
Jam menunjukkan pukul 9 pagi, dengan berat hati Kania melangkahkan kaki nya mengantar Luis kedepan pintu,, sedari tadi ia hanya diam dan bicara seadanya jika Luis bertanya....
Ingin sekali Kania melarang Luis untuk pergi, tapi ini adalah resiko nya mempunyai suami Ceo besar, ia harus siap ditinggal pergi kapan saja...
"Saya berangkat dulu ya,ingat jangan terlalu capek, jangan naik turun tangga, ada Lift, kalau kamu kamu ingin keluar harus izin sana saya dulu dan harus ditemani oleh Fiona, jangan sampai telat makan...."Kania menggangu pelan, Luis yang tau perasaan Kania hanya menghela napas panjang, ia pun berat harus meninggalkan Kania tapi semua ini demi kedamaian keluarga mereka...
"Iya mas, kalau mas sudah sampai jangan lupa kasih kabar, mas juga harus jaga kesehatan jangan sampai telat makan,...."Luis menundukkan badan nya dan mengelus perut buncit Kania...
"Sayang jangan nakal nya, Daddy titip bunda...."Luis mencium perut Kania berkali-kali sebelum ia berdiri,....
"Saya berangkat ya, jaga kesehatan, jangan telat makan, jaga kandungan kamu baik-baik, kamu tidak usah khawatir tentang teror-teror itu, semau nya sudah aman,..."Kania mengangguk lemah kemudian mencium punggung tangan Luis,...
"Saya pergi ya,..."Sebelum pergi, Luis mencium kening Kania lama, Luis pun naik keatas mobil setelah Marko membuka pintu mobil untuk nya, setelah Bos nya sudah ada diatas, Marko pun menyusul....
Perlahan Mobil melaju,meninggalkan Mansion, Kania tidak pernah melepas pandangan nya sampai mobil itu keluar dari gerbang utama...
"Semoga kamu selalu dalam lindungan nya mas, aku akan selalu mendo'akanmu disini, mungkin kamu ingin aku mengatakan jika aku mencintaimu, tapi belum sempat aku ucapkan, tapi cepatlah kembali mas agar aku bisa mengatakan kalau aku sangat-sangat mencintaimu...." Ujar Kania dalam hati, kemudian ia masuk dan menuju kamar nya....
"Bahkan wangi tubuhmu masih sangat terasa mas,...."Baru beberapa menit saja Kania rasa nya sudah sangat rindu dengan suami nya...
Kania meraba tempat tidur Luis, ada rasa kesepian yang melanda hati Kania,, ia seperti kehilangan separuh hati nya.....
"Daripada galau seperti ini lebih baik aku main sama bayi Diko..."Kania yang tidak ingin larut dalam kesedihan memilih untuk kekamar Tiara untuk bermain dengan Diko....
*****
__ADS_1
Setelah sampai, Luis langsung masuk keruangan gelap bersama Marko dan Daren, ruangan rahasia yang hanya diketahui oleh Daren dan Luis dan sekarang Marko pun mengetahui nya....
"Marko kamu adalah orang ketiga yang mengetahui ruangan ini, jadi kamu harus bisa tutup mulut...."Ujar Daren setelah pintu terbuka lebar, Marko mengangguk....
"Kapan kita mulai penyerangan Tuan muda?..."tanya Marko yang sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa dalang dibalik penyerangan dan peneroran ini....
"Kita akan menyerang jam 12 malam,waktu itu adalah waktu yang tepat karna mereka dalam keadaan mengantuk...."Jawab Luis dengan tegas...
Mereka bertiga pun berdiskusi menyusun rencana untuk penyerangan yang akan mereka lakukan, usai membahas rencana mereka, Marko pun ditugaskan untuk membagi beberapa pengawal sementara Daren dan Luis masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat....
Jam menunjukkan pukul 11:30 para pengawal mulai berdiam diri ditempat, masing-masing menunggu perintah dari bos mereka, Luis, Marko dan Daren pun sudah berpencar,...
Mansion yang dijadikan markas itu sudah dikepung oleh orang-orang Luis, seluruh penembak jituh sudah siap ditempat,...
Luis mengarahkan senapan keatas langit kemudian menarik pelatuk nya membuat suara yang menggema, suami senapan itu adalah petanda dari Luis jika semua sudah bisa menyerang....
Darah mulai terlihat dimana-mana, Banyak orang-orang Luis yang terluka dan tak sedikit pun yang terbunuh, hanya sekitar 1 jam semua pengawal dapat dilumpuhkan...
Luis, Daren dan Marko berkumpul di satu didepan pintu ruangan yang mereka yakini adalah ruangan bos mereka...
"Pintu nya terkunci tuan muda...."tandas Marko yang berusaha membuka pintu...
"Dobrak pintu nya!!...."titah Luis yang terlihat sudah tidak sabar, Marko mundur beberapa langkah kemudian berlari mendobrak pintu nya, namun satu kali percobaan gagal, Marko pun kembali mencoba, tapi Kembali gagal, Luis yang sudah tidak sabar pun langsung menendang pintu itu dengan keras, dan alhasil pintu itu terbuka....
"Apa makanmu tidak cukup, pintu sekecil ini tidak bisa kamu dobrak, percuma badanmu besar kalau tenagamu lembek..."Luis masuk kedalam ruangan itu disusul Marko dan Daren....
__ADS_1
Luis mengedarkan pandangan nya mencari sosok yang selama ini selalu meneror keluarga nya, tapi ruangan itu seperti kosong...
Marko dan Daren memeriksa semua ruangan tapi semua nya kosong,....
"Seperti nya dia tau pergerakan kita, tempat ini kosong...."Ujar Daren yang diangguki Marko...
Brakk....
Luis memukul meja didepan nya dengan keras membuat Marko dan Daren terkejut...
"Sial, kenapa sampai pergerakan kita diketahui oleh nya?...."teriak Luis murka, ia membanting barang diruangan itu hingga semua tak tersisa, ruangan itu seperti kapal pecah...
Trutt....
Luis merongoh saku celana nya saat ponsel nya berdering, kening nya berkerut dalam saat melihat nomer tak dikenal yang menelpon nya, Luis tanpa ragu menggeser icon warna biru untuk menjawab telfon nya dan melouspeker ponsel nya...
"Halo tuan muda Luis, bagaimana apa yang anda dapatkan dimansionku? apa anda mendapatkan apa yang anda cari? hahah, tidak semudah itu Luis, tidak semudah itu kamu bisa mengalahkanku, apa kamu pikir aku tidak mengetahui rencana payahmu ini? kamu yang ingin menjebakku ternyata terjebak..."Luis menggepalkan tangan nya, rahang nya mengeras serta pandangan tajam nya begitu kuat, ingin sekali ia meremukkan tulang-tulang laki-laki misterius itu....
"Ayolah Luis, buat rencana yang lebih spektakuler dari ini, aku ingin melihat sifat aslimu yang seperti iblis itu, jangan sampai aku lebih dulu menunjukkan sifat iblisku, jika itu sampai terjadi kamu akan menyesal seumur hidup kamu.."
"Dengar, jika kamu benar-benar laki-laki tunjukkan siapa kamu sebenarnya, jangan hanya bersembunyi seperti bajingan pengecut, lawan aku jika kamu benar-benar berani..."Teriak Luis dengan amarah yang meledak,...
"Tunggu waktu yang tepat Luis, jangan terburu-buru, perlu aku ingatkan jika sebentar lagi hal yang paling berharga dalam hidup kamu akan menjadi milikku, dia akan aku rebut darimu...."
"Kania, wanita cantik, baik dan berhati lembut sayang nya dia menjadi milikmu karna dipaksa olehmu tapi,.Kania akan aku rebut darimu sampai jumpa tuan muda...."
__ADS_1
Tut....
"Luis seperti orang kesetanan yang langsung berlari keluar dari Mansion, Marko dan Daren yang takut terjadi sesuatu pada Luis segera menyusul...