
Kania mengambil ponsel nya ingin menelpon Luis tapi ia teringat jika Luis banyak pekerjaan jadi Kania pun urung melakukan nya...
"Aku tidak boleh memberitahu mas Luis, jangan sampai aku menjadi kelemahan bagi nya, aku harus menjadi kekuatan untuk mas Luis...." Kania kembali menyimpan ponsel nya, ia mengambil gelas yang berisi air lalu meneguk nya hingga nya tandas...
"Apa Nona butuh sesuatu biar kami ambilkan?..."Tanya Salah satu pelayan yang berjumlah 4 orang sedang menemani Kania...
"Tidak perlu, Kalian kembali saja kepekerjaan kalian, saya ingin kekamar..."Kania pun berdiri dan berjalan menuju tangga menaiki nya satu persatu....
"Kasihan Nona muda, Karna musuh tuan Muda ia juga ikut diteror, mana perut nya udah besar lagi,..."Ujar pelayan yang diangguki teman nya, mereka merasa kasihan karna orang sebaik Nona muda mereka selalu mendapatkan masalah....
"Bagaimana apa kalian susah mendapatkan pengirim itu?...." Fiona yang keluar langsung menuju pos penjaga,...
"Para bawahan saya sudah mengejarnya Nona, mohon bersabar..."Sahut pengawal, Fiona hanya mengangguk kemudian mengambil ponsel nya, tanpa ragu ia langsung menghubungi Daren walaupun ia tau pasti dia akan mendapat hukuman dari Luis...
Cukup lama Fiona menunggu sampai terdengar suara Bariton Daren yang terdengar menggema....
"Ada apa?...."Fiona meneguk ludah nya secara kasar, tapi sebisa mungkin ia harus tenang....
"Tuan Daren saya ingin memberi tahu jika ada seseorang yang mengirim sebuah kotak untuk Nona dan kotak itu bersisi bangkai kucing,...."Sahut Fiona tanpa takut....
Luis yang berada disamping Daren langsung merampas ponsel Daren....
Luis langsung melempar ponsel milik Daren dan berlari ke arah pintu, kini ia sangat cemas pada keadaan Kania....
"Sepertinya Kalian benar-benar ingin mati ditanganku sendiri, siapapun kamu, akan menghancurkan kamu dengan tanganku sendiri...."Luis melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, beberapa kali ia hampir menabrak pengendara lain tapi dengan kelincahan nya ia dapat menghindari....
Setelah sampai, Luis langsung turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah mencari keberadaan istri nya, satu tidak melihat Luis berada diruang keluarga,Luis berlari menaiki tangga satu persatu....
"Dimana Kania?...."Tanya Luis melihat Fiona berdiri didepan pintu kamar nya...
"Nona muda ada didalam tuan muda..."Sahut Fiona usai membungkukkan badan nya...
"Kamu tunggu saya diruang kerja saya!...''Tanpa mengatakan alasan mengapa Fiona disuruh menunggu diruang kerja Luis, laki-laki dingin itu langsung masuk, dan menutup pintu rapat-rapat....
Luis mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Kania, tapi wanita itu tak kunjung terlihat, Luis berjalan kekamar mandi dan langsung membuka nya tapi Kania pun tidak ada disana...
__ADS_1
Luis kemudian mencari dibalakon karna Kania biasa menenangkan diri dibalkon tapi sama saja Kania tidak ada, Luis kini semakin cemas, ia sangat takut terjadi sesuatu pada Kania...
Luis melihat ke arah ruang ganti yang sedikit terbuka, perlahan ia mendorong pintu itu dengan pelan dan terkejut melihat Kania yang meringkuk memeluk lutut nya....
"Kania...."Kania yang menunduk langsung mendongakkan badan nya, sebuah senyuman terlihat di wajah nya, Kania langsung berdiri dan berlari masuk kedalam pelukan Luis...
"Apa yang kamu lakukan disini?..."Tanya Luis pelan, ia mengeluas punggung Kania dengan lembut...
"Saya tidak apa-apa kok mas, hanya sedikit syok, tadi saya liat kecoa...."Sahut Kania berbohong...
"Tidak usah berbohong Kania, saya tau kalau ada seseorang yang menerormu..."Ujar Luis...
Maafkan saya Kania, karna saya Kamu mendapat masalah...."Kania menggeleng pelan,...
"Tidak mas, jangan menyalahkan diri kamu, saya baik-baik saja,...."Kania melepas pelukan nya...
Setelah melihat dan memastikan keadaan istrinya baik-baik saja, Luis pun keluar dari kamar nya dan menuju ruang kerja nya...
"Kalian ada disini?...."Tanya Luis saat membuka pintu dan melihat Kedua bawahan nya ada disana...
Luis berjalan ke arah Fiona yang berdiri mematung dengan tangan terkepal...
Plakk..... Plakk....
Dua tamparan keras mendarat dipipi Fiona, tapi Wanita itu terlihat biasa-biasa Saja, ia sekarang sudah siap mendapatkan hukuman dari Luis....
"Apa kamu tau, apa kesalahanmu hah?..."Tanya Luis dengan nada membentak, Fiona mengangguk saja...
"Maafkan saya tuan muda, ini memang kesalahan saya yang tidak bisa menjaga Nona muda dengan baik,...."Ujar Fiona menunduk,...
"Apa kamu tau,istri saya adalah segala nya, dia adalah hidup dan mati saya, saya meminta Daren mengirim kamu kesini untuk menjaga nya,melindungi nya dengantuk nyawa kamu sendiri, tapi apa yang kamu lakukan, kamu sudah membahayakan keselamatan nya..."
Bugkk Bugkk....
Luis yang dikuasai amarah langsung memukul tembok berkali-kali untuk meluapkan kemarahan nya, Daren dan Marko hanya diam saja, membiarkan Luis dengan amarah nya...
__ADS_1
"Keluar dari sini, saya tidak ingin melihat wajah kamu!!...."Seru Luis, Fiona menundukkan kepala nya dan keluar dari ruangan Luis....
Setelah Fiona keluar, Luis berjalan kemeja kerja nya, dan menjatuhkan tubuh nya dikursi kebesaran nya....
"Siapapun orang itu akan aku bunuh dengan tanganku sendiri, aku tidak akan mengampuni nya...."Ujar Luis dengan lantang....
"Daren, Marko, aku punya tugas untuk Kalian berdua...."
****
Luis yang tak kunjung datang kekamar membuat Kania kesal, Kania pun keluar kamar untuk mencari suami nya...
"Fiona...."Panggil Kania saat melihat Fiona berdiri didekat jendela...
Fiona membalikkan badan nya, dan langsung menundukkan badan nya melihat Nona muda nya...
"Apa kamu baik-baik saja?..."Tanya Kania saat melihat wajah Fiona yang terlihat sangat merah...
"Saya tidak apa-apa Nona muda, Nona muda ingin sesuatu, biar saya ambilkan..."Kania menggeleng pelan kemudian menarik tangan Fiona....
Kania mendudukkan Fiona disofa, dan Kania pun berjalan kearah Laci mencari kotak P3K kemudian kembali berjalan kearah Fiona setelah menemukan kotak P3K....
"Sini biar saya obati..."
"Tidak usah Nona muda, sya tidak apa-apa, ini hanya karna...."
"Tidak usah membantah Fiona, saya tau ini pasti karna mas Luis, saya minta maaf,seharusnya saya menuruti permintaan kamu, kamu seperti ini karna saya...."dengan pelan, Kania mengoleskan salep diwajah Fiona....
"Tidak Nona, Nona muda tidak perlu minta maaf, saya memang pantas mendapatkan hukuman dari Tuan muda, Terima kasih Nona,...."tandas Fiona usai Kania mengoleskan krim salep diwajah nya...
"Fiona, kenapa kamu mau menjadi pengawal saya, kenapa kamu memilih mempertaruhkan nyawa kamu untuk nyawa orang lain,?..."Kania tidak habis pikir, mengapa wanita secantik Fiona harus bekerja sebagai pengawal...
"Nona muda, Saya berada ditempat ini untuk melindungi keluarga Tuan muda adalah impian saya sejak dulu, saya siap mempertaruhkan nyawa saya demi keluarga Tuan muda, Tuan muda sudah sangat berjasa didalam hidup saya, dia adalah orang yang memberikan saya hidup untuk kedua kali nya...."Kening Kania berkerut dalam, ia bingung dengan ucapan Fiona,...
"Kania..."
__ADS_1