Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Masalalu Sria


__ADS_3

Setelah sampai, Luis langsung membawa Kania ke kamar untuk istirahat, setelah menutup pintu kamar, Luis langsung memeluk erat Kania dari belakang, ia sangat bahagia karna Kania kembali masuk kedalam pelukan nya, entah apa yang terjadi pada nya jika Kania benar-benar pergi meninggalkan nya..


"Terima kasih sayang karna menjaga kesehatanmu dan bayi kita, entah apa jadi nya kalau kamu pergi dari hidupku,..."Kania tersenyum, ia melepaskan tagan Luis yang sedari tadi melingkar di perut nya...


Kania membalikkan badan nya dan mengalunkan tangan nya di leher Luis...


"Saya tidak akan pernah meninggalkan mas, karna saya tau mas semangat mencintai saya, saya tidak akan meninggalkan orang-orang yang mencintai saya mas..."Luis mengangguk dan memajukan tubuh nya mengikis jarak antara mereka...


"Waktu itu kamu pernah mengatakan kalau kamu mencintai saya apa itu benar, kamu benar mencintai saya Kania.."Tanya Luis yang berhasil membuat Kania menengang dalam pelukan Luis...


"Saya kamu kamu menjawab saya dengan jujur Kania, jujur saja selama ini saya menunggu kamu mengatakan kalau kamu juga mencintai saya?..."Kania mendorong tubuh Luis perlahan dan mengapit kedua wajah Luis dengan lembut...


"Saya sangat mencintai Kamu mas, sangat-sangat mencintai kamu...."Jawab Kania dengan penuh keyakinan...


"Sejak kapan?..."


"Entah, saya tidak tau sejak kapan dan bagaimana perasaan cinta itu tumbuh, yang jelas saya takut mas jauh dari saya, saya takut mas dekat dengan wanita lain,dan saya sangat takut Mas Luis meninggalkan saya..."ada semburan merah dipipi Kania saat mengutarakan perasaan nya yang selama ini ia pendang, dan ada rasa lega yang Kania rasakan saat perasaan itu ia ungkapan pada Luis, seakan beban yang Kania pendam terasa lega...


"Terima kasih sayang, aku juga sangat mencintaimu.."dan akibat pernyataan cinta Kania akan berujung kearah pertempuran, disaat Luis mencium dan ******* bibir Kania dengan lembut, Kania yang semula malu-malu mulai memberanikan diri membalas ciuman Luis...


Perlahan Luis mendorong tubuh Kania kearah ranjang, semenit kemudian Luis membaringkan tubuh Kania tanpa melepas menyatukan bibir mereka, setelah puas dibagian bibir Kania,Luis turun menyusuri batang leher Kania dan meninggalkan jejak kemerahan disana....


Luis menghentikan aksi nya dan menarik baju Kania sehingga kancing berserakan diatas lantai, Luis kembali melanjutkan aksi nya saat gunung kembar Kania terpampang jelas tanpa penghalang sedikit pun...


Kania benar-benar dibuat mabuk kepayang dengan ulah Luis, berkali-kali Kania menekan kepala Luis karna merasakan nikmat yang begitu luar biasa...


setengah jam bermain ditubuh bagian atas Kania, Luis akhir nya menunju pusat, entah sejak kapan kedua nya t*******g bulat?, entahlah jangan tanyakan padaku karna sulit bagiku untuk menjelaskan, yang jelas mereka sudah t**anj**g bulat...

__ADS_1


Luis terkekeh saat melihat Kania yang menatap nya seakan meminta nya melakukan lebih, tapi Luis ingin Kania meminta nya,...


"Istirahatlah sayang, saya tau kamu pasti capek, saya ingin kekamar mandi dulu..."turun dari ranjang dan ingin meninggalkan Kania, disaat keadaan seperti ini...


"Mas kamu mau kemana, jangan menghukumku seperti ini mas, mas kalau kamu tidak kembali jangan pernah menyentuhku selama sebulan penuh..."Luis mati kutu, ia segera membalikkan badan nya dan kembali menghampiri Kania...


"Kenapa, takut?..."Menyengir kuda....


Dan pada akhir nya,Pertempuran pun kembali terjadi, Luis dengan perlahan bergerak dengan sangat pelan takut bayi yang yang ada didalam sana terganggu karna ulah nya....


setengah jam lama nya pertemuan terjadi,dan setelah pertempuran selesai, Luis langsung masuk kedalam mandi,...


***


Diruang keluarga, Pasangan suami istri itu mengapit bibi sri ditemani oleh Daren...


"Bibi pergi kehutan mencari kayu bakar, saat bibi istirahat, bibi ngak sengaja melihat seorang wanita yang pingsan dibawa pohon jadi bibi bawa kegubuk..."Sahut bibi Sri menjelaskan...


"Terimakasih bi,kalau ngak ada bibi entah apa terjadi pada Kania, kami berhutang nyawa pada bibi...."Menggenggam lembut tangan bi Sri....


"Tidak perlu berterima kasih, lagian Kania itu cucukku juga..."


"Bibi kenapa bibi tinggal disana, tempat itu sangat jauh dari kota, butuh berjam-jam agar sampai kesana dan kemana oM Tino, kenapa dia ngak sama bibi?...."pertanyaan yang sedari tadi mama Liana ingin tanyakan akhir nya tersampaikan juga...


"mas Tino sudah meninggal, Ana,..."


Flash back on...

__ADS_1


"Mas Tino kamu benar-benar jadi pergi nih,..."berkali-kali bertanya dengan pernyataan yang sama pada suami nya dan selalu mendapatkan jawaban yang sama...


"Iya sayang, ngak bisa dituda soal nya, kamu hati-hati disini jaga kesehatan, kelau mama dan papa bilang sesuatu tidak usah masukin kehati, kamu harus yakin kalau suatu saat nanti dia bisa menerima kamu sebagai menantu nya..."Sri hanya mengangguk saja walaupun hati nya tidak yakin, pernikahan mereka yang tidak diberi restu oleh kedua orang tua suami nya, mengingat semua perkataan dan perlakuan buruk kedua mertua nya saat suami nya pergi, tapi Sri pun tidak ingin membuat suami nya khawatir dan selalu ia simpan sendiri...


"Ya sudah aku berangkat dulu ya, kamu hati-hati dirumah...."mencium kening istri nya...


Sri melambaikan tangan nya saat mobil mulai melaju....


"Hey, wanita kampung, Tino sudah pergi kan jadi bereskan rumah sekarang juga, cuci pakaian kami juga..."Dari dalam rumah suara seorang wanita menggelegar membuat Sri terloncat kaget


Sri langsung masuk menghampiri mertua nya yang ada diruang keluarga...


"Ada apa ma, ada yang bisa Sri bantu?..."


"Apa kamu ngak dengar apa yang saya katakan? kamu ini benar-benar wanita ngak tau diri ngak guna, sekarang kamu cuci pakaian saya, setelah itu pel seluruh ruangan dan setrika pakaian saya, jangan pernah istirahat kalau pekerjaan dirumah ini belum selesai, selama Tino tidak ada, kamu harus menggantikan pembantu yang pulang kampung..."Seru Wanita baru baya melempar pakaian kedepan wajah Sria, setelah nya wanita itu pergi menuju kamar nya...


Sria memungut pakaian mertua nya yang berserakan dilantai, dengan air mata yang terus mengalir Sria mencuci pakaian mertua nya,...


"Seharusnya aku mendengarkan ucapan mu mbak, aku seharus nya setuju saat kamu mrnyuruhku tinggal sendiri, tidak bareng mama mertuaku..." Air mata Sria terus mengalir, mengingat perlakuan mama mertua nya selama ini yang tidak pernah bersikap lembut...


Sria mengerjakan pekerjaan rumah tanpa istirahat, ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 3 siang...


"Akhirnya selesai juga..."Sria berjalan ke arah tangga, ia ingin menuju kamar nya untuk istirahat, tapi telfon rumah berdering, Sria pun mengangkat nya..


"Iya dengan kediaman Bambang Kusumo..."jawab Sria...


"Apa, suami saya kecelakaan? itu tidak mungkin, dia tidak mungkin meninggal..."Ujar Sria berteriak,ia melempar telfon rumah itu dan menangis sejadi-jadi nya, sampai penglihatan nya buram dan perlahan kesadaran nya hilang, Sria pun pingsan

__ADS_1


__ADS_2