
Setelah semua nya kembali tenang, Kania memutuskan untuk kembali kekamar dengan tubuh sedikit bergetar, hati nya seperti tergoncang kuat mengingat pistol yang terarah tepat pada nya, sampai-sampai keringat dingin keluar dari jidat nya...
Kania langsung merampas telfon nya yang ada diatas nakas dan mencoba menghubungi Suami nya, tapi tak kunjung diangkat, sampai panggilan kelima kalinya baru Sambungan telfon terhubung...
Tapi baru saja Kania ingin berbicara, ia dikejutkan dengan suara perempuan yang terdengar begitu manja memanggil nama Luis....
"Mas Luis, ada yang menelefonmu..."Ujar perempuan itu sedikit berteriak, Hati Kania seakan dihantam batu apa lagi saat mendengar suara suami nya yang begitu jelas diperdengaran nya...
"Susah tidak usah diangkat, mending kamu siap-siap untuk menemaniku kepertemuan penting malam ini, aku ingin kamu terlihat cantik..."Ujar Luis dengan suara lemah lembut, hal itu semakin membuat Kania terkejut dan merasa sakit hati...
Tanpa mengatakan apapun, Kania langsung memutuskan sambungan telepon nya dan melempar nya keatas ranjang....
"Apa ini? siapa wanita itu kenapa mas Luis? Dia bilang dia mencintaiku tapi dia malah bersama wanita lain...."Kania terduduk di atas ranjang, memegangi dada nya yang terasa sesak,...
" Mengapa mengapa kamu harus merasa cemburu dan marah, bukankah kamu tidak mencintaiku, kamu mengabaikan perasanku, kamu mematahkan hatiku,..." Kania mengedarkan pandangan nya saat mendengar suara Luis yang begitu nyaring di telinga nya, seakan menuntut jawaban dari Kania...
"Apa yang terjadi padaku, kenapa aku seperti ini, apa aku juga sudah mencintai Luis?..."mengusap wajah dengan kasar, Kania lalu masuk kedalam kamar mandi, menguyur seluruh tubuh nya dengan air dingin, kehidupan Kania seolah berantakan, belum selesai dengan laki-laki yang ingin menculik nya kini ia dikejutkan dengan perempuan yang sedang menemani suami nya diluar sana...
__ADS_1
"Aku, aku tidak tau apa itu cinta Luis aku tidak tau, hanya saja aku tidak ingin kamu dekat dengan wanita lain, aku hanya ingin kamu dekat denganku, dan mencintaiku, aku takut kehilangan kamu...."Gumam Kania dibawa guyuran air, tubuh nya sudah mulai menggigil karna kedinginan, sampai mata nya perlahan tertutupi dan ia terjatuh pingsan...
Sementara diseberang sana, Luis sedang sibuk dengan pekerjaan ditemani oleh seorang perempuan cantik,....
"Apa kamu tidak punya pekerjaan selain menemaniku? pekerjaanmu sudah selesai, kamu bisa pergi..."Seru Luis saat wanita cantik and seksi itu tak kunjung keluar dari ruangan nya...
"Tapi aku ingin disini menemani kamu bekerja, tidak apa-apa kan?..."Wanita itu yang semula duduk disofa beranjak berdiri dan berjalan kemeja kerja Luis, perlahan ia menyentuh pundak Luis dengan pelan, dan berniat mencium Luis, tapi dengan cepat Luis berdiri dan mendorong tubuh wanita itu hingga membentur dinding...
"Dengar Jesika, aku membayarmu untuk memanas-manasi istriku, jadi jangan melebihi batasmu, jika tidak, aku akan membuat kamu menyesal seumur hidupmu, sekarang kamu keluar dari ruanganku...."Seru Luis dengan suara tegas dan penuh penekan, dengan wajah ditekuk, Jesika keluar dari ruang kerja Luis...
"Mungkin saat ini hanya sandiwara, tapi akan aku pastikan kamu menjadi miliku walaupun aku harus menggunakan cara kotor..."Ujar Jesika saat keluar dari ruang kerja Luis...
"Semoga ide gila ini bisa membuatmu mencintaiku Kania, aku minta maaf..."
*****
Perlahan Kania membuka mata nya, ia memegang kepala nya yang terasa sakit, Kania mendengarkan pandangan nya dan mendapati dirinya berada diruangan serba putih, sudah dapat Kania pastikan jika ia sedang ada dirumah sakit,...
__ADS_1
"Apa yang terjadi, kenapa aku berada disini?..."Kania mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya sampai berada diruangan yang sangat ia benci, dan kemudian ingatan nya kembali dimana ia menelpon Luis sampai ia pingsan didalam kamar mandi...
Air mata Kania jatuh begitu saja, rasa nya sangat sakit mengetahui jika suami nya bersama wanita lain diluar sana, tak lama kemudian mana Liana pun masuk bersama Tiara dan papa Johan...
"Sayang apa kamu baik-baik saja? kenapa kamu sampai pingsan didalam kamar mandi?...."Tanya Mama Liana yang terlihat begitu khawatir, Kania masih saja diam ia hanya sibuk menatap langit-langit rumah sakit, sampai Tiara menggenggam tangan nya barulah Kania sadari jika ada orang disana selain diri nya...
"Apa kakak baik-baik saja?..."Kania menggeleng pelan kemudian mencoba untuk duduk, mama Liana dengan cepat membantu menantu nya untuk duduk, tanpa permisi Kania langsung memeluk mama mertua nya dan menumpahkan air mata nya dalam pelukan wanita yang sudah ia anggap sebagai pengganti mama kandung nya...
Mama Liana membiarkan saja menantu nya, ia memberi kode pada Tiara dan Suami nya untuk segera keluar dari ruangan itu, ia tau pasti Kania sangat tertekan dengan kejadian tadi pagi sampai-sampai pingsan didalam kamar mandi, kedua orang yang diberi kode itu pun mengangguk dan keluar dari ruangan menyisakan Kania bersama mama Liana...
"Tenang sayang, sekarang kamu aman, laki-laki itu sudah pergi,..."Kania menggelengkan kepala nya, bukan itu yang mengganggu pikirkan nya, walaupun ia masih sangat takut tapi ketakutan nya karna wanita yang bersama Luis itu yang membuat Ny sangat takut, mungkin benar jika sekarang dia sudah mencintai Luis, laki-laki yang sekarang berstatus sebagai suami nya....
"Aku, aku sangat takut ma, aku takut mas Luis mencari wanita lain yang lebih baik dari aku..."Mama Liana langsung terdiam, ia sudah salah menduga, ia pikir Kania pingsan karna trauma dengan kejadian tadi pagi tapi ia telah salah...
"Apa maksudmu, wanita lain, coba jelaskan apa yang terjadi..."Mama Liana melepas pelukan Kania terhadap nya dan memegang kedua lengan Kania, ia masih sangat tidak mengerti dengan ucapan Kania...
Kania pun menceritakan semua nya, mulai dari Luis bertanya pada nya tentang perihal kehilangan, sampai Luis mabuk dan menyatakan perasaan nya dan tapi pagi saat diri nya menelpon Luis dan diangkat oleh seorang wanita, bahkan mereka terdengar begitu akrab...
__ADS_1
"Aku tidak tau ma, aku sudah mencintai Mas Luis atau tidak, tapi aku sangat takut dia meninggalkan aku dan mencari wanita lain, aku tidak mau dia jauh dariku...."Ujar Kania menangis sesenggukan