
Selepas kepergian Luis, Kania hanya berdiam diri, hati nya benar-benar sakit, ingin mengaduh pun ia tidak rau ingin mengaduh pada siap, tidak mungkin ia menghubungi mama mertua nya, kemudian ia teringat mama nya, Kania bangkit dari duduk nya dan masuk kedalam rumah, mengambil tas dan kunci mobil...
"Nona biar saya antar, Tuan muda memerintahkan saya untuk mengantar Nona muda kemana saja..."Ujar seorang laki-laki tua mendekati Kania yang hampir masuk kedalam mobil...
"Saya pergi sendiri saja, tidak usah diantar,..."Tolak Kania langsung masuk dan menjalankan mobil nya meninggalkan Mansion, pak supir tua itu berusaha mengejar Kania yang perlahan semakin jauh...
Pak supir yang takut pada amukan tuan muda nya pun langsung menghubungi Luis dan memberitahu Luis jika Kania pergi keluar membawa mobil sendiri...
"Ha-Halo Tu tuan muda, Nona muda pergi keluar tanpa pengawasan, nona membawa mobil sendiri..."Supir pribadi untuk Kania itu bergetar ketakutan mendengar suara Luis yang begitu marah di seberang telfon...
"Kenapa kamu membiarkan nya pergi bodoh, kenapa kamu tidak melarang nya?...."Teriak Luis menggelegar...
"Maaf Tuan muda, saya sudah berusaha melarang nya tapi Nona muda tidak mendengarkan saya..."
Tut...
Pak Supir itu mondar-mandir, saat sambungan telfon terputus, takut? tentu saja, setiap orang yang bekerja dengan Luis harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan, jika terjadi kesalahan sedikit saja habis lah mereka...
"Aku harus mencari Kania dan meminta maaf, mungkin saja dia marah karna aku bentak..."Luis mengeluarkan ponsel nya dan melacak keberadaan Sang istri, saat sudah menemukan keberadaan Kania Luis langsung meluncur ketempat Kania berada...
Setelah sampai, Kania langsung turun dari mobil dan menuju makam mama nya...
__ADS_1
"Mama Kania datang, Mama rindu ngak sama Kania?...."Kania langsung berjongkok dan mengelus pusaran makam mama nya, air mata yang coba ia tahan kini tak biasa ia bendung lagi....
"Mama, Kenapa hidup Kania berantakan seperti ini, hidup Kania hancur ma, Suami Kania memiliki perempuan lain, dia pernah bilang kalau dia mencintai Kania, tapi dia memiliki kekasih ma, Kania cemburu, Kania sudah mencintai suami Kania, tapi Kania ragu untuk mengungkapkan nya...."Kania terus curhat pada makam mama nya sampai-sampai-sampai ia tidak menyadari jika Luis sudah ada disana sejak 5 menit yang lalu...
Luit yang mendengar curhatan Kania begitu bahagia, akhir nya yang ia nanti-nantikan selama ini terjawab sudah, kalau Kania juga sudah mencintai nya,...
"Maafkan saya Kania, saya tidak bermaksud untuk menduakan kamu, saya hanya ingin kamu memahami isi hati kamu, saya tidak ingin jadi orang bodoh seperti ayahmu yang menduakan istri bak malaikat, Terimakasih mama mertua karna telah melahirkan Wanita sempurna untuk saya miliki, saya berjanji jika saya akan menjaga dan mencintai nya dengan baik...."Ujar Luis dalam hati, kemudian ia berbalik dan masuk kedalam rumah, Luis tidak ingin mengganggu Kania yang ingin berdua saja dengan mama nya...
Baru saja Luis masuk kedalam rumah,ia sudah dikejutkan dengan kedatangan Ririn yang langsung bergelayut manja dilengan nya hal itu membuat Luis risih dan mencoba melepaskan tangan Ririn dilengan nya...
"Jangan bersikap kurang ajar padaye saya, cepat, Lepaskan saya..."Bentak Luis yang sama sekali tak dihiraukan Ririn...
Tanpa permisi, Ririn langsung mencium bibir kenyal dan lembut Luis dan sedikit ******* nya, Luis yang kaget langsung mendorong Ririn hingga terbentur kelantia...
"Saya tidak akan pernah menikahi wanita murahan seperti kamu, anda saya tidak akan pernah menduakan Kania, karna saya sangat mencintai nya, jadi buang mimpimu itu jauh-jauh..."Luis kembali mendorong Ririn dan menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar Kania...
"Mau tidak mau kamu harus menikahiku sayang, karna sebentar lagi kamu akan menjadi milik aku..."Gumam Ririn dengan senyuman licik nya, ia pun naik kelantai atas menyusul Luis...
"Wanita murahan itu berani sekali menciumku, tapi ada apa denganku, kenapa seakan aku menikmati dan membalas ciuman nya, apa yang telah terjadi padaku...."Luis menatap pantulan diri nya didalam cermin, kemudian mengingat betapa nikmat nya ciuman yang Ririn berikan...
"Kak kumohon, jika kamu tidak mau menikahi tidak masalah tapi izinkan aku untuk mencium bibirmu sekali saja, hanya sebagai tanda perpisahan, aku mohon, aku sudah lama menyukaimu, sejak pertama kamu datang kerumah ini aku sudah mencintai kamu....."Pinta Ririn memeluk tubuh Luis dari belakang...
__ADS_1
Luis melepas tangan Ririn dengan kasar kemudian membalikkan badan nya, memandang wajah Ririn lebih tepat nya menatap bibir Ririn yang bergerak karna mengunyah sesuatu...
Kini giliran Luis yang bergerak mencium bibir lembut Ririn dan sedikit ******* nya, entah sadar atau tidak Luis begitu menikmati ciuman yang sedang berlangsung itu...
Ririn begitu bahagia, ia seakan memenangkan piala bergensi yang banyak diperebutkan oleh seluruh orang, walaupun usai nya yang masih belia Ririn sudah jaga berciuman, ia pun berusaha mengimbangi Luis...
Baru saja Luis ingin menuntun Ririn keatas ranjang, pintu seketika terbuka dengan cepat Luis mendorong tubuh Ririn menjauh dari nya...
Kania sangat terkejut melihat Suami dan adik tiri nya, ia seakan tidak percaya, dengan langkah tegas, Kania menghampiri Ririn dan...
Palkkk...
Kania menampar Ririn dengan sangat keras hingga membekas dipipi Ririn...
"Dasar wanita murahan, berani sekali kamu menggoda suamiku, aku tidak heran, mamamu juga kan wanita murahan jadi anak nya pasti juga menjadi wanita murahan,...."Ujar Kania mengejek, Ririn benar-benar tidak terima, ia juga ingin menampar Kania tapi tangan nya lebih dulu ditahan oleh Luis...
"Jangan pernah berani menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu, cepat keluar dari sini sebelum kamu menyesal, cepat keluar..."Dengan wajah kesal, Ririn keluar dari kamar Kania dengan menghentak-hentakkan kaki nya, Luis berjalan ke arah pintu, menutup pintu dan mengunci nya...
Kemudian Luis mendekati Kania yang sedang memandang nya seperti musuh yang siap menyerang kapan saja...
Cup....
__ADS_1
Kania membulatkan mata nya saat Luis menempelkan bibir nya dibibir Kania, ia berusaha mendorong tubuh kelar Luis tapi sayang tenaga nya tak sebanding dengan Luis...
Awal nya Kania terus meronta ingin lepas tapi lama kelamaan ia pun menikmati ciuman itu dan mulai membalas ciuman Luis...