Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Terlalu berharap


__ADS_3

"Kania...." Luis langsung menhampiri Kania, dan melihat Kania yang sudah tidur dengan menggigil, Luis menggelengkan kepala nya, ia kemudian mengangkat tubuh Kania dan membawa nya masuk kedalam kamar...


Usai meletakkan Kania diatas ranjang, Luis ingin berdiri tapi beberapa helai rambut Kania tersangkut dijam tangan nya, Luis pun kembali berjongkok dan berusaha melepaskan rambut panjang Kania dari jam tangan nya...


"Akhir nya lepas juga..."Ujar Luis saat berhasil melepaskan rambut Kania dari jam tangan nya, Luis melihat wajah tenang dan damai Kania, Luis seakan terhipnotis oleh kecantikan alami Kania sehingga tanpa sadar ia mencium pipi Kania yang semakin hari semakin Caby saja...


"Apa yang sedang aku lakukan, dan kenapa aku melakukan nya?..."Gumam Luis langsung berdiri, Luis yang tidak ingin ketahuan pun langsung meraih baju kantor nya dan keluar dari kamar itu sebelum Kania bangun, sepanjang perjalanan menuju kamar,Luis terus merutuki kebodohan nya yang mencium pipi Kania...


"Berhenti memikirin hal itu Luis, anggap saja ada yang merasukimu sehingga tanpa sadar kamu mencium nya..."Kelakar Luis pada diri nya sendiri seraya masuk kedalam kamar nya, Kamar yang sama besar nya dari kamar Utama yang Kania tempati saat ini, beda nya Kamar itu tersembunyi hanya dirinya, Daren dan bu Tika yang tau...


Kamar itu sebenar nya kamar yang ia siapkan untuk anak istri nya nanti untuk berjaga-jaga, jika suatu saat nanti Musuh nya menyerang keMansion, ia bisa menyembunyikan Anak dan istri nya disana...


Tapi selain Kamar itu, Luis juga menyiapkan Ruang dibawa tanah, Ruangan yang sangat Luas seperti rumah sendiri, tapi Baru Daren dan Luis yang tau...


Luis mencoba memejamkan mata nya untuk beristirahat, tapi sial nya, ia terus saja mengingat kejadian tadi saat dikamar utama...


"Akhh sial, jika terus begini aku tidak bisa tidur..."Luis meraih ponsel nya dan menyetel sebuah lagu tidur yang dinyanyikan langsung oleh Oma nya dulu saat ia susah tidur, lagu yang selalu Luis dengar jika diri nya sudah tidur, dan biasa nya jika ia mendengarkan lagu itu dia akan langsung tidur....

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit akhir nya Luis bisa tidur juga, tidak ada yang tau jika Luis masih sudah mendengarkan lagu tidur sampai sekarang,....


Pagi hari nya, Kania perlahan membuka mata nya,, ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6:30 menit, Kania menoleh kesamping dan tidak mendapati Luis disamping nya, kemudian pandangan nya teralihkan kekamar mandi yang pintu nya terbuka...


Kemudian Kania melihat kepintu balkon dan mengingat jika tadi malam ia sedang tiduran disofa sampai kemudian ia benar-benar tertidur...


"Apa, apa mungkin Luis yang membawaku kedalam kamar? tapi kemana dia?..."Gumam Kania yang sedari bangun tidak melihat Luis, Kania memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, kemudian ia pun keluar kamar dan mencari laki-laki yang baru 2 hari yang lalu resmi mempersunting diri nya menjadi seorang istri...


Kania menuju dapur dan tak mendapati Luis disana, kemudian saat ia bertemu pelayan ia pun bertanya tentang keberadaan Luis...


"Tuan muda sudah berangkat dari pagi bersama Tuan Daren Nona muda,..."Jawab Pelayan, Kania mengangguk kemudian kembali kekamar...


"Tidak bisakah dia membangunku terlebih dulu?..."Ujar Kania merasa ada yang aneh pada Luis, ia kemudian mengingat kejadian tadi malam saat diri nya dan Luis sedang makan malam...


"Apakah dia marah padaku tentang tadi malam?, sebaik nya aku minta maaf dengan membawakan dia makan siang..."Ujar Kania mencoba untuk membuat diri nya berarti sebagai ibu dari anak Luis, dengan begitu setelah perceraian mereka bisa berhubungan baik layak nya teman....


Siang hari nya, Kania sudah siap dengan masakan nya, ia dengan senang hati keluar dari Mansion diantar oleh supir pribadi, Kania terus saja melihat rantang yang ia bawa...

__ADS_1


"Semoga saja mas Luis menyukai masakanku dan kami bisa memperbaiki hubungan kami seperti sedia kala..."Gumam Kania yang sedari tadi tersenyum, ia akan berbicara dengan Luis dari hati kehati, Kania tidak ingin hubungan nya dengan Luis hanya berisi pertengkaran, Kania berharap ia dan Luis bisa menjadi pater orang tua yang baik untuk anak nya...


"Maafkan Mommy dan Daddy ya sayang, Mommy janji akan mengajak Daddy kamu berdamai, dan memperbaiki hubungan kami, walaupun hanya sampai kamu lahir, tapi kami Janji sayang, Mommy dan Daddy akan selalu ada untuk kamu, walaupun status kami hanya mantan suami dan Istri..." Batin Kania seraya mengelus perut nya yang masih rata...


Setelah sampai, Kania langsung turun, sepanjang perjalanan semua Karyawan yang berpapasan dengan nya menunduk hormat, Kania sebenarnya sangat risih tpi sebagai istri dari Tuan muda Luis Wiguna, pebisnis besar yang terkenal diseluruh dunia, Kania harus membiasakan diri nya..


Kania pun masuk kedalam lift khusus Ceo, dan menekan angka dimana ruangan Luis berada, saat tiba dilantai teratas yaitu ruangan Luis, Kania melihat meja kosong diluar ruangan dan Kania yakin jika itu adalah meja sekretaris Luis yang baru...


"Mas Mas, Waktu aku menjadi sekretaris pribadi kamu meja itu didalam ruangan kamu dan sekarang sudah diluar, aku berjanji mas akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu walaupun waktu ku tinggal lebih 7 bulan..."Ujar Kania tersenyum masih memandang meja yang pernah menjadi teman saat dirin ya bekerja sebagai sekretaris Luis..


Kania pun mengalihkan pandangan nya melihat pintu bertuliskan Ruang Ceo utama, perlahan Kania memegang handel pintu dan memutar nya, dengan Senyuman mengembang Kania membuka pintu sedikit demi sedikit, ia sudah tidak sabar memberikan masakanan nya untuk Luis, ia sangat yakin jika Luis akan suka dengan masakan nya...


Baru saja Kania ingin membuka pintu lebar-lebar ia langsung dikejutkan dengan keadaan yang ada didalam ruangan, hati Kania seakan dihantam batu besar melihat Luis berada diatas tubuh Alika dan penampilan Alika sudah acak-acakan, bahkan kancing baju Alika sudah terlepas dari tempat nya, Bra warna hitam Alika sangat terlihat jelas dimata Luis, Sofa tempat mereka sekarang pun menunjukkan beberapa lipatan, Kania tersenyum kecut,posisi kedua nya yang sangat tidak senonoh, Kania kembali menutup pintu dengan sangat pelan dan melihat rantang yang ada ditangan nya, kemudian ia pun memutuskan untuk membuang nya...


Kania pergi dari tempat itu membawa Rantang yang tadi nya ia ingin kasih pada Luis tapi seperti nya Luis sangat sibuk dengan mantan pacar nya, mantan pacar?? entahlah Kania juga tidak tau mungkin saja mereka berdua balikan...


"Mungkin kamu terlalu berharap hubungan kamu dengan Luis baik Kania jadi kamu merasakan sakit sekarang..."Ujar Kania menghapus air mata nya kemudian masuk kedalam Lift...

__ADS_1


__ADS_2