
Satu minggu lama nya setelah pengakuan cinta Luis pada Kania, sudah satu minggu juga Kania tidak mendapatkan telfon ataupun kabar dari Luis, berulang kali Kania menelfon Luis tapi tak kunjung di angkat maupun dibalas hal itu membuat Kania khawatir...
"Ada apa sih dengan mas Luis, kenapa dia tidak pernah mengabariku, pesanku pun tak pernah dia balas, Daren juga sama, apa terjadi sesuatu pada mereka?..."
Kania meremas kedua tangan nya, sedari tadi pekerjaan nya hanya mondar mandir seperti setrikaan, rasa cemas tak pernah hilang dalam hati nya, kemana Luis? sedang apa dia? mengapa telfon nya tak kunjung diangkat, pesan pun tak ia balas sama sekali, apa dia bersama perempuan lain?, sedari tadi pertanyaan yang tak kunjung ada jawaban itu menari-nari didalam hati nya...
Kania yang sedang duduk di dekat jendela segera menoleh saat pintu diketuk, perlahan ia bangkit dan melangkahkan kaki nya dengan lemas dan membuka pintu lebar-lebar...
"Nona muda, Nyonya besar meminta anda untuk turun sarapan pagi!!..."Kania menghela napas panjang, ia pun mengangguk dan menutup pintu kemudian turun kelantai satu...
Dimeja makan terlihat kedua mertua nya sudah menunggu, Kania mengedarkan pandangan nya saat tidak melihat keberadaan Tiara, tak lama kemudian Tiara pun muncul bersama seorang pelayan yang sedang menggendong bayi Diko...
"Sini sayang duduk, sarapan dulu, Tiara kamu juga sarapan, bayi Diko nanti di urus sama pelayan!..."Kania dan Tiara pun duduk dan mereka mulai sarapan bersama...
"Kania kenapa sayang, apa makanan nya tidak enak,?...."Tanya mama melihat menantu nya yang hanya mengaduk makanan nya tanpa memakan nya...
"Tidak ma, makanan nya sangat enak,hanya saja Kania tidak nafsu...."Sahut Kania dengan suara lemas,....
"Apa ada sesuatu yang terjadi?..."Tanya mama Liana yang hanya mendapat gelengan kepala dari Kania...
Setelah sarapan papa Johan pun berangkat kerja, Mama Liana selalu setia mengantar sang suami berangkat bekerja, Tiara dan Kania duduk diruang keluarga setelah Tiara menidurkan bayi Diko....
"Apa kakak benar-benar tidak apa-apa? wajah kakak pucat banget loh, kakak ngak menyembunyikan sesuatu kan? Dokter yang selalu memeriksa Tiara selalu bilang kalau kita ngak boleh banyak pikiran saat hamil loh kak itu bisa berakibat buruk untuk kandungan nya..."Kania yang fokus pada tv pun langsung menoleh, seperti nya tidak mudah menyembunyikan sejauh masalah dari orang terdekat nya...
__ADS_1
Kania memiringkan badan nya dan meraih tangan Tiara lalau menggenggam nya dengan lembut, kania sangat bersyukur karna dikelilingi oleh orang-orang yang sangat peduli terhadap nya..
"Kakak sangat baik Tiara, tidak ada masalah apapun yang kakak sembunyikan, makasih karna kamu sudah peduli pada kakak..."kedua wanita muda itu pun berpelukan seperti seorang adik dan kakak yang saling menguatkan satu sama lain, tak jauh dari mereka seorang laki-laki sedang berdiri seraya memegang sebuah pistol..
Laki-laki misterius itu mulai mengangkat pistol nya dan mulai membidik sasaran, entah siapa yang laki-laki itu bidik hanya dia yang tau, saat jari telunjuk nya hampir menarik pelatuk pistol, ponsel nya berdering, Laki-laki itu segera menurunkan pistol nya dan melihat panggilan masuk...
"Halo bos, saya sudah ada didalam rumah tuan Johan, dan sasaran sudah ada didepan mata saya...."Ujar nya menjelaskan...
"Jangan apa-apakan dia, jangan sampai kamu menyakiti nya, bawa dia kesini tanpa luka sedikit pun!!...."Seru seorang laki-laki diseberang telfon dengan suara berat nya...
"Baiklah bos..."Setelah nya sambungan telepon pun terputus...
"Aku harus mencari cara agar Nona Kania mau ikut tanpa harus menyakiti nya, karna jika sampai Nona Kania terluka Tuan akan sangat marah padaku...."Ujar Laki-laki itu mengedarkan pandangan nya dan berhenti didepan sebuah kamar, bibir nya terangkat membentuk sebuah senyuman licik kemudian ia berjalan dengan pelan masuk kedalam kamar itu...
"Hy kalian berdua..."Panggil laki-laki itu membuat Kania dan Tiara menoleh, Terkejut? tentu saja mereka sangat terkejut melihat seorang laki-laki sedang mengendong bayi Diko dengan sebuah pistol yang terarah pada nya....
Kania dan Tiara langsung berdiri...
"Siapa kamu dan apa yang kamu lakukan? cepat serahkan bayi itu padaku!.."Seru Kania mencoba mendekat...
"Tolong berikan Bayiku, jangan sakiti dia kumohon!!..."Teriak Tiara ingin mengambil bayi nya tapi laki-laki itu menodongkan pistol kearah nya...
"Berhenti, jangan ada yang mendekat, jika tidak, nyawa anak ini akan melayang!..." Kania dan Tiara langsung berhenti, tak lama kemudian mama Liana pun masuk, ia sangat terkejut melihat laki-laki itu sedang memegang bayi Diko,...
__ADS_1
Mama Liana diam-diam mengambil guci yang cukup besar dan berjalan pelan kebelakang laki-laki itu...
"Apa yang kamu inginkan!!..."Tanya Kania mencoba untuk tenang begitupun dengan Tiara...
"Pertanyaan yang bagus Nona, yang saya inginkan Nona ikut dengan saya, jika kalian menginginkan bayi ini selamat!!..."Seru laki-laki itu menodongkan pistol nya tepat dikening Diko membuat Tiara bergetar ketakutan...
"Tolong, tolong jangan sakiti anak saya, kumohon!!..."Pinta Tiara dengan air mata yang sedari tadi sudah tumpah...
"Nyawa anak ini tergantung jawabanmu Nona..."Ujar nya dengan senyum licik...
Prangg....
Belum sempat Kania menjawab mama Liana sudah memukul laki-laki itu dengan guci yang cukup besar, sehingga membuat kepala laki-laki itu berdarah, pistol yang ada ditangan nya juga langsung terjatuh, dengan cepat Kania berlari mengambil bayi Diko...
Tak berselang lama beberapa pengawal pun datang, baru saja mereka ingin menangkap, laki-laki itu dengan cepat meraih pistol nya dan mengarahkan nya pada mama Liana, sontak semua orang panik...
"Cepat mundur, jika tidak peluru yang ada didalam pistol ini akan menembus kepala wanita itu!..."Titah nya dengan menahan rasa sakit dikepala nya...
Para pengawal pun hanya diam, perlahan, laki-laki itu pun mundur, saat merasa diri nya sudah aman laki-laki itu kabur, dengan cepat pengawal mengejar,...
Tiara yang sangat panik langsung meraih tubuh Diko yang ada digendong Kania dan lansung memeluk nya dengan erat, sementara mama Liana langsung menghampiri Kania...
"Sayang, kamu tidak apa-apakan, Kania tidak terluka kan?..."dengan begitu panik nya mama Liana memeriksa Kania bergantian dengan Tiara...
__ADS_1
"Ma, kami tidak apa-apa, terimakasih karna mama sudah datang dan menolong kami, seandainya mama ngak ada entah apa yang sudah terjadi pada kami sekarang..." Sahut Kania memeluk mertua nya dan dibalas dengan pelukan hangat oleh mama Liana....