
"Daren, apa kamu tau aku? aku sedang bicara dengan Kania, kenapa kamu harus berbicara dengan nada perempuan,, Kania sekarang marah padaku...."Daren mengangkat tangan nya membentuk huruf V, Daren sungguh tidak tau jika Luis sedang bicara dengan Kania...
"Aku sungguh tidak tau jika kamu sedang bicara dengan Kania, jika aku tau aku tidak akan melakukan nya,..."Daren terlihat sangat menyesal atas perbuatan nya,...
"Tapi kalau Kania marah itu arti nya dia cemburu, kalau dia cemburu berarti Kania sudah..."Daren menggantung kalimat nya, Luis yang semula terlihat kesal perlahan tersenyum saat mengetahui maksud dari ucapan Daren...
"Sudah, mending kamu masuk kekamarmu aku sangat lelah, dan butuh istirahat yang cukup..."Daren yang tidak ingin Luis tambah marah pun segera keluar dan menghubungi Marko....
Selepas kepergian Daren, Luis menghubungi nomer mama nya tapi sayang ponsel mama nya sudah tidak aktif, Luis pun kembali menghubungi Nomer Kania tapi tak kunjung diangkat...
"Apa Kania benar-benar marah padaku, kenapa dia tidak mau mengangkat telfonku?..."Bukan nya tenang, Luis malah menjadi gelisah, hati nya serasa tidak tenang saat Kania mematikan telfon nya secara sepihak...
"Bagaimana kalau Kania tidak mau menerima telfonku lagi, apa yang harus aku lakukan, kenapa aku tidak tenang begini?...."Luis mondar mandir seraya melihat layar ponsel nya...
****
sementara dirumah mama Liana, Kania menghela napas kasar saat melihat layar ponsel mama nya mati, ia pun mencari mama nya dan menyerahkan ponsel mama Liana...
"Ma, Ini ponsel mama, tadi mas Luis menelpon tapi ponsel nya mati seperti nya lowbet,..."Ujar Kania menyodorkan ponsel nya, mama Liana mengambil ponsel nya dan memeriksa nya...
"Bener sayang,, ponsel nya lowbet, mama cas dulu ya..."Mama Liana meninggalkan Kania dan menuju kamar nya, sementara Kania duduk diam, sedari tadi pikiran nya terus memikirkan suara wanita yang memanggil Luis...
__ADS_1
"Siapa wanita itu, kenapa terdengar dia begitu akrab dengan Mas Luis, apa itu pacar mas Luis?..."Kania meremas tangan nya, hati nya seketika gelisah, ia merasa bingung dengan hati nya yang merasa takut jika Luis benar-benar memiliki wanita lain...
"Sudahlah Kania, itu urusan Luis bukan urusanmu, dan mungkin saja itu adalah sekertaris nya ataukah teman dekat nya..."Kania mencoba untuk berpikir jernih walaupun hati nya tidak....
Setelah berdiam diri beberapa saat, Kania pun kekamar nya, Kania langsung mengambil ponsel nya yang ada diatas nakas, Mata Kania membulat sempurna melihat panggilan telfon Luis yang begitu banyak...
Dahi Kania berkerut saat Daren mengirim pesan pada nya, Kania membuka pesan dari Daren dan membaca nya....
"Kania maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat kamu dan Luis bertengar, aku tidak rau jika kalian sedang mengobrol jadi aku menggoda Luis dengan bernada berempuan, tolong jangan marah pada Luis karna disini dia hanya memikirkanmu, dia seperti orang gila saat kamu mematikan ponsel nya jadi tolong jangan marah pada nya....." Pesan Daren yang begitu panjang...
Kania tersenyum sendiri, saat membaca pesan Daren, ia kembali melihat panggilan Luis yang begitu banyak...
Tak lama kemudian Luis kembali menelfon, Kania tanpa ragu mengangkat nya karna sebenar nya dia masih sangat ingin mendengar suara Luis...
"Kania, Apa kamu tidak apa-apa, kamu baik-baik saja kan? apa yang terjadi denganmu, kenapa tadi ponsel nya terputus dan ponsel mama tidak aktif lagi, apa kamu marah pada saya?...."Deretan pertanyaan Luis lontarkan, Kania hanya tersenyum tipis, entah lah perasaan nya sangat senang karna Luis terdengar begitu khawatir pada nya...
"Saya tidak apa-apa kok Mas, mas jangan khawatir disini saya dijaga dengan sangat baik, mama dan papa sangat memperhatikanku, dan pasal yang tadi, ponsel mama lowbet jadi mati...."Sahut Kania menjelaskan, Luis mengelus dada nya merasa lega, ia berfikir jika Kania marah padanya sampai mematikan telfon, ternyata ponsel mama nya Lowbet...
"Tapi kenapa ya, kok Kania terdengar biasa-biasa saja, apa tadi dia tidak mendengar suara Daren yang seperti perempuan yang memanggilku, atau Kania sama sekali tidak cemburu karna tidak mencintai aku ya?...." Tanya Luis dalam hati, Luis pun bertekat untuk menanyakan nya karna dia ingin tau apa Kania sudah memiliki perasaan terhadap nya...
"Kania apa saya boleh bertanya?..."Tanya Luis pelan, Kening Kania berkerut dalam, tapi ia hanya mengiyakan saja....
__ADS_1
"Apa kamu tidak marah saat mendengar suara wanita memanggilku, Apa kamu tidak merasa kehilangan saya?...."Tanya Luis pelan, Kania terdiam, ia bingung dengan pertanyaan yang Luis berikan...
"Ngak kok mas, saya ngak marah, dan saya juga ngak merasa kehilangan, lagian disini ada mama dan papa, saya seneng kok...."Jawab Kania yang tidak mengerti pertanyaan Luis yang sebenar nya...
"Syukurlah kalau kamu tidak marah, dan kamu juga tidak kesepian disana, lebih baik kamu istirahat, ini juga sudah malam kan..."Luis langsung memutuskan sambungan telfon nya tanpa mendengar perkataan Kania, ia merasa sangat kecewa dengan jawaban Kania, ia berharap Kania menanyakan suara siapa itu, Luis langsung melempar ponsel nya keatas ranjang, terdengar helaan napas panjang dari laki-laki yang sebentar lagi akan berstatus sebagai ayah itu...
"Kenapa aku sangat kesal mendengar jawaban Kania, apa bener aku sudah jatuh cinta pada Kania?...."Luis mengusap wajah nya dengar kasar, ia tidak tau apa yang terjadi pada nya....
Sementara Kania memandang layar ponsel nya...
"Apa aku salah bicara?..."Ujar Kania bingung....
Tidak ingin ambil pusing, Kania kembali menyimpan ponsel nya diatas nakas dan keluar dari kamar nya dan pergi kekamar Tiara, Kania sangat suka melihat wajah imut Bayi Diko apa lagi saat Bayi mungil itu tertidur pulas, Kania seperti ingin cepat melahirkan ....
"Tiara, mana Diko, aku ingin melihat nya?..."Tanya Kania saat tidak melihat Bayi Diko diatas ranjang sementara Tiara baru saja keluar dari kamar mandi dan tidak menggendong Bayi Diko...
"Ohh Diko, tadi diambil sama mertua Kakak, katanya mau diperlihatkan sama papa mertua kakak, mungkin aja dibawa kekamar..."Sahut Tiara menjelaskan, Kania mengangguk saja, ia kemudian duduk ditepi ranjang menunggu Tiara yang sedang mengeringkan rambut...
"Kak, Bagaimana perasaan kakak ditinggal kak Luis, apa kakak merasa kehilangan...."Kania yang mendengar perkataan Tiara terdiam, kenapa pertanyaan Tiara sama persis seperti yang ditanyakan Luis...
"Apa yang dimaksud Luis tadi adalah?..."Kania menepuk jidat nya, ia merasa bodoh karna tidak mengetahui maksud dari Luis tadi
__ADS_1