
Daren sudah mengumpulkan semua anak buah laki-laki misterius? sekitar 10 orang yang masih hidup selebih nya semua nya mati, Daren pun memerintahkan untuk memanggil Luis....
10 orang itu sudah diikat dimasing-masing tempat, tak lama kemudian Luis datang membawa belatih kecil yang selama ini ia simpan ditempat aman..
Mereka semua memberontak saat Luis semakin mendekat tapi apalah Daya, ajal mereka sudah menanti...
"Kalian yang membantu laki-laki itu membawa istriku kan, jadi rasakan akibat nya, aku akan mencincang kalian lalu membuang kalian Kelaut..."Luis mendengati orang pertama, dan tanpa aba-aba langsung menusuk nya dengan belatih tajam milik Luis...
Luis dengan kejam, menusuk perut mereka dan menguliti mereka secara bergantian, memisahkan tubuh menjadi beberapa bagian tidak ada kata kasihan dalam hati Luis,...
Sudah satu jam lama nya Luis melakukan hal yang mengerikan itu, Luis membalikkan badan nya dan masuk kedalam Mansion tanpa mengatakan apapun....
Luis masuk kedalam kamar dan menuju kamar mandi, mengguyur tubuh nya yang terkena percikan darah, tubuh Luis merosot ke lantai, air mata yang tidak pernah Luis keluarkan kini tumpah mengalir bersama aliran air, siapapun yang melihat Luis saat ini adalah Luis yang berbeda,...
Didalam kesendirian Luis sangat lemah dan rapuh, kehilangan istri nya adalah hal yang paling mengerikan dalam hidup nya...
*****
Satu minggu telah berlalu, Tapi sama sekali tidak ada perkembangan keberadaan Kania, seluruh anak buah sudah Luis kerahkan, bahkan ia pun turun tangan tapi musuh seperti bisa mengetahui semua pergerakan nya...
Luis duduk diatas ranjang mengelus tepat tidur istri nya? ada rasa rindu yang begitu menggebu didalam dada nya....
Saat Luis sedang termenung, Ponsel nya berdering ia langsung mengangkat nya...
"Dimana istriku brengsek cepat katakan Dimana kau sembunyi istriku...
"Aku akan bebaskan istrimu jika kamu datang, tapi ingat, datang sendiri, jangan sampai kamu membawa anak buahmu ataupun Polisi, jika tidak, aku akan melenyapkan istri dan anakmu..."
"Kirim posisimu sekarang brengsek, aku akan kesana sendiri, aku tidak pengecut sepertimu...."Teriak Luis menggema...
__ADS_1
"Hahah baiklah Tuan muda, aku tunggu kedatanganmu, ingat jika kamu datang membawa anak buahmu, aku tidak akan segan-segan memenggal kepala istri tercintamu ini..."
Tut....
Sambungan telfon terputus, Luis langsung berlari masuk kedalam ruang ganti, untuk mengganti pakaian nya kemudian dengan tergesa-gesa menuruni anak tangga...
"Kak Luis mau kemana?...."Tanya Tiara yang muncul dari arah dapur...
"Saya mau menyelamatkan Kania tolong jangan memberitahu apapun, pada siapapun, karna ini menyangkut keselamatan Kania...."
Luis langsung pergi, sementara Tiara hanya diam saja...
"Tuhan semoga Kak Luis berhasil menyelamatkan Kak Nia..."pinta Tiara penuh harap...
3 jam telah berlalu, mobil Sport milik Luis perlahan berbelok kearah hutan, kening Luis berkerut dalam saat melihat Google maps menunjukkan jika keberadaan Kania berada ditengah hutan,Mobil itu melaju semakin kecang, Luis seakan tidak sabar bertemu Kania...
Luis turun dari mobil dan melihat gedung itu dijaga ratusan pengawal, seperti nya laki-laki misterius itu memang sudah menyiapkan semua ini....
"Tunggu...."Luis berhenti saat satu pengawal menyuruh nya berhenti...
"Biarkan dia masuk, Bos besar sudah menunggu sedari tadi..."Pengawal yang mencegat nya tadi mundur dan membiarkan Luis masuk...
Luis masuk kedalam gedung dan melihat ruangan satu persatu dijaga dengan ketat, Luis menoleh saat mendengar suara langkah sepatu yang menuruni tangga satu persatu....
"Selamat datang Tuan muda Luis, senang bisa bertemu dengan anda, saya cukup salut, perjalanan yang seharusnya 5 jam hanya anda tempuh 3 jam, ternyata anda sangat menghargai waktu...."Laki-laki misterius itu berdiri dari hadapan Luis...
"Siapa kamu, dan apa tujuanmu sebenarnya?...."Tanya Luis yang tidak mengetahui siapa sebenarnya laki-laki itu, karna laki-laki itu memakai topeng...
"Haha,, anda tipekal orang yang tidak sabaran rupa nya, tunggu beberapa menit lagi, maka kamu akan tau siapa saya sebenar nya..."
__ADS_1
"Cepat katakan dimana istriku, aku ingin.bertemu dengan nya..."Pria itu menggeleng dan duduk di sebuah sofa...
Luis yang sudah tidak sabar ingin bertemu Kania berjalan kearah tangga tapi ia segera ditahan oleh beberapa pengawal, Luis langsung melempar mereka satu persatu, tidak perduli jika semua anak buah laki-laki itu menyerang nya, yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah Kania, Kania dan Kania...
"Berhenti Tuan Luis, percuma saja kamu memberontak, kamu tidak akan pernah menemukan Kania pemeberontakan nu mu ini akan membuat Kania semakin tersiksa...."Luis langsung berhenti dan berjalan ke arah laki-laki bertopeng itu, tanpa ragu, Luis langsung mencengkeram leher laki-laki bertopeng itu...
Jika kamu berani menyakiti istriku, aku sendiri yang akan memisahkan kepala mu dari tubuhmu,..."Laki-laki itu sama sekali tidak takut dengan ancaman Luis, Ia langsung memegang pergelangan Luis dan menepis nya...
"Aku tidak takut padamu, dan jika kamu mau istrimu, kamu harus mengikuti kemauanku...."Rahang Luis mengeras, jika bukan karna Kania ia sudah membunuh Laki-laki didepan nya...
Luis pun menurut, Laki-laki bertopeng itu memerintahkan anak buah nya untuk mengikat Luis dikursi, kemudian Ia mengambil cambuk dan mencambuk Luis tanpa ampun...
Sementara ,ruangan Luas,Kania tidak ada henti-hentinya berteriak histeris saat melihat Luis yang terus dicambuk, hati Kania menjerit ikut merasakan sakit nya cambukan yang dirasakan oleh Luis....
"Tolong hentikan,, jangan sakiti suamiku apa salah nya padamu, jangan sakiti dia..."Teriak Kania berusaha memberontak,...
"Bawa dia kesini...."Titah Laki-laki itu pada anak buah nya diserang telfon...
Tak lama kemudia, Kania pun dibawa masuk ke ruangan yang sama oleh Luis, Kania berlari ke arah suami nya tapi seketika tangan nya ditarik oleh laki-laki bertopeng itu...
"Lepaskan aku, aku ingin bersama suamiku..."Ujar Kania berderai air mata....
"Setelah aku menyelesaikan pertunjukan sayang..."Kania kembali dipegang anak buah laki-laki itu dan laki-laki bertopeng itu kembali mencambuk Luis membabi buta...
"Ti-tidak sayang,, jangan menangis, aku tidak apa-apa, jangan menangis, aku baik-baik saja..."Ucap Luis lemah, ia tersenyum bahagia melihat Kania baik-baik saja dalam kesakitan menahan cambukan...
"Jangan, stop, hentikan banjingan jangan lukai suamiku, dia segala nya bagiku..."Kania memberontak sekuat tenaga, kemudian berlari memeluk suami nya dengan erat, Laki-laki bertopeng itu geram dan membuang cambuk nya...
"Baiklah Kania, aku akan memberikan kamu waktu dengan nya, sebelum kamu menjadi milikku...."
__ADS_1