
Setelah satu hari berdiam diri dirumah sakit, Luis akhirnya bisa pulang, Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Luis, ia saat tidak betah berada diruangan yang berbau obat....
"Kamu tidak memberitahu mama dan papakan soal ini?..."Sudah tiga kali Luis mempertanyakan pertanyaan yang sama, Kania menghela napas dan mengangguk, entah kenapa suami nya itu ,tidak ingin jika orang tua nya tau jika ia masuk rumah sakit...
"Kenapa sih mas kalau mama dan papa tau, Nanti kalau dia tau bagaimana? dia akan marah besar padaku..."Luis menggenggam tangan Kania dan menatap nya dengan penuh cinta....
Tidak akan ada yang bisa marah padamu kania, begitupun mama dan papa, ini hal biasa, apa kamu tau, saya pernah berada dalam kondisi antara hidup dan mati tapi mama dan papa tidak tau sama sekali, saya hanya tidak ingin mereka khawatir, mereka sudah cukup menderita dimasa muda, jadi tolong jangan pernah memberikan beban pikirkan pada mama dan papa lagian saya tidak apa-apa..."Kania tersenyum, dan mengangguk pasti, sungguh ia memiliki Suami yang super super baik hati dan penyayang, dulu ia selalu berpikir jika suami nya adalah orang yang paling kejam paling jahat dan paling sadis didunia ternyata ia salah, dibalik sikap tidak baik suami nya tersimpan kebaikan kelembutan dan sikap peduli pada orang lain....
"Mas lebih baik kamu tidak usah kekantor dulu ya untuk beberapa hari, biarkan kamu istirahat dulu dirumah,...."Pinta Kania yang disetujui oleh Luis, Walaupun pekerjaan Luis menumpukan tapi dia tidak mau jika sampai Kania selalu khawatir pada nya, lagian Luis bisa bekerja dirumah, dan pekerjaan dikantor akan dikerjakan oleh Jio pikir nya...
"Mas saya boleh meminta Tiara untuk kerumah tidak, saya sangkat merindukan Bayi Diko...."Tanya Kania penuh harap...
"Maaf Kania bukan nya saya tidak mengizinkan Tiara kemansion, musuh saya bisa kapan saja menyerang, dan saya tidak ingin membahayakan Tiara dan bayi nya, setelah saya pulih saya akan mengantar kamu kesana, ok...."Kania sungguh tidak memikirkan hal itu, ia mengingatkan kejadian saat dirumah mama mertua nya dulu...
"Iya mas, maaf saya lupa,...."
"Aku harus mencari cara agar tau siapa dalang dibalik semua ini dan apa motif nya, tapi sebelum itu aku harus memperketat penjagaan, aku tidak ingin Kania sampai terluka sedikitpun karna dia adalah hidupku dia adalah bagaian dari hidupku, aku tidak bisa hidup tanpa diri nya, dan aku tidak akan membiarkan dia terluka sedikitpun...."Ujar Luis dalam hati, kemudian menarik Kania dalam pelukan nya...
"Kania maafkan saya, karna musuh-musuh saya, kamu selalu dalam masalah, tapi saya berjanji akan melindungi kamu dan anak kita....
__ADS_1
Setelah sampai, Kania berniat memapah suami nya tapi Luis menolak nya...
"Tidak usah Kania, saya baik-baik, tidak perlu memapah saya,..."Kania mengangguk saja dan berjalan dibelakang suami nya, takut jika Nanti nya Luis terjatuh ia langsung bisa menangkap nya....
"Saya mau keruang kerja saya dulu, lebih baik kamu mandi..."Seru Luis...
"Tapi kan mas kamu baru sembuh kenapa langsung bekerja,...."Protes Kania pada suami nya...
Saya tidak bekerja Kania, saya hanya ingin mengambil sesuatu, setelah saya mengambil nya Saya langsung kekamar...."Kania pun menurut, ia berjalan menaiki tangga satu persatu sementara Luis menuju ruang kerja nya...
Cukup lama Luis berkutat pada ponsel nya sampai ia pun meletakkan nya didekat kuping...
"Daren, aku ada tugas penting untuk kamu, tolong kamu tambah pengawal untuk memperketat penjagaan dimansion, dirumah mama dan papa, serta suruh pengawal bayangan untuk selalu mengawasi Kania dan keluargaku, seperti nya musuh yang mengincar nyawaku dan kedua orang tuaku mulai menunjukkan taring nya, aku akan menelfon Pak Doni untuk memperkuat ruang bawa tanah, jika ada serangan mendadak, aku bisa membawa Kania keruang bawa tanah dan juga kirim wanita yang bisa melindungi Kania kapan saja....."Seru Luis pada Daren yang berada diseberang telfon....
"Kita akan membahas rencana itu dikantor,..."Setelah lama bercerita, Sambungan telepon pun terputus, Luis menyandarkan punggung nya di kursi kebesaran nya, ia sekarang merasa takut, ia takut jika istri nya sampai terluka karna nya, jika dulu dia tidak memiliki kelemahan sama sekali, sekarang Kania dan bayi yang ada didalam kandungan Kania yang menjadi kelemahan dan ketakutan nya....
"Siapapun yang berani bermain-main denganku akan mendapat hukuman yang tidak akan pernah ia bayangkan sama sekali..."Luis pun kembali kekamar, ia tidak ingin Kania khawatir pada nya, yang akan berakibat buruk untuk bayinya nanti....
Kania yang sedang menyisir rambut basah nya, tidak menyadari jika Luis sudah masuk dan berjalan ke arah nya, Luis mendekat dan memeluk Kan ia dari belakang membuat Kania terkejut...
__ADS_1
"Astaga Mas, kenapa sih selalu saja membuat saya kaget, untung saya ngak punya riwayat sakit jantung,..."Luis terkekeh melihat wajah Kania yang ditekuk terlihat sangat mengemaskan dimata Luis...
Luis menghirup dalam wangi tubuh Kania yang begitu memabukkan, sampai Luis tidak sadar jika bibir nya didah menempel dibatang leher Kania...
Kania yang merasakan hal aneh sama sekali tidak protes, ia seakan terbuai nikmat yang diberikan oleh benda kenyal Luis...
Luis tersenyum puas saat mendengar Kania mendesah kecil, ia yang seakan diberi kesempatan pun tidak ingin melepaskan nya begitu saja, Luis membalikkan butuh Kania Agar bisa berhadapan dengan nya, kemudian bibir Luis langsung menempel dibibir Kania, ******* menggigit kecil dan menghisap sudah Luis lakukan, perlahan Luis menggiring Kania keranjang, membaringkan nya dengan pelan, seraya tangan nya berusaha membuka kancing Kania satu persatu...
"Saya menginginkanmu Kania, saya ingin kamu...."Luis berbisik tepat di cuping Kania, hal itu membuat Kania semakin panas....
Saat semua kancing berhasil terlepas, Luis sudah bisa melihat benda yang selama ini selalu ditutupi Kain, benda yang pernah ia nikmati...
Perlahan tapi pasti,benda kenyal Luis menempel sempurna di benda mungil Kania, Luis begitu menikmati nya, tapi ditengah-tengah kenikmatan seseorang mengetuk pintu....
Tok tok tokk.....
Kania yang terkejut langsung mendorong tubuh Luis dan bangun kemudian ia masuk kekamar mandi dengan cerat...
"Akhh, siapa yang menggagu..."Luis langsung berjalan ke pintu dan membuka nya dengan kasar....
__ADS_1
"Apa apa, apa yang ingin kamu sampaikan?..."Tanya Luis dengan nada marah....
"Maaf tuan, bubur yang diminta Nona muda sudah siap..."Sahut Pelayan itu seraya memperlihatkan nampan yang bawa, Luis langsung merebut nampan itu dan menutup pintu dengan keras membuat pelayan itu terloncat kaget..