Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Sikap dingin


__ADS_3

Sore hari nya, Kania pun pamit pulang, ia takut Luis marah pada nya saat ia tidak ada dirumah,...


"Kania pamit dulu ya ma, takut nya mas Luis marah saat dia pulang dan aku tidak ada dirumah...."Pamit Kania mencium pipi kanan dan pipi Kiri mama Liana...


"Iya, hati-hati ya Sayang, kabarin mama jika kamu sudah sampai!!..."Seru mama Liana mengelus lembut kepala Kania...


"Iya ma..."Kania pun masuk kedalam mobil saat sopir membukakan pintu...


Sepanjang perjalanan Kania hanya diam, Ia memikirkan nasib rumah tangga nya yang hanya sebentar, tangan nya tergerak mengelus perut nya yang masih rata...


"Sabar Kania, kamu harus bisa membentengi hati kamu dengan sangat kuat agar Mas Luis tidak bisa masuk..." Ujar Kania dalam hati, sesampai nya dirumah, Kania menghela napas lega karna Luis belum pulang, Ia masuk dan langdung menuju kamar,...


"Aku mandi dulu deh, sebelum mas Luis datang..."ujar Kania berlalu masuk kedalam kamar mandi, Usai mandi, Kania memutuskan untuk duduk dibalkon menikmati Matahari yang akan kembali keperaduan nya...


Kania menoleh saat melihat mobil Luis masuk pagar, Kania tersenyum kecut mengingat kejadian tadi siang,...


"Itu urusan mereka, bukan urusanku, mereka mau melakukan apapun itu terserah mereka...."Gumam Kania seraya menyadarkan punggung nya disandaran Sofa...


Luis turun dari mobil, Kening nya berkerut saat melihat mobil yang ia belikan untuk Kania terparkir diluar rumah, sementara saat berangkat bekerja Mobil itu ada didalam garasi mobil, Luis pun memanggil supir yang ia suruh untuk mengantar Kania jika ingin pergi...


"Apa Nona muda tadi keluar?..."Tanya Luis yang diangguki oleh Supir itu....


"Iya Tuan muda, tadi siang Nona mengatakan ingin mengaantar makanan untuk tuan muda, Nona muda memasak nya sendiri untuk Tuan muda, dan Saat saya mengantar Nona muda kekantor tuan muda, Beliau hanya sebentar, ia kembali dengan membawa rantnag itu lagi, dan Saya juga mengantar Nona muda kerumah Tuan besar....."Luis Terkejut mendengar jawaban dari Supir pribadi Kania, ia langsung masuk dan menuju kamar utama...

__ADS_1


"Kalau dia membawakan makan siang untukku kenapa tidak menelpon ku lebih dulu,?..."Tanya nya seraya melangkah menaiki tangga satu persatu....


Luis mengedarkan pandangan nya keseluruh arah, tapi tak melihat Kania, saat ia ingin mencari Kania ketoilet mata nya menangkap sosok Kania yang sedang berada dibalkon....


"Entar aja deh saya tanya,..."Ujar Luis seraya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan...


Usai mandi dan berpakaian, Luis pun menuju balkon, ia duduk disamping Kania yang sudah tertidur...


"Apa dia selelah itu sampai-sampai ketiduran dibalkon?..."tandas Luis memandang wajah cantik Kania yang tanpa make up sama sekali...


"Mama, aku kangen sama mama," Luis mengelus pucuk kepala Kania dengan sangat lembut,...


"Kasihan sekali kamu Kania, saking rindu nya kamu dengan mama, kamu sampai memimpikan nya..."Ujar Luis merasa kasihan dengan Kania....


Karna hari hampir gelap, dan Kania tidak bangun juga, Luis pun mengangkat Kania dan membawa nya keranjang agar sang istri bisa tidur dengan nyaman....


"Kamu ngapain mas?...."Tanya Kania dengan tampang bingung, sementara Luis gelagapan, ia memutar bola mata nya...


"Saya hanya memindahkan kamu kesini, diluar sudah mau gelap dan ngak baik wanita hamil tidur dibalkon menjelang malam, nanti kamu bisa masuk angin..."Ujar Luis jujur, Kania mengangguk saja dan bangun dari tidur nya,...


"aku turun dulu mas..."Ujar Kania ingin keluar dari kamar, perasaan nya mendadak tidak enak berada didalam satu kamar dengan Luis, baru saja Kania memegang gagang pintu, tangan nya sudah dipegang oleh Luis...


Kania menoleh dan memandang bingung ada apa dengan laki-laki didepan nya pikir Kania,....

__ADS_1


"Apa kamu tadi siang kekantor saya untuk membawakan saya makan siang?..."Tanya Luis yang diangguki oleh Kania...


"Terus kenapa saya tidak melihat kamu keruangan saya, bahkan Makan siang untuk saya pun tidak ada?..."Tanya Luis yang memang tidak melihat kedatangan Kania


"Waktu saya mau masuk keruangan mas Luis, Saya melihat Mas Luis sama Alika, saya yang tidak ingin mengganggu waktu kalian berdua ya memutuskan untuk pulang, dan makan siang nya juga saya bawa, saya kasih ke mama Liana, daripada terbuang kan sayang...."Ujar Kania panjang lebar kemudian menarik tangan nya dan keluar dari kamar itu...


Luis mematungkan mendengar penjelasan Kania, sedetik kemudian, ia pun keluar dan menyusul Kania....


"Apa kamu marah karna melihat Saya dan Alika? apa kamu tidak mau mendengar penjelasan saya??..."Luis tidak melanjutkan ucapan nya saat Kania berhenti dan membalikkan badan nya....


"Saya tidak marah Tuan Muda Kuis, Untuk apa saya marah, dan saya tidak perlu mendengar penjelasan Mas Luis, kita menikah hanya karna anak mas Luis yang saya kandung, dan saya tau Mas Luis dan Alika saling mencintai, dan saya tidak marah sama sekali, tenang saja mas, saya tidak akan mengganggu kalian berdua, selagi Alika tidak mengusik saya, saya akan bersikap baik pada nya, dan apapun yang Mas Luis lakukan dengan Alika itu bukan urusan saya..."Luis mematung, entah kenapa hati nya serasa ditusuk ribuan jarum mendengar ucapan Kania...


"Mas Luis sebaiknya mandi dulu, saya mau kebawa dulu!!..."Seru Kania kembali berbalik dan meninggalkan Luis yang masih terdiam...


"Apa Kania benar-benar menganggap pernikahan ini hanya karna anak yang ada dalam kandung nya? mengapa dia tidak marah sama sekali, walaupun sikap nya dingin...."Luis menggelengkan kepala nya dan kembali kekamar, walaupun pikiran nya sekarang sedang berkecamuk memikirkan sikap dingin Kania....


"Astaga, Aku melupakan ponselku..."Kania menepuk jidat nya dan kembali memutar tubuh nya menaiki anak tangga satu persatu, Ia membuka pintu dengan sangat pelan dan mengintip kedalam kamar...


"Seperti nya Mas Luis sedang mandi, sebaik nya aku cepat-cepat masuk dan mengambil ponselku...."Kania pun masuk dan mengambil ponsel nya yang berada diatas nakas, setelah nya Kania pun kembali ingin keluar...


Baru saja Kania memegang gagang pintu, terdengar suara bariton milik Luis memanggil nama nya...


"Kania..."Kania pun menoleh dan memaksakan senyum nya kemudian mengangkat tangan nya menunjukkan ponsel nya, kemudian mendorong pintu dan keluar...

__ADS_1


"Apa Kania benar-benar tidak padaku? kenapa sikap nya sangat dingin? Ah sudahlah untuk apa aku memikirkan nya, itu urusan Kania..."Ujar Luis melangkahkan kaki nya menuju ruang ganti....


"Malas banget aku harus bertatap muka dengan mas Luis...."Ujar Kania seraya menuruni anak tangga satu persatu...


__ADS_2