
Luas dengan sangat pelan meletakkan tubuh Kania yang semakin berisi, setelah menyelimuti badan Kania, Luis langsung ikut masuk kedalam selimut, ia memiringkan badan nya menghadap Kania, pandangan nya kini terus tertuju pada wajah dan bibir Kania yang merah alami, rasa nya Luis ingin sekali ******* dan menggigit benda kenyal yang tak bertulang itu...
"Hentikan Luis!! Apa yang ingin kamu lakukan,??..." Pekik Luis langsung menjauhkan wajah nya dari wajah Kania yang sudah sangat dekat, Luis langsung turun dari ranjang dan menuju balkon, ia tidak ingin berada didekat Kania untuk saat ini karna ia takut kelepasan....
"Apa yang terjadi padaku, Kenapa aku selalu bergairah didekat Kania, padahal dia selalu berpenampilan sederhana, dan jantung ini kenapa selalu berdetak kencang saat berdekatan dengan wanita itu, Apa mungkin aku mulai memiliki perasaan pada nya?..."
"Tidak mungkin, tidak mungkin secepat itu aku jatuh cinta pada nya, ini mungkin karna anak yang ia kandung, dan itu berdampak padaku..."sangkal Luis mengelak perasaan nya, Setelah berdiam diri beberapa menit dibalkon menikmati udara malam, Luis pun kembali kedalam kamar, Luis yang melihat layar ponsel nya menyala segera mengambil nya yang terletak diatas nakas...
"Ya Halo,ada apa?..."Tanya Luis setelah ia menggeser icon warna biru...
"Luis, 2 hari lagi kita akan kechina, salah satu cabang perusahaan kita yang ada dichina bermasalah dan masalah nya cukup berat kita harus turun tangan langsung..."Ujar Daren diseberang telfon...
Luis melirik Kania dan memejamkan mata nya, kenapa perasaan nya tidak rela jika ia harus meninggalkan Kania...
"Baiklah, urusan saja semua nya..."Seru nya dingin kemudian langsung memutuskan sambungan telfon nya, membuat orang diseberang sana mengerang marah...
"Dasar Luis sialan..."maki Daren melihat layar ponsel nya....
Luis kembali merebahkan tubuh nya disamping Kania, ia melihat wajah tenang Kania, bibir Luis melengkung membentuk sebuah senyuman,...
__ADS_1
"Kalau lagi tidur begini cantik nya luar biasa, tapi kalau lagi bangun, jelek nya ngak ada duanya, karna selalu memasang wajah jutek..."Gumam Luis pelan, perlahan ia menutup mata nya, berharap rasa kantuk nya segera menyerang dan dia bisa tidur untuk menghadapi hari esok.....
Tapi sayang, sampai sekarang Luis belum bisa tidur, ia masih memikirkan keadaan Kania saat ia pergi ke china, dan perasaan nya yang tidak karuan, ia merasa aneh dengan dirinya, biasa nya jika ia ingin melakukan perjalanan bisnis Luis biasa-biasa saja, tapi sekarang ia seperti sangat sulit untuk pergi...
"Ini sudah jam 2 tapi sampai sekarang aku tidak bisa tidur, ada apa denganku?..." Gerutu Luis dalam hati, ia sudah mencoba posisi yang nyaman tapi sampai sekarang kantuk belum menyerang dan mata nya enggan untuk terpejam..
Luis yang semula tidur terlentang seketika menoleh kesamping saat tangan nya digenggam erat oleh Kania...
"Dia sedang mimpi apa sampai senyum-senyum begitu?..."tanya Luis melihat Kania yang terus saja tersenyum, padahal wanita cantik itu masih setia memejamkan mata nya...
"Apa dia memimpikan pria lain sampai senyum-senyum begitu, siapa yang ada didalam mimpi nya?...."Tanya Luis yang begitu penasaran, Luis berniat membangunkan Kania tapi segera ia hentikan saat mendengar Kania menyambut mama nya...
"Ternyata dia bermimpi bertemu mama nya, untung saja tidak aku bangunkan..."Ujar Luis lega, ia dengan pelan membalas genggaman Kania dan mencoba memejamkan mata nya, dan alhasil Luis pun bisa tidur, bahkan tidur nya sangat nyenyak...
Pagi hari nya, Kania membuka matanya, ia terkejut saat melihat wajah Luis yang begitu dekat dengan nya, Kania sama sekali tak berkedip melihat ketampanan Luis saat tidur, bahkan wajah galak nya tak terlihat saat sedang berada dialam mimpi...
"Mas, Kamu itu tampan, sangat sangat tampan, tapi sayang kamu laki-laki menyebalkan, seandainya kamu tidak menyebalkan kejam dan seenak nya sendiri, aku pasti menjadi wanita yang sangat beruntung karna bisa menjadi istri kamu..."Gumam Kania pelayan, ia melihat tangan nya yang kini digenggam oleh Luis, dengan perlahan ia pun menarik tangan nya, dan mengikat rambut panjang nya memperlihatkan leher jenjang nya yang putih mulus....
Kania kemudian berlalu masuk kedalam kamar mandi, Sementara Luis setelah mendengar pintu kamar mandi tertutup ia pun membuka mata nya, ternyata Luis sudah bangun lebih dulu dari Kania, tapi saat menyadari Kania yang terbangun ia pun dengan cepat menutup mata nya dan mendengarkan semua ucapan Kania....
__ADS_1
Luis tersenyum tipis,, ia merasa ada yang aneh dalam hati nya saat mendengar Kania memuji nya, ya walaupun Kania juga mengatai nya laki-laki menyebalkan kejam dan seenaknya sendiri...
Luis bangun saat mendengar ponsel nya berdering, ia melihat nama yang tertera dilayar ponsel, dengan wajah malas Luis mengangkat telfon nya...
"Ada apa ma?..."Tanya Luis pelan...
"Luis, Daren mengatakan kamu akan keluar negeri kan? Kamu ngak akan bawa Kania kan? Jangan. sampai kamu membawa nya, dia itu sedang hamil, tidak baik wanita hamil pergi terlalu jauh apa lagi disana dia akan sendirian, mending nanti sore kamu antar dia kerumah mama biarkan dia tinggal disini..."Seru Mama Liana yang terdengar seperti perintah mutlak yang tidak bisa dibantah sedikit pun....
"Bagaimana aku mau menjawab pertanyaan mama, mama terus saja berbicara, Aku akan membawa Kania kerumah mama, tapi tidak nanti sore melainkan besok,keberangkatan Luis itu besok ma bukan nanti sore..."Pekik Luis yang merasa kesal dengan sang mama...
"Baiklah,, tapi kamu harus mengantar nya kesini ya, awas kalau tidak, mama akan mencari kamu dan menarik telingamu..."Ancam Mama Liana setelah nya mematikan sambungan telfon nya....
"Mama ini apa-apaan, Kania itu istriku , Aku berhak atas dirinya kenapa kesan nya disini aku penculik..."Luis memandang horor benda pipi yang ada ditangan nya, kemudian ia segera menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka...
Luis meneguk ludah nya dengan kasar melihat penampilan Kania yang begitu menggoda, rambut panjang Kania yang basah dan baju yang diatas lutut itu benar-benar terlihat begitu seksi dimata Luis...
"Mas,, mas kenapa liatin saya begitu?..."Tanya Kania yang merasa risih dengan pandangan Luis terhadap nya...
"Ahh, eh itu, anu... Be-besok saya mau pergi keluar nenergi beberapa minggu, kamu tinggal dirumah mama sampai saya pulang, ngak apa-apa kan?..."Tanya Luis gugup, Kania terlihat terdiam sedetik kemudian ia pun mengangguk dan tersenyum paksa, hati Kania mendadak gelisah mendengar Luis yang ingin pergi tapi ia pun tak berani menahan nya...
__ADS_1
"Sa-saya mau mandi dulu..."Ujar Luis menyimpan ponsel nya dan buru-buru masuk kedalam kamar mandi...