Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Syarat pernikahan


__ADS_3

"Tiara, Tiara kamu mau kemana? jangan seperti ini Tiara, kita bisa membicarakan semua nya baik-baik,..."Ujar Kania menghampiri Tiara yang sedang memasukkan semua pakaian nya kedalam koper....


"Ngak kak,, aku mau pergi dari sini, aku tidak ingin laki-laki itu mengambil Diko dari aku, dan tolong kak jangan pernah melarang aku pergi, lebih baik aku tinggal dipanti bersama anak-anak, disana aku bisa tinggal dengan tenang tanpa ada gangguan..."Kania menarik tangan Tiara dan mendudukkan nya diranjang....


"Baiklah, kakak tidak akan melarangmu pergi, tapi kakak mohon dengarkan aku baik-baik, aku ingin bercerita tentang hidupku padamu..."Tiara seketika diam, Kania pun tersenyum dan menggenggam kedua tangan Tiara...


"Kakak pernah berada didalam posisi kamu Tiara, Anak yang kakak kandung bukanlah dari hasil pernikahan kakak dan Mas Luis, anak ini ada sama seperti bayi Diko..."Tiara diam saja, mencerna apa yang Kania bicara...


"Waktu itu, Kakak dijebak, Tiara, ada seseorang yang memberikan kakak minuman yang diberi obat perangsan, tapi Kakak bisa lari dari mereka, dan pada akhir nya Mas Luis yang menolongku, karna tidak tau tempat tinggalku, mas Luis membawaku kehotel, dan naas nya, karna reaksi obat itu, kakak memaksa mas Luis untuk melayani kakak, semula ia menolak, tapi kakak terus memaksa nya karna kakak sudah tidak kuat dengan reaksi obat itu, dan pada akhir nya, malam kelabu itupun terjadi,..."


"Kakak menyalahkan mas Luis atas apa yang terjadi pada kakak, kakak saat ini benar-benar hancur dan tidak tau apa yang harus kakak lakukan, dan sampai pada akhir nya Mama Liana menyuruh kami menikah, awal nya kakak menolak, tapi kakak berpikir bagaimana nanti jika anak itu tumbuh dewasa, apa yang akan kakak katakan jika dia mencari ayah nya,,apa kakak harus menjawab ayah nya sudah meninggal? lalu bagaimana kalau mas Luis datang dan mengatakan jika dia adalah anak nya? apa yang harus kakak katakan? lalu bagaimana dia bisa menahan ejekan dari teman-teman nya yang tidak punya ayah, bagaimana nanti nya jika dia akan menikah, nama siapa yang akan menjadi wali nya? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang sulit bahkan tidak bisa kakak jawab jika dia tumbuh dewasa, dan pada akhirnya kakak menerima pernikahan itu, pernikahan yang tidak ada cinta dan aksi sayang yang ada hanya siksaan dan penderitaan, tapi Kakak tetap berusaha kuat demi siapa? demi anak yang kakak kandung, dan entah darimana dan bagaimana timbul perasaan cinta antara kami, mungkin karna terbiasa, hidup bersama,,..."


"Cinta itu tumbuh dengan sendiri nya karna terbiasa Tiara, jika kita menjalani nya dengan ikhlas, pasti kita akan menemukan kebahagiaan, dan sekarang kakak serahkan semua nya padamu, kamu pergi membawa Diko dengan pertanyaan dan rasa takut yang akan menghantui kamu atau tinggal disini untuk menyelesaikan semua nya, kita cari jalan yang terbaik, semua pilihan ada padamu, kakak tidak akan memaksamu karna ini hidupmu, kamu yang akan menjalani nya, kakak hanya ingin yang terbaik untuk adik kakak,pikirkan baik-baik,...."mengelus kepala Tiara dengan lembut, kemudian berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju pintu...


"Kak...."Kania berhenti dan membalikkan badan nya..


"Terima kasih selalu ada untukku, aku akan memikirkan semua nya dengan matang..."Kania mengangguk dan tersenyum, kemudian Kania pun keluar dari kamar Tiara kembali keruang keluarga...


Semua pandangan tertuju pada Kania saat pintu tertutup rapat sampai Kania duduk disamping suami nya..

__ADS_1


"Bagaimana Kania?..."tanya mama yang sudah tidak sabar mendengar keputusan Tiara...


"Dia bilang dia butuh waktu untuk berpikir ma, ini adalah keputusan yang sulit untuk nya, biarkan dia sendiri dulu...." sahut kania yang disetujui mama mertua nya....


"Makanya dinikahin dulu baru dipake, jangan buka Dos dulu..."Ujar Luis mengejek sahabat sekaligus tangan kanan nya...


"Kamu pun sama, tidak usah mengejek kalau kamu juga melakukan hal yang sama..."Luis hanya cengengesan saat disemprot oleh mama nya..


"Tapi ma, Luis kan ngak salah, Luis yang diperkosa bukan Luis yang perkosa, lagian siapa sih yang bisa menolak barang bagus, barang bagus kalau dikasih kemama pasti langsung mau apa lagi Luis...."Kania yang kesal dengan ucapan Suami nya langsung mencubit perut Luis dengan keras membuat calon bapak itu memekik kesakitan...


"Auhhh sakit sayang, cuman bercanda, tapi kenyataan nya juga begitu kan..."Kania menunduk malu, saat semua orang tertawa, ia melirik Luis yang langsung terdiam ditempat...


Clekkk....


Ia melirik Daren yang sedari tadi melihat ke arah nya...


"Bagaimana sayang, apa keputusanmu?..."tanya mama Liana...


"Aku setuju menikah dengan nya dengan satu syarat...."Sahut Tiara yang menundukkan kepala nya...

__ADS_1


"Dia harus bersedia mencari papaku dan meminta restu pada nya dan menjelaskan semua yang terjadi..."Semua orang melihat kearah Daren dengan pandangan mensuk, Daren yang mendapatkan tatapan seperti itu, hanya bisa meneguk ludah nya kasar, kemudian mengangguk pertanda setuju......


"Jadi kapan kalian akan menikah dan memberikan adik pada Diko? aku berpesan agar anakmu yang kedua cewek agar kelak ada yang bisa membantu mu dikebun dan ada yang membantu Tiara didapur, jadi tidak sabar menyaksikan seorang Daren mencangkul bersama Diko dikebun..."Lirikan maut tertuju pada Daren, hingga calon bapak itu hanya cengengesan....


"Hanya...."


"Bercandamu tidak lucu.."Selip Daren. dengan pandangan membunuh,...


"Ciee marah,..."


"Mas, kamu kenapa sih,, selalu saja menggoda Daren..."dan pada akhirnya, mereka pun sepakat akan menikahkan Tiara dan Daren setelah mendapat restu dari orang tua Tiara....


"Bisakah aku menggendong anakku,? eh... maksudku Diko?..."Tanya Daren yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tiara...


"Hanya ingin menggendong nya saja, apa salah nya, dia juga putraku kan, hanya saja aku baru tau karna kamu membawa nya pergi...."


"Tidak apa-apa Tiara, Daren tidak akan membawa Diko pergi, percaya padaku..."Walaupun ragu, tapi Tiara Menyerahkan Diko yang langsung diraih dengan penuh semangat oleh Daren...


Daren melihat Diko dengan lekat, ada sebutir air jernih mengalir dari pipi Dateng melihat Anak yang ada dalam gendongan nya adalah putra nya yang selama ini ia tidak ketahui keberadaan nya,....

__ADS_1


Ada rasa bahagia sekaligus rasa bersalah dalam hati Daren, mengapa dia bisa tidak tau jika anak yang rebut kesucian nya akan membuahkan hasil,...


"Jadi ngak sabar deh nunggu kamu lahiran,..."Ujar Luis seraya mengelus perut besar Kania....


__ADS_2