Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
bertemu calon mertua


__ADS_3

Diatas mobil, yang tercipta hanyalah kesunyian yang begitu panjang, Daren maupun Tiara kedua nya sama-sama diam,....


Daren menarik napas panjang kemudian membuang nya dengan pelan, ia melirik Tiara yang sibuk memainkan kemari kecil Diko, sekali-kali ibu satu anak itu mengajak bayi nya berbicara...


Daren memberanikan diri untuk mengajak Tiara untuk mengobrol...


"Bagaimana kabar Diko seminggu ini, apa dia baik-baik saja?..."tanya Daren melihat kearah Tiara kemudian kembali fokus kejalan...


"Dia baik-baik saja, tidak ada yang perlu kamu khawatir, aku bisa menjaga dia dengan baik tanpa bantuan siapapun...."jawaban judes Tiara mampu membuat Daren menggigit lidah, ada rasa menyesal dalam diri Luis karna bertanya, sampai pada akhirnya Daren pun memilih diam dan tidak bertanya lagi....


"Apa aku terlalu kasar ya jawab nya, sampai-sampai dia diam gitu...."melirik Daren yang sedang fokus pada kemudian....


"Maaf, aku hanya tidak biasa denganmu, beri aku waktu untuk bisa mengenalmu...."seketika Daren menoleh ada semburat senyum yang tersembunyi disudut bibir nya, ia bisa memahami sikap Tiara terhadap nya yang bersifat judes...


"Tidak, kamu tidak perlu minta maaf, aku tau kamu memang belum terbiasa, akupun begitu, jadi sebaiknya untuk lebih mengenal satu sama lain, bagaimana kita berteman sampai hari pernikahan kita tiba?...."Tiara sedikit berfikir kemudian mengangguk kecil, dengan semangat Daren mengulurkan tangan nya membuat Tiara sangat bingung...


"Ini tanda deal, kita akan berteman mulai sekarang...."Tiara terkekeh, ia pun paham apa yang dimaksud Daren, mereka pun berjabat tangan tanda setuju...


Setengah jam perjalanan, akhirnya sampai juga, Daren keluar dari mobil dan beralih kepintu samping untuk membukakan pintu untuk Tiara...


"Terimakasih..."Ucap Tiara sedikit tersenyum, Daren mengangguk kemudian mengulurkan kedua tangan nya meminta Diko, Tiara pun dengan senang hati memberikan Diko pada Daren....

__ADS_1


Tiara tersentak saat jemari Daren menyusup kesetiap jemari nya, ia langsung menoleh dan memandang Daren dengan pandangan membunuh Tiara menarik tangan nya dengan paksa berharap Daren mau melepaskan tangan nya tapi tidak semudah itu, Daren malah mempererat menyatukan tangan mereka....


"Kita akan bertemu kedua orang tuaku kan, aku hanya ingin mereka melihat jika kita adalah pasangan yang kompak dan serasi itu saja...."Tiara mengangguk paksa kemudian membiarkan tangan nya digenggam oleh Daren....


Dari kejauhan terlihat sepasang suami isteri berbincang-bincang ringan dan sekali-kali tertawa, Tiara berhenti dan Daren pun berhenti...


"Tidak apa-apa, kedua orang tuaku baik kok, kamu jangan khawatir...."kembali menarik tangan Tiara yang ia genggam, Tiara pun mau tak mau harus melangkah mengikuti Daren yang menggenggam kuat tangan nya...


"Selamat malam ma yah...."Sapa Daren membuat sepasang suami istri itu menoleh bukan nya melihat kearah pemilik suara, mama papa Daren malah fokus melihat Tiara yang sedang menundukkan kepala nya...


"Apa dia yang namanya Tiara, dan ini Diko cucu ayah ?...."Tanya ayah beralih melihat Diko yang ada didalam gendongan Daren, Daren mengangguk dan tersenyum,...


"Apa mama boleh menggendong anakmu Ren?...."tanya mama Daren mengulurkan tangan nya, Daren melihat kearah Tiara sejenak, kemudian ia memberikan Diko pada sang Oma...


"Duduk dulu, ngak capek berdiri...."Ujar mama Daren, ketiga insan itu pun menyusul duduk, mama Daren sangat bahagia, menimang cucu nya yang ia baru ketahui, sudah berulang kali mama Daren menyuruh Daren menikah karna sudah tidak sabar memiliki cucu tapi Daren terus menolak dan mengatakan belum mendapatkan wanita yang tepat...


"Tiara, perkenalan ini mama Doni dan ini mama Devi, dan mama papa ini Tiara, wanita yang diceritakan mama Liana dan Kania...."Ujar Daren memperkenalkan Tiara pada kedua orang tua nya, Tiara hanya tersenyum canggung,....


"Kapan kalian menikah?...."tanya mama Devi bertanya tanpa mengalihkan pandangan nya dari wajah Diko....


"Emmm, secepatnya ma, karna Daren ingin memberikan hak Diko, Daren tidak ingin nanti nya ada yang berbicara buruk pada Diko maupun Tiara,mereka berdua adalah tanggung jawab Daren, dan Daren mohon mama dan ayah bisa menghargai keputusan Daren dan Tiara pun susah setuju, iya kan Tiara..."Tiara terperanjat kaget saat Daren bertanya,, ia mengangguk saja tanpa tau apa pertanyaan Daren, sedari tadi ia hanya melamun dan tidak memperhatikan apa yang sedang mereka obrolin....

__ADS_1


"Itu bagus, karna mama ingin cucu dan mantu mama secepat nya tinggal bersama kita, dan mama sangat tidak sabar menantikan hari itu tiba...."tersenyum hangat kepada Tiara yang balas tersenyum hangat...


"Tiara apa kita bisa bicara berdua, tante hanya ingin mengobrol denganmu?...."tanya mama Devi tanpa ekspresi, Tiara terlihat ragu, ia melihat kearah Daren yang mengganguk kan kepala nya....


"Iya tente..."Mama Devi menyerahkan bayi Diko pada Daren dan kemudian berdiri meninggalkan meja itu dan tak lama Tiara pun ikut berdiri dan menyusul calon mama mertua nya...


Mama Devi berhenti pada sebuah meja yang terletak tak jauh dari Ayah Doni dan Daren,...


"Duduk!...."Seru mama Devi, Tiara pun duduk, tapi perasaan nya sangat gelisah, ia bingung kenapa mama Daren ingin mengobrol dengan nya saja, Tiara merasa jika mama Devi tidak suka terhadap nya....


"Ada apa, kenapa kamu gugup begitu? tidak usaha khawatir, saya tidak punya maksud jahat, saya hanya ingin menyampaikan terima kasih karna kamu sudah hadir didalam kehidupan Daren, mungkin kamu berfikir saya tidak menyukai kamu, jika kamu berfikir begitu, maka kamu salah, tadi saya hanya ingin melihat sejauh apa perubahan putra saya semenjak mengenal kamu, dan saya lihat dia sangat berubah, dan terima kasih untuk itu...."Tiara diam saja, ia sangat bingung dengan ucapan Mama Devi....


"Maaf tante saya kurang mengerti..."


"Begini Tiara, dulu Daren memiliki kekasih yang sangat ia cintai, mereka sudah merencanakan pernikahan, tapi sayang, takdir berkehendak lain, kekasih nya meninggal, dan sejak saat itu Daren pun menutup hati nya untuk wanita manapun, mama dan ayah udah beberapa kali menyuruh nya untuk menikah, tapi ia selalu menolak, tante selalu brdo'a semoga ada yang bisa meluluhkan hati nya, dan tante benar-benar bahagia karna Allah sudah mengabulkan do'a tante, dia mengirim wanita cantik sperti mu, karna itu tante berterima kasih...."Ujar mama Devi, yang diangguki Tiara...


Setelah cukup lama berbincang-bincang, Daren pun pamit kepada kedua orang tua nya karna ingin mengantar Tiara pulang,...


"Om tante, saya pulang dulu ya, terima kasih untuk makan malam nya..."Ujar Tiara berpamitan....


"Iya sayang, hati-hati...."

__ADS_1


__ADS_2