Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Keajaiban cinta


__ADS_3

"Mas Luis..."Kania begitu terkejut melihat Luis berdiri didepan pintu dengan lengan yang bercucuran darah, Kania langsung memeluk Luis tanpa mengatakan Apapun dan menangis diperlukan Luis...


"Kenapa kamu menangis, saya tidak apa-apa, tidak usah lebay..."Seketika Kania menghapus air mata nya dan memanyungkan bibir nya, kemudian ia merampas makanan yang dibawa Luis lalu Kania berjalan ke arah ranjang...


"Bukankah kamu tadi sangat khawatir padaku, kenapa sekarang..."Luis benar-benar takjub dengan tingkah istri nya yang begitu menggemaskan, serasa Luis ngin mencium dan *******-***** pipi Kania...


Sementara Kania hanya menunduk membuka plastik yang berisi makanan, ia sangat malu karna langsung memeluk Luis dan menangis didalam pelukan nya, saking malu nya Kania tidak berani mengangkat wajah nya untuk sekedar melihat Luis...


"Pelan-pelan makan nya, saya tidak akan merebut nya, saya sudah kenyang..."Tegur Luis saat melihat Kania makan dengan sangat cepat seperti ada orang yang ingin mengambil nya...


"saya sangat lapar...."Sahut Kania tidak peduli dengan teguran Luis...


Usai makan, Kania menyandarkan punggung nya, sekarang ia merasa kekenyangan, Kania turun dari ranjang saat melihat suami nya yang sedang kesusahan mengobati luka nya,...


"Sini mas!!, saya bantu..."Kania mengambil kapas yang ada ditangan Luis dan menempelkan diluka Luis yang masih dialiri darah...


"Apa yang terjadi kenapa mas terluka seperti ini, dan seperti ini luka tembakan?..."Tanya Kania saat memperhatikan luka Luis, kemudian ia menatap Luis dengan intens, meminta jawaban...


"Mas, jawab!!..."Seru Kania saat Luis diam saja...


"Kamu tau kan banyak musuh yang mengincar saya, karna kekuasan yang saya miliki, mereka ingin memiliki semua yang saya miliki dan ini hanya Luka kecil, tidak butuh waktu lama, luka ini akan sembuh,..."Jawab Luis dengan santai, Kania yang kesal dengan jawaban Luis langsung menekan kapas kelengan Luis yang terluka...

__ADS_1


"Auhh,, Sakit Nia, apa kamu ingin membunuh saya..."Luis langsung menarik lengan nya tetapi dengan cepat Kania kembali menarik nya dan mengobati nya dengan pelan...


"ini tidak akan membuat anda meninggal tuan muda, bukankah anda bilang luka nya sangat kecil, jadi tidak usah mengeluh..."Kania tersenyum tipis saat melihat wajah kesal Luis, ia juga sangat senang karna Luis ada didekati nya, kini Kania yakin jika dia benar-benar mencintai Luis, laki-laki yang sudah resmi menjadi suami nya...


"Mas, apa saya boleh bertanya?..."


"Itu sudah termasuk pertanyaan kan?..."Bukan nya menjawab, Luis malah bertanya, Kania menggaru tengkuk nya yang tidak gatal, kemudian membalut luka Luis dengan perban...


"Siapa perempuan yang menjawab telfonmu tadi pagi, seperti nya kalian sangat dekat?...."Luis menatap dalam mata Kania yang juga menatap nya, kemudian senyuman yang sangat tipis terukir di bibir Luis....


"Dia pacar saya, nama nya Jesika, memang nya kenapa kamu bertanya seperti itu, tidak ada masalahkan, lagian dari awal kita sudah membuat perjanjian dan kamu tau pasti perjanjian itu...."Kania terdiam, ada sesuatu yang seolah menghantam nya dengan sangat keras, kemudian ia langsung bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah ranjang...


"Selamat ya mas, semoga kalian bahagia, saya mau tidur dulu,..."Kania membelakangi Luis dan menarik selimut sampai menutupi leher nya...


Luis yang semula duduk disofa seketika berdiri dan naik keatas ranjang rumah sakit, kemudian tangan nya menelusup melingkar diatas perut Kania...


Kania yang terkejut langsung membuka selimut dan membalik badan nya menghadap Luis, pandangan mereka terkunci satu sama lain,...


"Mas ngapain naik keranjang saya? ini untuk orang sakit bukan untuk orang sehat, sekarang mas turun saya mengantuk mau tidur!!..."Kesal Kania menyuruh Luis untuk turun tapi Luis malah mengeratkan pelukan nya dan hal itu membuat Kania terdiam kaku...


"Saya juga sakit, jadi saya juga bisa dong ada disini, kalau kamu mengantuk tinggal tidurkan apa susah nya, lagian saya tidak bisa tidur disofa..."Kania menghela napas panjang, ia kembali membalikkan badan nya membelakangi Luis...

__ADS_1


"Apa kamu cemburu saya punya pacar?...."Tanya Luis berusaha mencari tau perasaan Kania terhadap nya...


"Tidak, untuk apa saya cemburu, lagian itu hak mas Luis, saya ada diperlukan mas Luis sekarang karna bayi ini, dan nanti nya kita akan berpisah karna bayi ini juga..."Luis terdiam, ia tak lagi bertanya, jawaban Kania seakan menyadarkan diri nya bahwa ia memang tidak memiliki tempat dihati Kania, dengan pelan, Luis menarik tangan nya yang semula melingkar dipanggang Kania...


Kemudian Luis bangun dan turun dari ranjang, tanpa pamit Luis langsung pergi meninggalkan Kania yang sedang menahan air mata nya agar tidak tumpah didepan Luis...


"Ternyata aku terlalu berharap sama kamu Kania, aku memberi kamu ruang dihatiku untuk kamu tempati, tapi sayang, kamu tidak pernah memberi aku ruang dihati kamu Kania, aku selalu berharap kamu bisa mencintaiku tapi harapanku terlalu tinggi..."Luis mengusap wajah nya dengan kasar, hati nya benar-benar hancur saat ini....


Sepeninggal Luis dari ruangan itu, Kania langsung bangun, ia menangis sejadi-jadi nya, merutuki takdir nya yang tak pernah mendapatkan kebahagian...


Mama nya pergi meninggalkan nya karna pengkhianatan, dan sekarang ia pun akan bergitu, disaat dia telah mencintai seseorang ternyata cinta nya tidak sampai, cinta nya harus bertepuk sebelah tangan....


"Tuhan apa aku tidak bisa bahagia dengan suamiku sendiri, apa dia tidak bisa mencintai aku seperti aku mencintai nya, kapan keajaiban cinta itu datang pada rumah tangga kami...."Gumam Kania Lirih, ia terus menangis sampai rasa kantuk menyerang, kemudian Kania pun berbaring dan mencoba untuk tidur, berharap semua yang terjadi adalah mimpi dan besok ia bangun disebut dengan kebahagian...


Tanpa mereka berdua sadari, keajaiban cinta sudah terjadi, tinggal mereka mengaku terhadap perasaan nya masing-masing, rasa gengsi selalu saja mereka utamakan sehingga membuat mereka terluka....


Pagi hari nya, Kania terbangun saat mendengar pintu terbuka, terlihat beberapa suster masuk membawa makanan,...


"Nona muda kami periksa dulu ya..."Kania mengangguk saja saat seorang Dokter mendekat dan mulai memeriksa keadaan nya....


"Bagaimana Dokter, apa hari ini saya sudah bisa pulang?..."Tanya Kania setelah Dokter selesai memeriksa keadaan nya....

__ADS_1


"Alhamdulillah Keadaan Nona muda sudah membaik, hari ini sebenarnya nona muda sudah bisa pulang, tapi Tuan muda meminta agar Nona masih dirawat sampai besok,..."


Sebenarnya Kania sudah sangat tidak betah berada dirumah sakit, tapi diri nya juga tidak ingin protes mengingat tadi malam Luis pergi tanpa mengatakan apapun dan Luis pun tidak kembali sampai sekarang, Kania hanya bisa menarik napas panjang dan menuruti keinginan suami nya...


__ADS_2