
Setengah bulan berlalu,Siva semakin hancur saat melihat foto-foto Liana dan Johan yang terlihat bahagia....
Siva benar-benar sakit hati, ia tidak bisa menerima kenyataan jika Johan menjadi milik orang lain,...
Siva seperti orang gila, terkadang ia tertawa sendiri dan terkadang ia langsung menangis disaat yang bersamaan...
"Aku ngak bisa menerima kenyataan ini, Johan hanya milikku, dia hanya milikku, tapi kenapa dia menikah sama wanita lain, apa dia tidak mencintaiku?...."
Mama Sila masuk kedalam kamar Siva setelah lama mengetuk pintu kamar putri nya yang sama sekali tidak dapat jawaban,...
"Siva...."teriak mama Sila langsung berlari memeluk putri nya...
"Apa yang kamu lakukan Siva, kenapa kamu melakukan ini? bangun sayang, Siva bangun, jangan tinggalin mama Siva,...."Mama Sila berteriak kencang memeluk Putri nya....
Tak lama seorang laki-laki berkaca mata masuk dan terkejut, ia langsung berlari menghampir mama Sila dan Siva yang sudah tidak sadarkan diri...
"Ma apa yang terjadi, kenapa siva sperti ini?...."
"Mama ngak tau yah, mama ngak tau hikss siva bangun sayang, jangan tinggalin mama...."Ayah Reyhan melihat ponsel putri nya yang tergeletak tak jauh dari Siva, ayah Reyhan melihat foto pernikahan Liana dan Johan...
Setelah sampai dirumah sakit, Siva langsung dibawa keruang UGD, sedari tadi mama sila hanya menangis didalam pelukan suami nya....
Tak lama kemudian Dokter keluar, Ayah Reyhan dan mama Sila langsung berdiri dan menghampiri Dokter...
"Dokter bagaimana keadaan anak saya, dia baik-baik saja kan?..."tanya ayah Reyhan...
"Maafkan kami pak, kami sudah berusaha sebisa mungkin, Racun yang diminum anak bapak sangat banyak,..." Dokter itu menunduk, mama sila histeris, ia menangis sejadi-jadi nya, ayah Reyhan terduduk di lantai, anak perempuan nya telah bunuh diri karna keluarga Johan....
"Aku bersumpah akan membalas dendam untuk putriku kepada kalian, akan kubuat kalian merasakan apa yang aku rasakan saat ini, aku bersumpah akan membuat kalian menderita..."Teriak Ayah Reyhan dengan penuh kemarahan...
Dan pada saat itu dendam dihati kelurahan Reyhan kepada keluarga Johan membara, tidak ada kata maaf sedikit pun yang tersisa untuk orang yang sudah menyebabkan Anak satu-satunya bunuh diri...
Flash back of...
"Ayah dan mamaku menderita atas kematian kakakku Luis dan semua itu karna keluargamu, semua itu gara-gara ayah dan ibumu, aku tidak akan membiarkan kalian bahagia diatas penderitaan keluargaku..."Marko seakan kesetanan ia mengambil vas kecil dan melempar nya kehadapan Kania...
__ADS_1
"Dan apa kamu tau? Tante aku, Tante Alexa menderita karna ayah dan ibumu, dia membuat nya menderita sampai frustasi dan gila, Ayahmu memanfaatkan Tante ku untuk membuat mamamu, menderita, tapi ayah mu malah jatuh cinta pada mamamu dan mencampakkan tanteku, Ayah dan mamamu adalah penyebab dari semua ini..."Dion ikut menimpali...
"Kalian salah, semua itu karna salah paham, tidak ada yang bisa memaksakan cinta,..."Sahut Kania...
"Diam..."bentak Marko menunjuk wajah Kania...
"Hey Marko, berani nya kamu membentak istriku, aku akan membunuhmu dan menguliti dengan tanganku sendiri, ingat itu baik-baik..."
Marko terkekeh, ia menarik Kania dengan kasar membuat Luis terbakar amarah....
"Lepaskan tangan kotormu dari istriku brengsek...."
"Bagaimana ya kalau aku membunuh Istri dan anakmu, pasti kamu akan sangat menderita..."Luis terkejut, ia memberontak sekuat tenaga, Marko mengangkat tangan nya tinggi-tinggi ingin menampar Kania, tapi belum sempat tangan nya mengenai wajah Kania tangan nya ditahan oleh Dion...
"Tidak bro, jangan menyakiti wanita yang aku cintai, aku menyetujui kerja sama kita untuk menghancurkan Luis tapi tidak untuk menyakiti Kania, karna aku jatuh cinta pada nya, biarkan dia bebas dan menjadi milikku...."Marko menarik tangan nya dan menghampiri Luis...
"Apa maksud kamu?..."tanya Kania memandang Dion tajam...
"Aku jatuh cinta padamu Kania, aku mencintai kamu pada saat pandangan pertama, saat kamu menolong saya yang hampir tertabrak mobil..."Jawab Dion memandang Kania penuh cinta...
"Apapun yang terjadi kamu harus menjadi milikku, mau ataupun tidak..."Ujar Dion memegang lengan Kania...
"Jangan sentuh istriku brengsek..."
"Apa yang kamu rasakan Luis, melihat wanitamu akan menjadi milik orang lain, sakit hati, tidak terima? itu yang dirasakan kakakku sampai mengakhiri hidup nya..."
Bugkk, bugkk bugkk...
Dengan keras Marko meninju wajah Luis dengan saat keras, sampai sudut bibir Luis yang sudah mengering kembali berdarah...
"Hentikan Marko, jangan sakiti suamiku, lepaskan dia..."Kania ingin berlari kearah Luis tapi Dion langsung memegang lengan nya...
"Lepaskan, kamu menyakitiku..."Seru Kania berusaha lepas dari Dion, tapi dia sekang tuli...
"Bajingan kau Dion..."Luis menendang Marko hingga terpental kelantai, Luis langsung berdiri dan menghampiri Dion dengan tangan masih terikat...
__ADS_1
Luis langsung menabrakkan tubuh nya pada Dion hingga Dion terdorong dan melepaskan Kania...
Karna keadaan tangan terikat Luis tidak bisa bebas untuk menyerang, Kania yang melihat Suami nya tersiksa langsung melepas ikatan tali Luis...
"Terima kasih sayang, sekarang kamu harus pergi dari sini, saya tidak ingin kamu kenapa-napa..."Pinta Luis yang ditolak keras oleh Kania...
"Aku ngak mau, aku maunya sama kamu, aku ngak mau lagi berpisah sama kamu..."
"Kania, dengarkan saya, kamu harus pergi, percaya sama saya, kita akan bersama lagi, saya akan baik-baik saja.."Luis dan Kania tidak menyadari pistol yang mengarah kearah mereka...
Hingga Marko menarik pelatuk pistol nya, Marko yang mendengar nya pun langsung memeluk Kania dan membalikkan badan nya...
Dor...
"Mas..."Teriak Kania saat melihat lengan Luis tertembak...
"Tolong Kania, keberadaan kamu disini membuat saya lemah, tolong jika kamu ingin kita selamat kau harus pergi dari sini...."dengan berat hati Kania pun mengangguk dan pergi dari sana...
Luis memegang lengan nya yang berdarah, kemudian memandang Marko dengan pandangan membunuh, tanpa basa basi lagi, Luis langsung menyerang Marko dengan tangan kosong,...
Mereka saling menyerang satu sama lain, Marko ingin kembali menembak Luis, tapi dengan cepat Luis menendang tangan Marko sehingga pistol yang ada ditangan nya terlempar jauh...
Sementara Dion pergi mengejar Kania, dari pada bonyok bersama Marko lebih baik ia mengejar Kania dan membawa nya pergi keluar kota...
Dan pada saat yang bersamaan, Daren pun datang bersama anak buah nya, pertmepaurna kembali terjadi, darah mulai mengalir dari mana-mana, suara tembakan menggema dari sudut kesudut, tidak ada lagi suara selain suara tembakan...
.
.
.
.
Hay para pembaca kesayangan Author, jangan lupa like, komen dan Vote ya biar Author tambah semangat, saya mau minta maaf karna cerita saya tidak sebagus dan seseru karya lain nya...
__ADS_1
😊😊😊