaikanmu dan Diko, kamu membutuhkan sosok suami yang bisa menjaga dan melindungi kamu begitupun Diko, dia butuh sosok Ayah...."Tiara diam saja, ada rasa tidak suka saat Kania membicarakan tentang pernikahan, tapi jika menyangkut Diko, Tiara akan melakukan nya....


Flash back on....


Tiara sudah siapa, ia sangat cantik, rambut panjang yang dikunci kuda membuat penampilan nya semakin cantik, sementara Diko juga sudah siap, tak lama kemudian Kania pun datang, bersama Bayi Diko, ia memberitahu Tiara jika Daren sudah datang dan sudah menunggu sedari tadi...


"Kakak dan kak Luis juga ikut kan, tidak mungkinkan aku kesana sama Diko saja, bagaimana jika mereka tidak menyukai aku dan ingin merebut Diko dari aku, aku takut kak, bagaimana kalau mereka punya rencana jahat?...."bimbang sekaligus takut itu yang kini Tiara rasakan, ia tidak pernah bertemu dengan kedua orang tua Luis satu kalipun, ketakutan bagi seorang ibu sangatlah dalam, ada rasa cemas dan hati nya,....


"Tiara, percayalah padaku tidak akan ada orang yang berusaha merebut Diko dari kamu, kamu percayakan semua nya pada kakak, jika mereka ada niatan mengambil Diko dari mama nya mereka akan berurusan langsung denganku..."Kania yang mengerti kecemasan yang dirasakan Tiara segera menenangkan nya, Kania sangat yakin jika kedua orang tua Daren akan menerima Tiara dengan tangan terbuka...

__ADS_1


"Baiklah Kak, aku percaya pada kakak..."menghela napas panjang dan membuang nya perlahan, kemudian ia berdiri dari duduk nya dan meraih tubuh mungil putra nya...


"Ayo kita keluar, Daren sudah menunggu..."Kania menarik lembut tangan Tiara keluar untuk menemui Daren....


Daren yang sedang mengobrol dengan Luis tidak menyadari jika Calon istri nya sedang berjalan kearah nya, sampai Luis memberi kode barulah ia menoleh...


Terkejut, kagum dan terpana bercampur menjadi satu saat mata nya melihat wanita mungil yang biasa nya berpenampilan sederhana kini terlihat sangat cantik dan mempesona, sampai-sampai Daren tidak berkedip melihat kecantikan calon istri nya...


"Santai aja dong, kedip-kedip, nanti urat mata lo putus lagi...."seketika Daren tersadar dari lamunan nya, Daren yang gugup pun langsung menyeruput kopi yang masih panas...


"Aduh, panas panas..."pekik nya menaruh cangkir kopi itu dengan buru-buru, Luis yang melihat kelakuan sahabat sekaligus bawahan nya itu hanya terkekeh...


"Karna salah tingkah kopi panas serasa jadi dingin ya bro...."kelakar Luis menahan tawa nya....


"Lo bisa diam ngak sih, brengsek, lidah gue kayak kebakar nih, siapa sih yang buat kopi panas nya kebangetan, seharus nya pake air dingin...."Luis tertawa keras mendengar omelan Daren, sampai-sampai Kania dan Tiara terheran-heran melihat Luis tertawa terbahak-bahak,....


"Ada apa sih mas, kok ketawa sampe segitu nya?..."tanya Kania yang dibuat penasaran, Luis menggeleng tapi pandangan nya tertuju pada laki-laki yang duduk didepan nya, Kania melihat kearah Daren yang hanya duduk diam, sungguh kedua lelaki itu sangat aneh pikir Kania....


"Tidak papa sayang, seperti nya aku harus mengatakan pada pelayan untuk membuatkan Daren kopi dengan air dingin, dia tidak suka kopi dengan air panas...."pandangan penuh membunuh tertuju pada Luis tapi laki-laki itu sama sekali tidak perduli, ia masih tergelak dengan tingkah Daren...


"Biasa nya kan kak Daren juga kalau dibuatkan kopi pake air panas kok mas, ahh sudahlah, Kalian berangkat gih, nanti kemalaman, kasihan Diko kalau pulang terlalu malam...."Tiara tidak mengatakan apapun, ia berjalan lebih dulu usai berpamitan pada Kania...


"Sana gih jangan sampai calon istri lo nunggu lama..."Seru Luis menaikkan sebelah alis nya membuat Daren semakin kesal...

__ADS_1


"Sialan loh..."Umpat Daren menendang kaki Luis kemudian berjalan cepat....


__ADS_2