Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Wanita sempurna


__ADS_3

Kania menghapus air mata nya, dan mengatur napas nya, sejak tadi ia sudah berdiri di sana dan mendengarkan semua ucapan Ayah nya, sebenarnya Kania sangat menyayangi ayah nya, tapi setiap kali ia ingin memaafkan ayah nya dan memulai semua nya dari awal kejadian naas itu selalu saja teringat kembali sehingga ia selalu emosi....


"Ma, Mama mau ikut kebelakang atau tunggu disini?..."Tanya Kania menghentikan obrolan kedua nya...


"Mama mau ikut sayang, sekalian mama mau melihat makam mama kamu..."Kania menggangguk kemudian kedua nya pun menuju taman belakang, dimana Mama Kinan dimakamkan...


"Assalamualaikum Ma, ini Kania sama mertua Kania, maaf baru jenguk mama lagi, pasti mama merindukan Kania kan? sama ma Kania juga sangat merindukan Mama, mama baik-baik ya disana, selalu bahagia, do'ain Kania ya ma semoga Kania dan cucu mama selalu sehat...."Ujar Kania mengelus nisan sang mama, Mama Liana yang melihat menantu nya hanya bisa menyeka air mata...


"Mama tau ngak, Mama Liana sayang menyayangi Kania sama seperti mama menyayangi Kania, hanya Mama Liana yang mengerti perasaan Kania ma, yang lain hanya memikirkan dirinya sendiri, Ka-Kania sangat merindukan mama, Kania mohon datang kemimpi Kania, Kania pengen banget memeluk mama melepas rindu walaupun hanya lewat mimpi..."Kania menangis terisak, jujur saja ia sangat merindukan mama nya, 15 tahun kehilangan sosok seorang mama bukan hal mudah bagi Kania untuk hidup, apa lagi mama tiri nya dan adik tiri nya tidak menyukai nya, mereka akan berperilaku baik saat Ayah Fahmi ada,....


"Sayang, jangan seperti ini, itu tidak baik untuk kandungan kamu..."Ujar mama Liana mengelus pundak menantu nya, Kania mengangguk lalu menghapus air mata nya....


"Jeng Kinan, saya mertua nya Kania, Saya berjanji akan menjaga dan menyayangi Kania, kasih sayang seorang ibu yang pernah hilang selama Jeng Kinan pergi akan saya berikan, walaupun terlambat, tapi saya berjanji tidak akan membuat air mata kesedihan mengalir lagi kepipi cantik nya, dia akan menangis tapi air mata haru dan bahagia, itu janji saya jeng...."Kania tersenyum mendengar ucapan Mama Liana pada mama nya, ia percaya jika Mama Liana pasti akan membuat nya bahagia...


Setelah cukup lama dikuburan Mama Kinan, kedua wanita cantik itu pun memutuskan untuk pulang,tapi saat diperjalan, Ponsel Kania berdering, Kania segera mengangkat nya...

__ADS_1


"Ada apa?..."Tanya Kania langsung pada intinya, perasaan nya mendadak tidak enak saat mendengar isakan tangis tiara...


"Kak, anakku sakit, demam nya sangat tinggi, aku ngak tau harus melakukan apa..."Sahut Tiara ditengah-tengah tangis nya....


Kasian sangat merasa bingung, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, sebenar nya ia ingin kepanti lestari tapi ia takut mama nya tidak mau....


"Ma, boleh ngak kita kepanti, anak dari adik asuh aku sakit...."Mama Liana yang mendengar suara Tiara disebenrang telfon langsung mengangguk setuju....


Tiara yang sudah menunggu didepan pintu langsung menghampiri mobil yang ditumpangi Kania membawa anak nya yang didari tadi menangis...


"Sebaiknya kita bawa kerumah sakit sayang sebelum panas nya semakin tinggi..."Usul Mama Liana ang diangguk oleh Kania, Tiara diam saja seketika ia merasa takut selama 9 bulan ini dia tidak pernah keluar dari panti, itu semua karna trauma....


Perlahan Kania menyentuh tangan Tiara dan menggenggam nya,Tiara menggeleng pelan dan mundur perlahan, Kania menyerahkan Bayi Diko pada mertua nya dan memegang kedua lengan Tiara...


"Dengar Tiara, tidak akan ada seorang pun yang menyakitimu percaya pada Kakak, Kakak akan menjagamu, kalau kita tidak membawa bayi Diko kerumah sakit dia tidak akan sembuh, Apa kamu ingin Diko terus menangis seperti itu?..."Perlahan Tiara menggelengkan kepala nya saat melihat kearah sang anak, Kania tersenyum dan membuka pintu mobil, perlahan Tiara pun masuk dengan jantung berdebar kencang, Mama Liana yang sudah mengetahui penyebab nya merasa kasihan, ternyata masih ada saja Orang tua yang begitu tega pada Anak nya sendiri, dan laki-laki yang tak bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat pada Tiara...

__ADS_1


Saat mobil mulai melaju, Tiara langsung berteriak dan menyuruh mobil itu untuk berhenti, Supir pun memberhentikan mobil nya yang baru saja berpindah tempat hanya sekitar 3 meter saja...


Perlahan Kania menutup mata nya, mengatur napas nya dan memikirkan cara agar Tiara tidak terus-terusan seperti ini, kemudian ia meraih Diko yang ada dalam pangkuan mama mertua nya dan memberikan pada Tiara...


"Sekarang kamu keluar Tiara,pikirkan saja bagaimana menyembuhkan anakmu sendiri, jika kakak tau kamu akan seperti ini kakak tidak perlu datang kesini, sekarang keluar, urus saja anakmu..."Seru Kania membuka pintu mobil dan sedikit mendorong lengan Tiara....


Tiara terdiam, ia melihat anak nya yang sedari tadi menangis, kemudian Tiara menggelengkan kepala nya...


"Aku tidak ingin anakku sakit kak, aku mau kerumah sakit, pak supir saya mau kerumah sakit..."Kania dan mama Liana tersenyum, untuk saja rencana Kania berhasil, jika tidak entah apa yang terjadi pada bayi Diko...


Pak supir pun mulai menjalankan mobil nya keluar dari area panti, saat Tiara melihat kerumunan orang dan mobil yang berlalu lalang, ia melihat kearah Kania, terlihat jika tiada sedang ketakutan...


"Tenang Tiara, semua nya akan baik-baik saja percaya padaku, kamu harus bisa melawan rasa takutmu, demi anak kamu, abaikan hal-hal yang membuat hatimu tidak tenang, fokus pada kesembuhan Diko...."Tiara mengangguk, kemudian ia memandang wajah anak dengan lekat, tak terasa tetesan air bening dan mengenai wajah anak nya,...


"Luis benar-benar tidak salah menjadikan Kania sebagai istri sekaligus ibu dari anak nya, walaupun semua nya karna terpaksa Kania benar-benar sempurna untuk Luis, kebaikan hati nya membuat semua orang menghormati dan menghargai nya, Mama selalu berdoa untukmu sayang semoga kamu dan Luis tidak akan pernah berpisah, sampai kapan pun, mama dan papah sudah terlanjur menyayangi kamu, kamu sudah mama anggap sebagai anak kandung kami sendiri entah apa yang akan terjadi pada keluarga kami jika kehilangan kamu....."Mama Liana benar-benar bangga memiliki menantu seperti Kania, setiap waktu ia selalu berdoa agar Kania dan Luis saling mencintai dan mau hidup bersama hingga mau memisahkan...

__ADS_1


"


__ADS_2