
"Sekarang kamu...."
Kamu pasang dasi saya dan sisir rambut saya..."Seru Kuis memberikan dasi nya, Kania menghela napas kemudian meraih dasi ditangan Luis lalu memasangdasi pada Luis, Selahnya Kania mengambil sisir dan menyuruh Luis untuk duduk...
"kenapa menghadap kemari? menghadap kecermin supaya mas Luis bisa melihat diri mas Luis..."Seru Kania saat Luis menghadap kepada nya, Luis menggeleng kemudian memeluk pinggang Kania...
"Saya ingin seperti ini..."Kekeh Luis yang semakin mengeratkan pelukan nya pada perut Kania, hal itu membuat Kania merasa risih...
"Mas perutku sangat geli, tolong lepaskan!!..."Pinta Kania, tapi Luis seakan tuli...
"Sudahlah Kania sebentar lagi saya keluar negeri, jadi sana ingin memeluk anak saya terlebih dulu, saya pasti akan sangat merindukan nya..."Kania menghela napas, kemudian pasrah atas perlakuan Luis terhadap nya, percuma saja ia melarang Luis tidak akan pernah mendengarkan nya..
Setelah semua nya sudah selesai, Luis dan Kania pun keluar kamar,...
Saat Luis sampai diruang makan, pandangan nya menyelidik, ia melihat semua menu makanan yang terlihat sangat enak,..
"Silakan duduk mas!!..."Seru Kania mengambilnya piring untuk nya dan Luis...
"Mas ingin makan apa??..."Tanya Kania, Luis menunjuk makanan yang ia inginkan, setelah mengambil makanan untuk suami nya, Kania pun beralih mengambil makanan untuk nya...
Luis seketika terdiam saat makanan masuk kedalam mulut nya, ia langsung melihat kearah Kania yang sedang sibuk dengan makanan nya...
__ADS_1
"Ada apa?..."Tanya Kania saat Luis terus saja melihat nya...
"Apa kamu yang masak semua makanan ini?..."Tanya Luis dengan tatapan serius, Kania mengangguk dengan pelan,...
"Siapa yang menyuruhmu memasak? dirumah ini ada puluhan pelayan kan kenapa harus kamu yang memasak? kamu tau sendiri kan kalau kamu itu sedang hamil muda, kenapa harus memasak? bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kandungan kamu bagaimana? atau tanganmu terisi oleh pisau bagaimana?..."Kania yang ingin memasukkan makanan kemelut nya berhenti, dan menumpu kepala nya dengan kedua tangan nya, menikmati suami nya yang seperti polisi sedang mengintrogasi tersangka...
"Udah selesai mas tanya nya?...."Kini giliran Kania yang bertanya...
"Yang pertama, sebentar lagi Mas Luis akan berangkat keluar negeri jadi saya ingin mas makan masakan saya, yang kedua para pelayan membantu saya menyiapkan bahan dan bumbu-bumbu nya, saya hanya tinggal memasak, yang ketiga memasak bisa dibilang memasak, dan wanita hamil harus banyak olahraga supaya ibu dan bayi nya sehat, ini keinginan saya untuk memasak, para pelayan sudah melarang saya tapi saya tetap memaksa..."Ujar Kania panjang lebar, Luis hanya diam saja memandang Kania yang tengah asih menjelaskan...
"Kenapa memandangku seperti itu mas?..."Tanya Kania saat Luis hanya diam memandangi nya,...
"Tidak papa, Kali ini saya maafkan tapi tidak dilain waktu, jika kamu ingin olahraga tinggal beritahu saya, Saya tau olahraga yang sehat untuk kita bertiga dan yang pasti nya sangat nikmat..."Ujar Luis menaikkan alis nya bergantian, Kania yang mengerti maksud dari sang suami hanya diam, Kania tersipu malu, sampai-sampai pipi nya bersemu merah, Luis yang melihat nya hanya tersenyum tipis, ia kemudian melanjutkan makan nya yang sempat tertunda...
Usai sarapan, mereka pun berangkat, sebelum kebandara, Luis terlebih dahulu mengantar Kania kerumah mama Liana...
"Saat saya pergi, untuk sementara kamu tinggal dirumah mama dulu, ingat jangan pergi keluar jika tidak meminta izin pada saya, jangan melakukan pekerjaan yang bisa membuat Janin mu kenapa-napa..."Kania mengangguk pelan, rasa nya sangat sulit berpisah jauh dari Luis, apa lagi beberapa hari ini ia sangat sulit untuk tidur jika Luis tidak ada disamping nya, tapi mau bagaimana lagi, Luis seorang Ceo besar, jadi mau tidak mau, siap tidak siap, ia harus rela ditinggalkan oleh Luis keluar negeri setiap saat...
"Ingat, persiapkan diri kamu dengan baik disaat saya akan pulang, karna saat itu saya ingin kamu menyerahkan hak saya yang selama ini tidak pernah kamu berikan sebagai seorang istri..."ujar Luis setengah berbisik,Kania memelototkan mata nya kearah Luis yang bersikap sagat santai,...
"Ta-tapi kan kita tidak saling mencintai, bagaimana kita melakukan nya tanpa cinta??..."Luis menghela napas kasar, lagi-lagi alasan cinta..
__ADS_1
"Mungkin saat ini kita belum saling mencintai tapi saya yakin suatu saat nanti kita bisa saling mencintai satu sama lain, dan kamu ingatkan, saya sangat tidak suka dengan kalimat bantahan dan itu adalah kewajiban kamu sebagai seorang istri untuk melayani hasrat suami kamu....."Kania terdiam, memang benar semua itu adalah kewajiban nya, tapi ia sangat takut, apa lagi untuk jatuh cinta pada Luis,...
Akan sulit bagi Kania, nanti nya jika harus kehilangan Luis, jika ia berhasil mencintai Luis, itu sebab nya selama ini Kania membentengi hati nya, tapi sayang, seperti nya benteng itu bisa ditembus dengan muda oleh Luis...
Setelah sampai, Kania dan Luis pun turun, didepan pintu rumah yang menjulang tinggi, mama Liana sudah berdiri menyambut kedatangan mereka...
"Ya ampun mantu kesayangan mama sudah datang, ayo sayang kita masuk, mama kangen banget sama kamu...."Ajak Mama Liana menghampiri menantu nya dan mencium pipi kanan dan Kiri nya, Saat Mama Liana menarik lembut tangan Kania, dengan cepat Luis menahan tangan Kania, sehingga membuat wanita cantik and berambut panjang itu berhenti dan menoleh...
"Mama apa-apaan sih, Luis mau pergi ma, main bawa kabur aja..."Pekik Luis kesal, bagaimana tidak, mama Liana sama sekali tidak mempedulikan nya...
"Eh ternyata ada kamu Luis, maaf mama ngak ngeh kalau kamu ada,..."Luis menggelengkan kepala nya, mama nya benar-benar telah menelantarkan nya begitu saja....
"Jangan-jangan mama juga lupa jika sudah melahirkan anak yang bernama Luis Wiguna..."Pekik Luis kesal, Mama Liana hanya menyengir kuda kearah anak sulung nya...
Luis berjongkok, mensejajarkaan tinggi tubuh nya dengan perut Kania, perlahan tangan nya terangkat menyentuh perut Kania, hal itu membuat Kania terkejut, karna ia sama sekali tidak menyadari Luis sedang berjongkok dan mengelus perut nya...
"Sayang,, Daddy berangkat kerja dulu ya, kamu jangan nakal dirumah oma, jangan bikin mommymu repot, jadi anak yang baik didalam sana..."Luis mengecup pelan perut Kania, kemudian ia berdiri dan mengelus kepala Kania dengan sangat lembut....
"Saya berangkat dulu, kamu yang hati-hati dirumah, jangan mengangkat sesuatu yang berat, minta pelayan untuk melakukan nya, jaga kesehatanmu dan jangan Sampai telat makan...."Ujar Luis lembut, Kania mengangguk pelan, ia masih tidak percaya dengan sikap lembut Luis terhadap nya yang baru ini Kuis tunjukkan...
"Ma,Luis titip Kania ya, tolong jaga dia dengan baik..."Pinta Luis pada sang mama, kemudian ia mencium punggung tangan mama Liana, kemudian beralih mencium kening Kania dan kedua pipi Kania, Hal itu tentu saja membuat Kania merasa malu,....
__ADS_1
"Mas hati-hati, jaga kesehatan jangan sampai telat makan...."Luis hanya mengangguk, kemudian ia pun berangkat bersama Daren kebandara....