
Kania menghapus air mata nya, sebagai perempuan ia juga merasakan sakit yang dirasakan mama mertua nya saat itu, apa lagi sekarang dia mengalami nya sendiri...
"Jadi kamu karus sabar, ingat keajaiban cinta itu benar-benar ada,..." tanpa sadar, mangkuk yang berisi penuh dengan bubur kini tandas, Mama Liana mengambil minum dan memberikan nya pada Kania...
"Kania ngak nyangka ternyata mama pernah mengalami hal menyakitkan itu..."Liana tersenyum, mengingat kejadian itu, sungguh ia tidak menyangka jika sekarang Johan sangat mencintai dan peduli pada nya, rasa nya tidak mungkin mengingat perlakuan Johan pada nya dimasa lalu tapi berkat kesabaran nya Johan bisa mencintai nya...
Setelah puas membagi pengalaman, mama Liana pun pamit untuk pulang, untuk membersihkan badan, karna sudah seharian ini ia belum mandi...
Setelah kepergian Mama nya, Kania mengambil ponsel nya yang terletak diatas nakas, ia melihat ponsel nya dan memastikan jika Luis menghubungi nya tapi sayang, tak ada satupun panggilan atau pesan dari Luis...
"Terlalu berharap itu menyakitkan...."Gumam Kania menyimpan kembali ponsel nya dan kembali berbaring....
"Apa iya pernikahanku akan sama seperti pernikahan mama Liana?...."sejak mama Liana menceritakan masa lalu nya, Kania sedikit bersemangat, ia berharap pernikahan nya bersama Luis akan langgeng sampai maut memisahkan...
Lama kelamaan, Kania pun tertidur, mungkin karna efek obat hingga dia cepat mengantuk...
Pukul 1 malam, Seorang Pria masuk kedalam ruangan rawat Kania, dari jauh ia sudah bisa melihat Kania yang sedang tertidur pulas, Laki-laki itu semakin mendekat dan kemudian tanpa permisi langsung mencium kening Kania dengan lembut.....
"Maafkan aku Nia, ini semua salahku,, aku tidak bisa menjaga kamu, tapi aku berjanji akan menemukan laki-laki yang sudah mencoba melukai kamu , akan aku patahkan tangan kaki nya beserta leher nya supaya dia tidak berani mengangguk istri dari Luis..."Luis mengelus rambut Kania dengan lembut, ada sedikit penyesalan saat mendapatkan kabar dari mama nya dan langsung pulang...
Flash back o**n....
Luis melihat layar ponsel nya, ia menatap tajam ponsel nya seakan menatap musuh, kemudian ia bangkit dari duduk nya dan pergi keruangan Daren...
"Ren aku balik duluan keindonesia, mama baru saja nelpon aku jika ada laki-laki misterius yang mencoba menculik Kania,..."Daren yang mendengar ucapan Luis langsung menghentikan kerja nya dan menghampiri Luis...
__ADS_1
"Aku juga akan pulang, tidak mungkin aku membiarkanmu pulang sendirian dan menghadapi musuh, sedangkan aku hanya berdiam diri disini..."Luis menolak dengan keras, pekerjaan nya harus selesai, jadi dia memutuskan untuk pulang dan Daren akan tinggal untuk menyelesaikan permasalahan yang ada...
"Tidak, kamu disini saja, masih ada Marko disana, Marko akan membantuku..."Daren menghela napas kasar, ia pun mengangguk mengiyakan; Luis pun keluar dari dari Ruangan Daren dan langsung pulang...
Flash back off....
Luis yang belum makan pun memutuskan untuk mencari Restoran yang masih buka, karna panik ia lupa untuk makan...
"Aku cari makan dulu ya, kamu tidur yang nyenyak, kamu ngak usah khawatir tidak ada yang bisa menyakiti kamu selama aku ada disini bersamamu..."Sebelum pergi Luis kembali mencium kening Kania dengan lembut kemudian ia pun keluar...
"Jaga istri saya baik-baik, saya mau keluar mencari makan, jika istri saya kenapa-napa kalian yang akan saya bunuh...."4 orang pengawal yang sedang berjaga menunduk sopan, Luis pun pergi...
"Kenapa, aku merasa Luis ada disini ya, apa itu hanya mimpi, tapi itu sangat nyata?..."Kania yang merasakan kehadiran Luis pun terbangun, tapi sayang ruangan itu kosong hanya dia yang ada disana, ia melihat kearah pintu yang masih tertutup rapat...
"Karna terlalu berharap Mas Luis datang malah kebawa mimpi...."Kania bangun dari ranjang dan kemudian masuk kedalam kamar mandi, mencuci wajah nya agar terlihat lebih segar...
"Rasa nya aku sangat lapar, apa mungkin karna anak yang ada didalam perut ku hingga aku cepat lapar..."Perlahan Kania mengusap perut nya yang sudah membuncit, cacing yang ada didalam perut nya mulai bernyanyi dan berdemo minta diisi, Kania melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 2 malam, kemudian Kania beranjak untuk mengambil buah yang terletak diatas nakas, dengan terpaksa Kania memakan buah-buahan untuk menganjal perut nya, ia tidak mungkin keluar untuk mencari makanan di tengah malam seperti ini,....
"Rasa nya sangat tidak membantu makan hanya dengan buah saja,..."keluh Kania mengusap perut nya, saat ini Kania sangat merasa lapar...
Di tengah perjalanan, Luis terpaksa menghentikan mobil nya saat beberapa mobil menghadang nya, Luis menghela napas kasar, dengan tangan kosong ia keluar dari mobil dan bersandar dipintu mobil dengan santai nya, kemudian beberapa orang turun dari mobil dan mengepung Luis...
tanpa mengatakan apapun Luis langsung dikepung, dengan tangan kosong, Luis melawan, Luis sedikit kewalahan karna banyak nya musuh yang tidak memberinya kesempatan untuk menyerang balik, ia pun sekali-kali mendapatkan pukulan dan tendangan...
Sampai Marko datang dan membantu Luis, cukup lama mereka saling menyerang sampai para musuh tumbang...
__ADS_1
"Tuan muda tidak apa-apa?..."tanya Marko mendekati bos nya...
"Saya tidak apa-apa, terimakasih karna sudah menolong saya...."Marko melongo mendengar kata terimakasih yang keluar dari mulut Luis, rasa nya benar-benar tidak mungkin Luis mengatakan kata itu, tapi itulah kenyataan nya...
"Sama-sama Tuan muda, sudah seharus nya saya membantu anda,..."
"Kamu dari Mana tengah malam begini?..."
"Saya, saya baru saja dari warung Tuan muda, habis beli makanan, tapi saat saya lewat saya melihat seseorang sedang berkelahi jadi saya kesini ternyata itu anda..."Sahut Marko yang diangguki oleh Luis, memang benar seperti nya Marko dari warung terlihat plastik yang ada ditangan Marko...
Saat mereka tengah asik mengobrol, seorang pria yang bersembunyi dibelakang mobil mengambil pistol yang ia simpan didalam saku celana nya dan mengarahkan tepat ke punggung Luis,
perlahan tapi pasti, ia menarik pelatuk nya dan...
Dorr....
"Tuan muda..."
Prangg
Kania terlonjat kaget saat gelas yang coba ia raih terjatuh kelantai dan pecah, ia memegang dada nya..
"Astaga, apa yang terjadi, kenapa perasaanku tidak enak begini, semoga mas Luis baik-baik saja..."Ujar Kania mencoba menghilangkan kecemasan nya...
Karna rasa lapar dan cemas kini bercampur menjadi satu, akhir nya Kania bangun dan memutuskan untuk mencari makanan, ia tidak ingin membiarkan perut nya kosong sampai pagi, karna hal itu tidak akan membuat nya tidur...
__ADS_1
Perlahan Kania turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu, Kania membuka pintu dan terkejut melihat Laki-laki yang sedang berdiri didepan nya...