
Luis telah menghajar Marko dengan brutal, hingga Marko pingsan, Luis membalikkan badan nya dan tidak melihat keberadaan Dion, Luis mengikat Marko di kursi seperti yang Dion lakukan pada nya, dan mengambil pistol milik Marko, Luis yang takut Marko kabur menembak kedua kaki Marko dan lengan Marko, tidak ada ketenangan yang terlihat dimata Luis yang ada hanya kemarahan...
Luis berlari keluar mencari keberadaan istri nya, rasa khawatir menyelimuti hati Luis saat tidak melihat keberadaan Kania, hingga rasa sakit dilengan nya tidak ia rasakan sama sekali...
"Kania kamu kemana? semoga tidak terjadi sesuatu sama kamu..."Ujar Luis berlari mencari Kania....
Kania terus berlari, tanpa menyadari jika ia sudah masuk kedalam hutan,...
"Tuhan, tolong lindungi aku dan anakku jangan biarkan aku Kenapa napa..."
"Kania, kamu kemana, jangan bersembunyi sayang, aku tidak akan menyakitimu, aku sangat mencintai kamu, aku berjanji akan melindungi dan menjagamu..."Teriak Dion yang terus mencari Kania...
Kania yang tak jauh dari Dion sangat terkejut, ia membalikkan badan nya dan melihat Dion yang semakin dekat dengan nya, Kania langsung bersembunyi dibalik pohon besar untuk menghindari Dion....
setelah lama tidak terdengar suara langkah kaki Dion, Kania bernapas Lega, ia berpikir jika Dion sudah pergi...
"Kania sayang...."
"Akhhh...."Kania berteriak dengan kencang saat Dion berada di belakang nya dan menepuk pundak nya...
"Jangan takut sayang, aku tidak akan menyakitimu..."Ujar Dion mengelus wajah Kania dengan lembut...
"Tolong jangan sakiti aku,..."Kania berusaha memberontak dari genggaman Dion...
"Ayo ikut aku Kania, kita mulai semua nya dari awal, aku akan menjadi laki-laki yang sangat mencintai kamu..."
"Tidak, aku tidak mau, aku tidak mencintai kamu, yang aku cintai itu hanya Luis, hanya Luis..."Teriak Kania tepat didepan wajah Dion, Kania menendang pusaka Dion dengan keras sehingga Dion melepaskan nya, dengan sekuat tenaga Kania pun berlari menjauhi Dion...
Kania bingung, ia melihat jurang didepan nya, dan melihat Dion yang semakin mendekat, dengan terpaksa Kania pun turun kejurang dengan sangat hati-hati....
__ADS_1
"Kania, jangan Kania..."Teriak Dion berusaha mengejar Kania, tapi sayang nya Kania sudah turun kejurang...
Dion menonjok pohon dengan keras saat kehilangan Kania, ia membalikkan badan nya dan terkejut melihat Luis berada di belakang nya bersama beberapa pengawal...
"Dimana Istriku, dimana kamu menyembunyikan Kania hah?..."Tanya Luis setengah mebentak....
"Aku tidak tau..."Sahut Dion dengan tubuh gemetar, Dion berusaha kabur tapi dengan cepat Luis menembak kedua kaki Dion
"Aku tau kamu pasti berbohong, cepat katakan dimana istriku?..."Luis mendekat dan mengcengkram kuat leher Dion...
"Aku tidak tau...."
"Baiklah, Kalian seret dia kembali kemarkas, jika dia tidak mau mengakui dimana istriku disini maka dia akan mengakui nya dimarkas..."
Kalian semua berpencar dan cari istriku, aku tidak ingin dia kenapa-napa, jangan kembali jika Kania tidak ketemu jangan pernah kembali, jika tidak kalian yang akan aku satu persatu..."titah Luis dengan tegas...
"Bagaimana aku bisa pulang, jika istriku tidak ketemu, aku ingin Kania pulang bersama ku..."Daren menghela napas, ia tidak bisa memaksa Luis untuk pulang Kania sangat berarti dalam hidup Kania...
Cukup lama Luis mencari bersama pengawal, tapi Kania tidak meninggalkan tanda tanda, dan pada akhir nya Luis pun kembali setelah lama dibujuk oleh Daren,...
Luis menyiksa Marko dan Dion secara bergantian, menusuk dan menembak, tubuh Mereka berdua tanpa kasihan, Marko dan Dion hanya berteriak kesakitan, permohonan ampun tidak pernah berhenti terucap dari mulut kedua nya tapi Hati Luis membatu,...
Luis pun tak segan-segang menguliti Marko dan Dion dengan tangan nya sendiri tanpa bantuan Daren ataupun pengawal lain nya, Daren sekali menutup mata saat melihat Luis dengan sadis menguliti Marko dan Dion dengan berlatih nya...
*****
Hari mulai gelap, sementara Kania masih ada didalam hutan, Kania meringkuk dibawa pohon dengan badan basah kuyup, tubuh Kania menggigil kedinginan, karna hampir satu jam Hujan mengguyur tubuh nya...
"Mas Luis, tolong aku mas..."ujar Kania lemah, Perlahan-lahan kesadaran Kania mulai hilang dan ia pun terjatuh pingsan...
__ADS_1
Sementara Luis masih berada dimarkas, sedari tadi ia mengamuk karna belum ada tanda-tanda keberadaan Kania, istri nya...
Dion dan Marko menjadi sasaran nya, ia meninju dan menusuk tubuh,mata dan wajah Marko dan Dion secara bergantian yang sudah tidak bernyawa, untuk melampiaskan kemarahan nya, Daren pun tidak berani mendekat, ia tau apa yang Luis rasakan saat ini...
Luis terduduk di lantai, melihat tangan nya yang penuh darah, air mata nya sedari tadi tidak bisa ia bendung, rasa khawatir semakin besar saat hujan semakin lama semakin deras...
"Kania, kamu dimana sayang, kamu dimana?...."teriak Luis pilu...
Perlahan Daren mendekat dan menepuk pundak Luis...
"Tenang Luis, Anak buah kita masih menyusuri hutan untuk mencari keberadaan Kania, ia pasti akan ditemukan, lebih baik mau istirahat, Luis menoleh dengan kasar dan mendorong Daren hingga Daren terduduk di lantai...
"Apa kamu pikir aku bisa tenang sementara istriku diluaran sana sedang kedinginan, dia pasti takut, dia butuh aku, bagaimana kalau ada binatang buas, dia itu sendang hamil, dia tidak bisa berlari,...."Daren tidak lagi bicara, ia memilih diam dari pada menjadi bahan amukan oleh Luis...
"Kalian urus jenazah Marko dan Dion, kubur mereka secara layak!!..."Seru Daren pada anak buah nya, baru saja beberapa langkah anak buah Daren mendekat pada Jenazah Dion dan Marko, suara bariton Luis menggema didalam ruangan itu...
"Jangan sentuh jenazah itu...."titah Luis dengan suara menggelegar, pengawal langsung berhenti dan diam ditempat
"Aku belum puas untuk menyiksa mereka, mereka harus merasakan penderitaan yang tidak akan pernah mereka lupakan, bahkan aku akan memberikan siksaan yang melebihi siksaan neraka...."Tandas Luis dengan tangan terkepal kuat...
"Luis mereka sudah meninggal, mereka sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi..."Daren tidak habis pikir dengan jalan pikir Luis yang masih ingin menyiksa Dion dan Marko yang sudah tak bernyawa...
"Aku tidak perduli Daren, jika kamu ingin seperti mereka bilang saja,, aku akan menuruti keinginan mu..."Daren meneguk ludah dengan kasar, ia menggeleng keras, sungguh Luis sudah gila saat ini....
"Siapkan air panas dan siram tubuh mereka setiap waktu, aku akan mencari istriku..."Titah Luis seraya berdiri dan meninggalkan ruangan itu, berjalan kearah belakang, pintu yang terhubung langsung kehutan...
Daren yang tidak ingin Luis kenapa-napa pun ikut...
"Kania semoga kamu cepat ditemukan agar kewarasan suamimu kembali lagi, aku sekarang yakin jika Luis benar-benar mencintaimu, dia tidak pernah segila ini, kamu harus cepat kembali Kania jika tidak, iblis yang ada didalam tubuh Luis semakin menggila...."Ujar Daren dalam hati...
__ADS_1