Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Rindu yang menyiksa


__ADS_3

Setelah sampai dirumah sakit, Bayi Diko langsung diperiksa oleh Dokter, Kania merasa kasihan melihat Tiara yang sedari tadi terlihat gelisah, semenjak Kania membawa Tiara kepanti Lestari disaat itulah Tiara tidak pernah bertemu dengan banyak orang, Tiara hanya sibuk berdiam diri didalam kamar...


"Tenang Tiara, semua nya akan baik-baik saja,..."Ujar Kania memegang tangan Tiara....


Tiara mengangguk pelan dan membalas genggaman tangan Kania...


Setelah Bayi Diko diperiksa Kania pun membawa Tiara pulang kepanti lestari, tapi ditengah perjalanan mama Liana mengajak Tiara untuk tinggal dirumah nya untuk sementara,....


"Tiara bagaimana kalau untuk sementara kamu tinggal dirumah mama, sampai Bayi Diko sembuh, lagian kasihan Kania kalau semisal tante pergi menemani Suami tante untuk pertemuan bisnis?..."Tanya Mama Liana, Tiara tampak bingung, ia melihat kearah Kania yang mengangguk senang...


"Baik tante..."Sahut Tiara mengiyakan, Kania benar-benar senang, mertua nya memang mengerti dia...


"Makasih tante, tante baik banget ngak kayak papa Tiara yang jahat..."Mama Liana mengangguk kemudian tangan nya terangkat mengelus rambut Tiara dengan lembut...


"Sama-sama sayang,.."


Setelah sampai, Kania dengan semangat turun dari mobil dan mengambil bayi Diko dari gendongan Tiara..


"Sayang ajak Tiara masuk dan suruh pelayan untuk menyiapkan kamar untuk nya, Tiara pasti sangat lelah...


Kania pun mengangguk kemudian menarik pelan tangan Kania masuk kedalam rumah...


Tiara mengedarkan pandangan nya, ia merasa takjub dengan desain rumah yang super megah ini, rumah nya yang terbilang besar dan megah belum ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan rumah mama Liana..


"Tante Liana sangat menyayangi Kakak Niah ya, kakak sangat beruntung, jarang loh ada mertua yang baik pada menantu nya..."Kania hanya tersenyum, ia menidurkan bayi Diko yang sedang tertidur pulas diatas ranjang super besar nya...


"Iya Tiara, jadi jangan pernah menganggap semua orang itu jahat, Kamu tau, Kakak sangat-sangat beruntung, mama sangat menyayangiku dengan setulus hati, kasih sayang yang selama ini ter renggut kini kakak dapatkan lagi dari mama Liana walaupun hanya mama mertua tapi kasih sayang nya melebihi pada anak kandung sendiri..."Kania mengajak Tiara menuju balkon untuk bersantai sejenak ditemani teh hangat dan cemilan sehat serta rujak yang Kania pesan tadi seraya menunggu Kamar yang akan ditempati Tiara siap...

__ADS_1


****


Sementara disebuah hotel mewah, seorang laki-laki hanya bisa memandang keluar jendela, sekali-kali ia melirik tangan nya yang sedang memegang telfon, sahabat yang sedari tadi duduk diam di sofa seraya memangku laptop nya hanya menggeleng kecil...


"Kalau kamu merindukan nya tinggal telfon, apa susah nya..."Teriak Daren dengan suara yang sedikit tinggi, bagaimana tidak, Luis selalu ingin pekerjaan nya cepat selesai tapi lihat apa yang laki-laki seperti raja itu lakukan, hanya diam memandangi kota...


Luis langsung menoleh dengan kasar, tatapan mata nya seolah menembus jantung Daren dan membelah nya menjadi 3, sementara Daren hanya acuh saja, ia hanya fokus pada Laptop yang ada dipangkuan nya...


"Apa kamu bodoh? apa yang akan Kania katakan jika aku menelefon, sementara kepergian kita baru sehari,aku tidak ingin dia terlalu kepdan jika aku menelpon nya..."Daren menghembuskan napas kasar, bos sekaligus sahabat nya itu benar-benar meninggikan ego nya...


"Terserah padamu yang mulia raja, tapi bersiap-siaplah tersiksa atas rindumu yang tak kunjung usai karna gengsi..."Sebelum Luis mengamuk kepada nya, Daren cepat-cepat berdiri dan pamit untuk kekamar nya sendiri...


"Aku mau kekamarku dulu,, cepat kerjakan pekerjaanmu sebagai Ceo perusahaan agar rindu yang tak kunjung tersampaikan itu segera bertemu dengan pawang nya.."Pamit Daren berlari kecil keluar dari kamar Luis....


"Dasar Jomblo karatan..."Maki Luis memandang horor pada pintu yang baru saja tertutup rapat, Luis menghela nafas frustasi, ia sangat bingung dengan diri nya yang sangat ingin bertemu dengan Kania,..


"Apa ini yang dinamakan rindu berat?..."tanya nya pada diri sendiri, benda pipih yang sedari tadi setia dalam genggaman nya menyala, kening nya berkerut saat melihat nama Daren tertera dilayar handphone nya, dengan malas Luis mengangkat nya...


"Ada apa?..."tanya nya dengan nada malas...


"Seperti nya berkas yang sudah kupersiapkan dari satu minggu yang lalu lupa aku bawa, yang ada hanya berkas yang tidak kita butuhkan, seperti nya tertukar saat mayang membersekan ruangku...."Ujar Daren Diseberang telfon..


"Terus apa urusan nya denganku? itu semua urusanmu, aku ada disini hanya ingin memantaumu bekerja dengan baik..."Luis ingin menutup panggilan nya tetapi seketika ia berdiri saat mendengar ucapan Daren...


"Aku akan kembali ke Indonesia untuk mengambil dokumen-dokumen itu..."


"Tidak perlu, biara aku yang mengambil nya,..."ujar nya dengan semangat 45,...

__ADS_1


"Tidak usah, pekerjaan disini sangat banyak, bukan nya kamu sendiri yang menginginkan agar pekerjaan ini cepat selesai, biar Marko yang mengantar nya...."Seketika Luis menghela napas frustasi, keinginan nya untuk pulang keindonesia menemui Kania sirna sudah...


Luis mengibaskan tangan nya agar Daren secepat nya keluar dari kamar nya, rasa nya Luis sangat tersiksa jauh dari Kania, rindu yang ia rasakan seperti penyakit yang sedang menggerogoti tubuh nya...


"Akhhh, Sial, apa yang terjadi denganku, kenapa hatiku sangat tidak tenang jauh dari Kania? apa aku merindukan nya... ...."Luis mengacak rambut nya frustasi, ia meraih ponsel nya yang sempat Ia buang keatas ranjang dan menghubungi nomer Kania....


Tut.... tut... tut....


Luis mengerang frustasi, saat Kania tak kunjung mengangkat telfon nya, ia kemudian menghubungi mama nya untuk menanyakan keberadaan Kania...


"Ma, Kania sedang apa, apa yang ia


lakukan sehingga tidak mengangkat telfonku, sepenting itukah pekerjaan nya sehingga suami nya menelpon sama sekali tidak ia angkat?...."


"Mas ini saya Kania, maaf ponselku ada dikamar sementara saya sedang diruang tamu bersama Tiara...."Luis langsung terdiam mendengar suara yang sangat ia rindukan seharian ini, mendengar suara Kania membuat senyum nya terbit dibibir yang sedari tadi mengumpat kasar....


"Mas apa kamu mendengarku?..."seketika Luis terdiam, ia sangat gugup dan tidak tau apa yang harus ia katakan, kemudian ia teringat Tiara...


"Tiara ada dirumah, sejak kapan?...."Tanya nya mengubah topik pembicaraan....


"Tadi pagi saya dan mama kerumah untuk melihat makam mama, dan saat saya pulang Tiara menelpon dan mengatakan kalau bayi nya sakit jadi saya dan mama mengantar nya kerumah sakit, mama mengajak Tiara tinggal dirumah beberapa hari ini untuk menemani saya saat mas Luis berada diluar kota...."Ujar nya menjelaskan...


"Mas Luis apa kamu sudah mandi...."Tanya seseorang dibalik pintu, suara nya terdengar seperti perempuan, dan itu terdengar jelas oleh Kania...


Tut....


Luis memandang nanar ke ponsel nya yang baru saja mati, ia tidak percaya Kania mematikan telfon nya, Luis terlihat sangat geram, ia langsung berjalan kearah pintu dan membuka nya dengan kasar...

__ADS_1


__ADS_2