Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Johan dan Siva


__ADS_3

"Sampai kapanpun aku tidak akan menjadi milik kamu, karna aku hanya mencintai suamiku, Suamiku adalah segala nya bagiku dan tidak akan pernah ada laki-laki lain selain Mas Luis.."Luis menatap Kania, ada rasa bahagia dihati Luis mendengar pengakuan cinta dari istri nya...


Kania mengusap sudut bibir Luis yang terdapat darah, lagi dan lagi Kania kembali menangis....


"Sayang, aku tidak apa-apa, jangan menangis..."Pinta Luis berusaha terlihat kuat....


"Siapa kamu sebenar nya dan apa maumu hah?..."


Laki-laki bertopeng itu berdiri dan berjalan ke arah Kania dan Luis....


"Apa kalian benar-benar ingin tau siapa aku? baiklah seperti nya kalian sangat tidak sabar...."Laki-laki bertopeng itu perlahan membuka topeng dan melempar nya tepat didepan Luis...


Kania dan Luis terkejut melihat laki-laki didepan nya...


"Dion...."


"Dan perkenalan rekanku,, dia adalah orang yang selama ini bersamaku untuk membalas dendam pada keluarga Luis,,,


Masuk...."titah Dion.....


Tak lama kemudian, muncul seorang laki-laki dengan memakai jas hitam dipadukan dengan celana warna hitam...


Luis dan Kania sontak terkejut melihat pria itu berjalan kearah mereka dengan senyuman yang tidak bisa diartikan...


"Datang juga kau akhir nya, apa kau tau? aku bosan main sendiri, bermain denganmu akan lebih seru...."Dion mengulurkan tangan nya yang langsung disambut hangat oleh laki-laki itu...


"Marko...."Ujar Kania dan Luis bersamaan...

__ADS_1


"Hay Tuan muda, dan Nona muda yang cantik, akhir nya kalian bertemu juga setelah seminggu berpisah...."Sapa Marko melambaikan tangan nya,...


"Apa maksud dari semua ini Marko, kenapa kamu membela bajingan itu..."Luis sangat geram, andai saja tangan nya tidak terikat, akan ia pastikan Marko sudah ia habisi sejak tadi...


"Apa kamu tidak mengerti juga Tuan muda? apa perlu aku jelaskan secara rinci? baiklah aku akan menceritakan nya...."Marko duduk disofa tak jauh dari Luis, dan memandang remeh Luis...


"Aku adalah dalang dibalik semua ini, aku adalah orang yang meneror keluarga mu, dan aku bekerja sama dengan Dion untuk menghancurkanmu Tuan muda...."Luis sangat terkejut, ia tidak menyangka jika orang kepercayaan nya adalah orang yang sudah meneror keluarga nya...


Kenapa kamu melakukan ini pada saya, apa salah saya pada kamu hah?..."tanya nya sedikit membentak, Kania dengan setia memeluk suami nya dalam ketakutan...


Anda tidak salah apapun Tuan muda, yang salah adalah anda terlahir dari orang yang sudah menyebabkan Kakak saya meninggal, dan keluargamu juga uang sudah membuat Tante Dion menderita, dan apa kamu tau, kematian kakek dan nenekmu adalah perintah dari ayahku untuk membalaskan dendam kakakku...."Luis terdiam, ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Marko, kesalahan apa yang keluarga nya buat kepada kakak Marko dan tante Dion..


"Apa maksudmu, aku tidak mengerti...."


"Baiklah, aku akan memberitahumu semua kesalahan kedua orang tuamu dia kakek nenekmu...."


Seorang wanita cantik berparas seksi duduk dibawa pohon rindang menunggu sang kekasih datang, berkali-kali ia menoleh berharap orang yang ia tunggu muncul didepan nya, rasa rindu yang selama ini ia tahan seakan hampir meledak, satu minggu tidak bertemu sang kekasih membuat nya rindu berat...


Siva tersenyum sumringah saat melihat Johan datang, ia langsung berdiri dan berlari memeluk Kekasih nya....


"Sayang, akhir nya kamu datang juga, aku sangat-sangat merindukan kamu..."dengan manja nya Siva mengalungkan tangan nya dileher Johan dan mencium bibir johan berkali-kali...


Johan hanya tersenyum, dan sekali-kali menekan kepala Siva untuk memperdalam ciuman mereka...


"Aku juga sangat merindukanmu sayang, aku sangat mencintaimu..."Johan memeluk erat tubuh ramping Siva,...


"Siva, aku ingin membicarakan hal serius, tapi kamu harus berjanji kalau kamu tidak akan marah..."Siva yang masih betah berada didalam pelukan Johan pun mendorong Johan agar memiliki jarak diantara mereka...

__ADS_1


"Hal apa, seperti nya serius sekali?..."Siva menarik Johan agar duduk di kursi dibawah pohon rindang...


Johan meriah tangan Siva dan menggenggam nya...


"Mama dan papa menjodohkanku dengan anak sahabat mereka..."Siva tersenyum dan menggeleng, tangan nya terangkat mencubit pipi Johan dengan gemas...


"Jangan mengerjai aku lagi, aku tidak suka, kalau selalu saja mengerjai aku..."


"Aku tidak bercanda Siva, tanggal pernikahan kami sudah ditetapkan,..."Johan berusaha untuk menjelaskan tapi Siva tidak percaya, sampai pada akhir nya Johan mengeluarkan undangan dan memberikan nya pada Siva...


Siva langsung mengambil nya, dan berharap ini hanyalah prank dari Johan, sampai ia membuka undangan itu dan melihat dengan jelas nama Johan dan Liana tertulis disana beserta tanggal pernikahan yang sudah ditentukan...


bulir air mata jatuh dari mata Siva, ia memandang Johan penuh tanya, Johan langsung menunduk menghindari pandangan Siva, hal yang paling ia benci melihat Siva menangis, tangisan Siva adalah sebuah sikaan bagi nya...


"Ini hanya prank kan?..."masih tidak ingin percaya, walaupun hati nya sudah berteriak tidak terima Johan menggeleng pelan, undangan yang ada ditangan Siva terjatuh begitu saja bersamaan dengan air mata Siva yang sudah menganak sungai...


"Jadi kamu menerima nya begitu saja, kamu mau menikah dengan perempuan yang bernama Liana itu? lalu untuk apa hubungan kita selama 3 tahun ini jika kamu mau menikah bersama orang lain, apa aku hanya menjaga jodoh wanita yang bernama Liana saja?..."Johan tidak kuasa mengangkat kepala nya, ia tidak ingin melihat air mata Siva yang begitu menyakitkan untuk nya...


"Jawab aku Johan, apa artinya hubungan kita apa artinya aku untukmu.." mengguncang bahu Johan dengan keras...


"Aku minta maaf sayang, aku tidak punya pilihan lain aku terpaksa melakukan semua ini, tapi kamu harus percaya kalau aku hanya mencintai kamu saja, hanya kamu yang ada dalam hatiku....."berusaha menyentuh menghapus air mata Siva tapi langsung ditepis...


"Omong kosong, kalau kamu benar-benar mencintaiku kamu tidak akan pernah menerima perjodohan ini dan meninggalkan aku..."Siva berdiri dan ingin pergi tapi Johan langsung memeluk nya dari belakang....


"Aku mohon, maafkan aku, aku melakukan ini semua karna terpaksa, aku dilema Siva, ..."Siva memberontak dan mendorong Johan hingga terpental ke tanah...


"Kamu memilih aku atau keluarga kamu?..."Tanya Siva dingin, Johan diam, ini sama saja jalan yang sama, jika ia kekiri ia akan terjatuh kejurang, jika ia kekanan ia pun akan jatuh kejurang...

__ADS_1


Siva tersenyum kecut, Johan yang diam mengisyaratkan jika Johan tidak bisa memilih nya, Siva berlari masuk kedalam mobil nya dan melajukan mobil nya meninggalkan Johan yang masih terduduk di atas rumput hijau...


__ADS_2