Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Kedatangan Amara


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 1 malam, Luis tak juga bisa memejamkan mata nya, ia sudah berguling kekiri dan kekanan tapi tak juga bisa tidur,sedari tadi ia terus memikirkan perkataan mama nya yang melarang nya bertemu dengan Kania sampai hari pernikahan tiba...


"Kenapa aku terus memikirkan wanita menyebalkan itu, tidak mungkin Aku gelisah karna tidak akan bertemu dengan nya sampai hari pernikahan tiba dia tidak mungkin aku merindukan nya, ia sangat tidak mungkin terjadi..."Ujar Luis bangun dari tidur nya...


Luis yang tak bisa tidur akhir nya bangkit, ia mengeluarkan baju nya dan bertelanjang dada, kemudian turun keruang senjata diikuti beberapa penjaga kepercayaan nya...


Salah satu penjaga mengambil sebuah senjata yang sering digunakan oleh tuan muda mereka untuk latihan, Luis mulai menutup mata nya dengan kain hitam, kemudian mengambil pistol, salah satu penjaga lain nya memutar papan berbentuk bulat dan terdapat warna hitam yang sangat kecil yang harus Luis tembak....


Dor.. Dor..Dor....


Penjaga benar-benar terpukau melihat keahlian menembak Luis, tak heran jika Luis bisa menembak tepat sasaran tanpa harus melihat musuh nya...


Setelah merasa latian nya membuat Luis mengantuk Luis pun kembali kekamar, Luis segera mandi dan kemudian naik keatas ranjang, hanya menunggu beberapa menit Luis sudah masuk kealam mimpi nya....


Pagi hari nya, Kania perlahan membuka mata nya dan segera bangun, ia dengan cepat masuk kedalam kamar mandi saat merasakan gejolak diperut nya...


Oeeekk, Oeekk...


Kania membasuh wajah nya yang sangat pucat, Kania sangat bingung dengan mual nya pagi hari yang tak kunjung berhenti...


"Sabar Kania, ini ujian untuk seorang ibu, semua wanita kan mengalami nya bahkan ada yang lebih parah darimu, jadi jangan pernah mengeluh, mungkin ini yang pertama dan yang terakhir untukmu, tidak menutup kemungkinan jika anak ini lahir Luis akan membuang dirimu begitu saja, karna dia hanya menginginkan bayi ini bukan dirimu, kamu harus tau diri kamu tidak pantas untuk bersanding dengan nya.jika dibandingkan kamu dan Luis bagaikan langit dan bumi.."Kania tersenyum kecut meliat tubuh nya yang semakin lama semakin gemuk, ia mengelus perut nya yang masih rata memikirkan nasib nya dimasa depan Kania jadi takut melahirkan...

__ADS_1


"Apa jika anak ini sudah lahir, Luis akan memisahkan aku dengan nya? tidak aku tidak mau berpisah dengan anakku, dia itu anakku dan tidak ada yang bisa memisahkan antara kami berdua termasuk Luis apapun cara nya aku akan tetap bersama anakku..."Kania menoleh saat mendengar suara calon mama mertua nya memanggil nya, Kania menghapus air mata nya dan keluar dari kamar mandi untuk menemui calon mama mertua nya...


"Kania mama bawakan kamu sarapan, dimakan ya sayang, perut kamu tidak boleh kosong, ingat ada bayi yang ada dalam kandung kamu,..."Ujar Mama Liana mengelus lembut rambut Panjang Kania...


"Ia ma, nanti Kania makan..."Jawab Kania mengangguk, Mama Liana pun pergi dari kamar Kania usai mengantar makanan untuk calon menantu kesayangan nya...


Usai makan, Kania mandi terlebih dahulu sebelum turun kebawa untuk membantu mama Liana menyiram tanaman, ini adalah kegiatan yang Kania dan mama Liana Lakukan setiap pagi...


"Eh mantu mama udah mandi, udah cantik,..."Puji mama Liana membuat Kania malu...


"Kania bantu ya ma..."Mama Liana mengangguk, tidak ada gunanya ia melarang Kania, wanita itu akan terus memohon untuk membantu nya...


"Tante Liana..."Mama Liana dan Kania menoleh saat mendengar mama Liana dipanggil, seketika Kania memasang wajah masang saat melihat Amara berjalan kearah mereka...


"Amara tante sahabat dekat Luis saat kecil, Tante kok lupa sih sama Amara..."Amara memanyunkan bibir nya berpura-pura sedih saat Mama Liana tidak mengenali nya...


"Ohh Amara, tante kita siapa, kamu cantik sekali, wakut kita ketemu kan kamu masih sangat kecil jadi wajar dong kalau tante ngak ngenalin kamu..."Amara tersenyum manis dan memeluk Mama Liana...


"Kania sayang,perkenalkan ini Amara sayang teman kecil Luis, Amara ini Kania menantu kesayangan tante...."


"Kami sudah kenal kok tante,kemarin kami ketemu direstoran, ia kan Kania?..."Tanya Amara tersenyum paksa...

__ADS_1


"Iya ma, kemarin kami ketemu direstoran tapi entah mengapa Amara pergi begitu saja..."Amara menggepalkan tangan nya melihat Kania yang seperti sengaja, tapi Amara berusaha tenang agar Mama Liana tidak curiga kalau dia tidak suka pada Kania..


"Maaf Kania kemarin itu ada urusan mendadak,, jadi aku tidak sempat pamit pada kalian berdua, Maafkan aku ya..."Kania tersenyum penuh kemenangan, ia sangat bahagia melihat wajah kesal Amara...


"Tidak apa-apa Amara lain kali kita bisa mengobrol banyak setelah kami aku dan Luis menikah, iyakan ma?..."Amara benar-benar ingin mencekik leher Kania saat ini juga seandai nya mama Liana tidak ada disana....


"Iya Amara, Kania benar..."Amara tersenyum mengangguk,...


"Mama, aku masuk dulu ya aku lupa sesuatu...."Pamit Kania yang diangguki oleh Mama Liana...


"Amara bagaimana kalau kita duduk dikursi saja nanti kamu capek duduk..."ajak Mama Liana menarik lembut Amara untuk duduk kursi taman...


"Tante, Kania tinggal disini?..."Tanya Amara yang sedari ingin bertanya tapi Kania tak kunjung pergi juga...


"Iya, Kania tinggal disini, dan dia akan tinggal disini sampai ia melahirkan nanti nya..."Ujar Mama Liana tak lama kemudian Kania pun datang membawa 3 cangkir teh dan beberapa minuman...


Sayang, kok kamu yang bawa kesini, pelayanan mana..."Mama Liana yang ingin memanggil para pelayan pun langsung dicegah oleh Kania...


"Ma,, Kania ngak papa kok lagian ini kemauan Kania sendiri, jangan marahin mereka ya ma Kania mohon,..." Pinta Kania menggenggam lembut tangan calon mama mertua nya, Mama Liana tersenyum dan mengangguk, hal itu semakin membuat Amara tidak suka pada Kania, ia seorang sengaja untuk mencari muka didepan mama Liana...


"Kania, Amara mama tinggal dulu ya, papa udah pulang joging, kalian ngobrol santai aja dulu..."Pamit Mama Liana melihat papa Johan sudah pulang...

__ADS_1


"Aku ngak nyangka kamu ternyata cerdik juga ya, kamu belum menjadi istri aja udah minta tinggal dirumah tante Liana bagaimana kalau kamu sudah jadi menantu nya kamu pasti akan merebut harta nya..."Kania tersenyum mendengar ucapan Amara...


"Aku tidak gila harta seperti mu, cukup mama Liana papa Johan dan Luis menyayangi aku itu sudah lebih dari cukup, aku memang miskin tapi aku miskin kasi sayang bukan miskin karna harta..."Amara benar-benar marah dengan ucapan Kania, ia merasa direndahkan, Baru saja Amara ingin membalas Mama Liana sudah datang...


__ADS_2