
Pagi hari nya, Kania bangun pagi-pagi, ia ingin menyiapkan pakaian untuk sang suami dan menyiapkan segala keperluan untuk suami nya selama berada diluar negeri, Kania melarang para pelayan melakukan nya karna ia ingin belajar menjadi istri yang baik untuk Luis, walaupun hanya sementara...
Setelah semua nya sudah siap, Kania melihat jam dan baru pukul 6 pagi, masih ada 2 jam keberangkatan Luis, Kania pun bergegas ke dapur, ia ingin memasak untuk suami nya...
"Selamat pagi semua,..."Sapa Kania pada pelayan yang sedang menyiapkan bahan-bahan masakan, para pelan sangat terkejut melihat Kania yang pagi-pagi sudah berada didapur dan masih memakai baju tidur...
"Selamat pagi Nona muda,..."Jawab mereka serempak....
"Apa Nona muda membutuhkan sesuatu?..."Tanya salah satu pelayan yang yang berdiri dipojok kanan, Kania tersenyum lalu menggeleng,...
"Tidak, pagi ini Suami saya akan keluar negeri, jadi saya mau memasak untuk nya, jadi kalian hanya perlu menyiapkan bahan-bahan dan bumbu nya biar saya yang memasak...."para pelayan saling pandang kemudian meneguk ludah masing-masing, bukan nya tidak percaya dengan kemampuan memasak Nona muda mereka, tapi mereka sudah diancam oleh Luis untuk tidak membiarkan Kania memasak karna tidak ingin istirahat nya kelelahan dan bisa berakibat pada kandungan nya...
"Saya mohon, mungkin Mas Luis telah mengancam kalian, tapi hanya untuk hari ini, selebih nya saya tidak akan memasak lagi, saya mohon, saya akan memberitahu Mas Luis nanti nya jika ini keinginan saya..."Para pelayan pun mengangguk pelan, walaupun mereka sebenar nya sangat takut jika Luis memecat mereka, tapi mau bagaimana lagi, mereka tidak tega jika melihat Kania memohon...
"Yes, makasih, kalian memang baik hati, yasudah sekarang bantu saya menyiapkan bahan dan bumbu nya..."Pelayan pun mengikuti perintah dari sang majikan untuk menyiapkan bahan dan bumbu sementara Kania memasak bahan mentah yang sudah disiapkan pelayan sebelum nya...
Kania memasang dengan sangat lihai, pelayan sampai terkagum-kagum melihat nya, jika biasa nya laki-laki mengatakan tidak ada istri yang sempurna, semua itu bohong karna peringkat itu diduduki oleh Kania, sudah cantik, tidak sombong, baik hati, suka menolong, pintar memasak dan pintar dalam segala hal, maka nikmat tuhan yang manakah yang Luis Dustakan mempunyai istri seperti Kania?...
__ADS_1
Satu jam lama nya Kania berkutat didapur hanya untuk memasak makanan yang belum tentu dihabiskan oleh Luis dengan beberapa menu makanan, Kania menepuk tangan nya dan melihat makanan yang sudah tersedia dimeja makan, Kania tersenyum puas melihat karya tangan nya yang diwariskan oleh sang mama, yaitu bakat memasak, Pelayan pun sampai meneguk ludah saking ingin nya mencoba masakan Kania yang terlihat sangat enak ...
"Saya mau mandi dulu, tolong kalian bersihkan dapur sebelum Tuan muda bangun dan turun untuk sarapan!!..."Seru Kania yang diangguk oleh pelayan yang berjumlah 5 orang, Kania pun kembali kekamar dan melihat Luis yang masih tidur...
"Lebih baik aku mandi lebih dulu, mumpung mas Luis masih tidur, jadi setelah aku mandi dan berpakaian aku tinggal tunggu dia siap untuk berangkat..."Ujar Kania berjalan ke kamar mandi usia mengambil pakaian ganti....
Setelah mandi, Kania berjalan kearah ranjang, ia tersenyum manis saat melihat wajah poLos dan tampan Luis yang masih tertidur pulas, Kania tersenyum penuh arti, ia menarik handuk yang sedang membungkus rambut basah nya, ia kemudian berdiri diatas ranjang dan mengarahkan rambut basah nya tepat ke wajah Luis...
Luis yang merasakan air menetes dan mengenai wajah nya seketika membuka mata dan melihat Kania yang sedang tersenyum manis kearah nya,Luis mendesah kesal dan menarik tangan Kania dan alhasil Kania jatuh dan menimpah tubuh nya...
Kedua nya terlibat dalam pandang memandang satu sama lain, mereka seakan lupa jika waktu akan terus berjalan,
"Mas Luis kan yang narik saya, sampai saya terjatuh dan menimpah mas Luis, lagian saya berat karna dua orang, saya dan anak nya mas Luis, ini juga baru 2 bulan, belum 8 sampai sembilan bulan...."Kania yang tidak terima pun langsung menjawab, ia tidak suka jika Luis mengatakan diri nya sangat berat, Kania langsung berdiri dan berjalan ke arah meja Rias...
"Cepatlah mandi, sekarang sudah jam 7 lewat, nanti Mas Luis terlambat, saya sudah menyiapkan air hangat!!..."Seru Kania, Luis pun turun dari ranjang dan menghampiri Kania...
"Terima kasih istriku sayang, kamu memang tidak ada sama nya..."Ujar Luis mencolek pipi mulus Kania kemudian berlari masuk kedalam kamar mandi...
__ADS_1
Kania menatap pintu dengan kesal bersamaan dengan rona merah di wajah nya, ia menyentuh pipi nya yang baru saja disentuh oleh Luis, entah perasaan apa yang kini Kania rasakan tapi ia sangat senang, apa lagi saat mendengar kata sayang dari mulut Luis, rasa nya ia seperti terbang kelangit ketujuh karna bahagia, sampai-sampai ia senyum tak pernah pudar di bibir cantik nya...
Usai mandi, Luis pun keluar dan memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Kania, Luis mendekati Kania dan merebut sisir yang dipegang oleh Kania, dan menyisir rambut panjang Kania...
"Tidak usah mas biar saya saja, Mas Luis kan mau siap-siap, nanti kita terlambat..."Ujar Kania berusaha mengambil sisir yang ada ditangan Luis tapi dengan cepat Luis mengangkat tangan nya sehingga Kania tidak bisa mengambil nya...
"Biarkan saya saja,..."Ujar Luis dengan wajah datar nya, Kania menghela napas kasar kemudian duduk, ia pasrah dengan apa yang Luis ingin lakukan...
"Maaf ya Mas, rambut saya terlalu panjang dan terkadang menganggu Mas Luis disaat tidur, tapi saya janji saat mas Luis pulang rambut ini sudah saya potong agar mas tidak terganggu saat tidur..."Ujar Kania saat menyadari Luis terus melihat rambut panjang nya, memang setiap malam, rambut Kania selalu saja menganggu Luis, terkadang Luis sangat kesal saat rambut Kania terbang dan mengenai wajah nya...
"Tidak perlu, saya tidak ingin kamu memotong satu senti pun, saya suka dengan wanita yang berambut panjang, jadi jangan coba-coba menggunting nya..."ujar Luis yang terdengar seperti perintah mutlak untuk Kania...
"Tidak ada bantahan..."Sambung Luis saat Kania ingin berbicara, Kania pun kembali diam, ia juga sangat bersyukur karna Luis tidak menginginkan rambut nya dipotong, karna ia juga sangat menyukai rambut panjang nya yang sama persis seperti mama nya dulu...
setelah selesai menyisir rambut Kania,Luis langsung membalikkan tubuh Kania sehingga berhadapan dengan nya...
"Saya butuh imbalan karna sudah menyisir rambutmu..."Ujar Luis yang membuat Kania sangat bingung...
__ADS_1
"Sekarang kamu...."